Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Jogja, Angkringan Ide yang Nggak Pernah Sepi

Jogja, Angkringan Ide yang Nggak Pernah Sepi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 810
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.colid, –  Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual di Yogyakarta mendadak terasa kayak warung kopi yang di-upgrade jadi TEDx. Ada yang pakai batik, ada yang pakai hoodie tulisannya “Patah Hati Tapi Produktif”. Semua ngumpul karena ada satu acara keren Bincang Kreatif Bersama Pegiat Ekonomi Kreatif akhir pekan lalu.

Datanglah dia Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif. Gayanya santai, tapi omongannya tajam kayak cutter baru beli di fotokopian. Belum lima menit berdiri, langsung ceplas-ceplos. “Ekonomi kreatif itu kayak nasi kucing. Kecil, tapi kalau banyak, bikin kenyang satu kota!”.

Tawa pun pecah. Bahkan Hanung Bramantyo, yang duduk di barisan depan, sempat nyeletuk, “Kalau begitu saya mau jadi lauknya, Bu.”

Irene lanjut ngasih wejangan. Katanya, pegiat ekonomi kreatif itu aset negara. Ibarat sepeda ontel tua di kampung, kalau dirawat bisa dipakai ngebut keliling dunia.

“Mereka itu mesin baru ekonomi kita. Tapi jangan disuruh kerja sendiri kayak Superhero nyasar. Harus dibangun ekosistemnya. Dikasih panggung, kolaborasi, dan… wifi gratis,” katanya, sambil ketawa.

Terus beliau bahas soal program Ekraf Hunt. Nah, ini lucu.“Bayangin Tinder, tapi buat ide. Jadi pelaku ekraf bisa swipe investor, dinas bisa swipe komunitas, dan semua cocok-cocokan tanpa takut ghosting,” ujar Irene, disambut tawa dan tepuk tangan dari peserta yang udah pernah ditolak proposalnya lima kali.

Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, ikut nimbrung. Gayanya kayak ibu-ibu yang biasa menang lomba tumpeng di RW tapi paham AI dan desain UI/UX..

“Ekosistem kreatif itu kayak sayur asem. Harus lengkap. Jangan cuma ada melinjo, tapi enggak ada kuah. Semua pihak kudu campur pelaku, komunitas, pemerintah, bahkan tukang parkir pun jangan dilupakan!”

Dari belakang, seorang pemuda pengrajin boneka kayu nyeletuk, “Kalau saya belum punya modal, bu, saya bisa masuk di mana?”

Dