Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » “Jangan Jadi Jemaah Solo Karier, Haji Itu Rame-Rame Bukan Ngilang-ngilang Sendiri!”

“Jangan Jadi Jemaah Solo Karier, Haji Itu Rame-Rame Bukan Ngilang-ngilang Sendiri!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
  • visibility 648
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Ada pepatah lama yang bilang “Berjalan sendirian di tanah suci, bisa bikin petugas kloter ikut sujud, tapi bukan karena khusyuk, karena panik cari kamu!”.

Nah, begitulah kira-kira pesan halus tapi serius yang coba disampaikan Pak Dirjen PHU, Hilman Latief, kepada para jemaah haji Indonesia yang sedang mondar-mandir di Makkah.

Beliau bukan sedang lebay, bukan pula sedang sok protektif, tapi memang kenyataannya, Makkah itu bukan pasar 16 Ilir Palembang bahkan tanah abang Jakarta  yang kalau nyasar bisa balik pakai angkot jalur 6.

Di sini, sekali kamu hilang jejak, bisa-bisa ketemu lagi pas pulang ke tanah air… lewat YouTube dokumenter. he..he…!!.

Maka dari itu, Pak Dirjen ngasih wejangan jitu.”Jangan keluar hotel sendirian, apalagi kalau niatnya cuma mau ngadem di Masjidil Haram, ajak teman, naik bus shalawat, jangan asal loncat naik taksi. Apalagi taksinya plat Arab, sopirnya mukanya galak bewok lagi, dan kamu nggak bisa bedain huruf Arab dari merek sambal ABC.”

Ibarat orang tua zaman dulu bilang, “Kalau jalan malam jangan sendiri, nanti disangka pocong nyasar”,  sekarang konteksnya naik level “Kalau ke Haram sendirian, nanti disangka jemaah dari planet lain, soalnya enggak ada yang ngerti kamu ngomong apa, dan kamu juga enggak ngerti mereka ngomong apa”.

Itulah pentingnya jalan bareng teman, minimal ada yang bisa bantu nyari arah kiblat kalau kamu nyasar, dan ada yang bisa motretin kamu pas nemu unta selfie.

Apalagi jelang momen Armuzna, kalau diibaratkan acara haji kayak grand final D’Academy, puncak dari segala puncak. Semua harus terdata.

Jangan asal pindah hotel kayak pindah kost mahasiswa. Pak Dirjen udah wanti-wanti, kalau mau pindah penginapan, jangan cuma bisik-bisik sama resepsionis, tapi wajib lapor ke petugas sektor. Soalnya nanti pas naik bus ke Arafah, sistemnya bukan “siapa cepat dia dapat”, tapi “siapa yang tercatat, dia yang berangkat”.

Dan jangan salah, bukan cuma soal lokasi yang harus dijaga, tapi juga soal stamina. Jangan sampai pas waktunya wukuf di Arafah, jemaah malah wukufnya di UGD, karena semalaman ngebolang belanja sajadah. Jaga kesehatan, tidur cukup, dan hindari aktivitas yang bisa bikin dengkul teriak “pensiun dini”.

Soalnya ibadah Armuzna itu butuh tenaga ekstra, bukan sekadar kuat jalan, tapi juga kuat iman, sabar, dan tahan lapar.

Terakhir, Pak Dirjen kasih petuah penting, jangan iseng keluar tenda saat wukuf kecuali ke toilet soalnya kalau udah hilang di Arafah, cari kamu itu lebih susah dari nyari sinyal HP di kampung halaman. Dan kamu bukan sinetron, yang kalau hilang pasti balik dalam satu season. Ini haji, Bung. Sekali hilang jejak, bisa masuk berita.

Haji itu bukan semata urusan antara kamu dan Tuhan. Ini juga urusan koordinasi, komitmen, dan kekompakan, sekali kamu niat berhaji, maka kamu bukan cuma membawa nama pribadi, tapi juga membawa nama rombongan, kloter, bahkan negara. Jadi jangan sampai kamu keluar hotel sendirian kayak pemeran utama film thriller. Ini bukan drama, ini ibadah.

Jangan merasa jadi jagoan yang bisa hadapi segalanya sendiri. Di tanah suci, banyak kejadian yang di luar logika. Bisa saja kamu sekadar keluar beli air zamzam, tahu-tahu ditarik jamaah Uzbekistan karena dikira keluarganya.

Bisa saja kamu niat jalan-jalan sebentar, eh, malah terjebak di rombongan jemaah Turki yang sedang demo minta tambahan nasi kebuli. Kalau sudah begitu, siapa yang repot? Ya kamu, petugas, bahkan negara pun bisa ikut pusing tujuh keliling.

Ingat juga, petugas kita bukan jin pengabul harapan. Mereka bukan GPS hidup yang bisa melacak kamu lewat batin. Kalau kamu hilang dan enggak ngasih kabar, petugas bisa panik luar biasa. Dan kamu bukan murid Hogwarts yang bisa kirim burung hantu buat ngasih tahu lokasi. Maka jalan rame-rame, jaga komunikasi, dan patuhi arahan adalah bentuk ibadah juga karena kamu sedang menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama.

Karena pada akhirnya, esensi dari ibadah haji adalah kebersamaan dan kepatuhan. Bukan cuma patuh pada rukun dan syarat, tapi juga pada sistem, petunjuk, dan koordinasi.

Jangan sampai kamu berangkat dalam rombongan, tapi pulang jadi legenda, karena sempat ‘menghilang’ 3 hari tanpa jejak di lorong hotel.

Dan terakhir, “Kalau pengin dikenang di tanah suci, mending karena khusyuk dan ibadah yang mantap, bukan karena kamu bikin geger satu kloter gara-gara naik taksi sendirian dan hilang sampai jam takbir!”.

Jaga diri, jaga teman, jaga niat. Ingat, haji itu bukan lomba mandiri, tapi perjalanan spiritual berjamaah. Maka mari berangkat bersama, beribadah bersama, dan insyaAllah, pulang pun bersama dalam keadaan sehat, selamat, dan membawa gelar haji yang mabrur, bukan gelar “mantan jemaah hilang episode 3”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Minta Forum Admin Medsos Sumsel,  Cerdas Bermedsos Serta  Hindari Penyebaran Hoaks

    Gubernur Minta Forum Admin Medsos Sumsel, Cerdas Bermedsos Serta Hindari Penyebaran Hoaks

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengingatkan para penggiat akun medsos di Sumsel untuk mengedepankan etika dan taat aturan. Hal itu penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Sumsel. “Diantaranya yang perlu diperhatikan para penggiat medsos. Misal pasal penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, dan informasi yang menimbulkan permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat […]

  • Presiden Instruksikan Sinergi Empat Pilar Perkuat PPKM Mikro dan Akselerasi Vaksinasi, Pilar Apa Saja ?

    Presiden Instruksikan Sinergi Empat Pilar Perkuat PPKM Mikro dan Akselerasi Vaksinasi, Pilar Apa Saja ?

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    PRESIDENP RI Joko Widodo kembali menekankan dua hal yang harus dilakukan dalam penanganan pandemi COVID-19 di sisi hulu dan hilir, yakni penguatan implementasi penerapan protokol kesehatan di lapangan dalam kerangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) dan akselerasi program vaksinasi nasional. Dalam upaya tersebut, Kepala Negara meminta dilakukan sinergi antara empat pilar yaitu […]

  • PSR OKI jadi Terluas di RI, OKI Dianugerahi Penghargaan

    PSR OKI jadi Terluas di RI, OKI Dianugerahi Penghargaan

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi yang terluas di Indonesia. Per Agustus 2023, seluas 32.297 Hektare lahan sawit rakyat diremajakan. Atas capaian tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menganugerahi Pemkab OKI penghargaan perkebunan 2023 kategori Pemerintah Daerah dengan realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat terluas dengan […]

  • Nataru, Dishub Sumsel Diminta Kawal Distribusi Sembako

    Nataru, Dishub Sumsel Diminta Kawal Distribusi Sembako

    • calendar_month Sabtu, 19 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    DINAS Perhubungan Provinsi Sumsel diminta untuk mengawal distribusi sembako dan memastikan agar  distribusi  bahan barang pokok tidak  terjadi penimbunan dan harga tetap stabil. “Sebagai daerah lumbung pangan tentu kita  akan  memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumsel,” ucapnya Sekda Pemprov Sumsel Nasrun Umar, kemarin. Sekda menyebut  kerjasama yang baik antar Instansi termasuk dengan aparat penegak hukum […]

  • Sumsel Prioritaskan Pencegahan Stunting

    Sumsel Prioritaskan Pencegahan Stunting

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak berbagai kalangan untuk terus melakukan pencegahan stunting  pada anak. Hal itu disampaikannya ketika membuka seminar nasional dengan tema “Penguatan peran serta mitra kerja dan stake holder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga melalui sosial pencegahan stunting” di Grand Atyasa Convention Centre Palembang, Kamis (2/12). Menurutnya, Pemprov Sumsel sejak awal […]

  • Gerakan Sadar Sedekah, Jumlah Sedekah Pemkot Bengkulu Capai Rp 35 Juta

    Gerakan Sadar Sedekah, Jumlah Sedekah Pemkot Bengkulu Capai Rp 35 Juta

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    GAGASAN Walikota Bengkulu Helmi Hasan yakni gerakan sedekah Rp 2.000 kian meningkat antusiasmenya. Dengan adanya gerakan tersebut sehingga perlahan masyarakat sadar akan kebermanfaatan gerakan sedekah untuk membantu warga tak mampu di Kota Bengkulu. Terlihat, beberapa OPD, Kecamatan, Kelurahan, masyarakat hingga pihak lainnya berdondong-bondong berperan aktif dalam menyukseskan gerakan ini. Berdasarkan laporan di hari Jumat (8/10/2021), […]

expand_less
WordPress Archive Discy - Social Questions and Answers WordPress Theme Disency Creative Digital Agency Elementor Template Kit Dishify – Restaurant WordPress Theme Disho – Grocery Store Elementor Template Kit Disrupt – Tech Startup Business Elementor Template Kit Distance Radius Add-on for WordPress Ditek – Digital Agency Creative Portfolio WordPress Theme Diva – Organic Vegetables & Fruits Elementor Template Kit Divaline – Makeup Artist, Model & Beauty Elementor Template Kit DiveIt - Scuba Diving School, Sea Adventure & Travel WordPress Theme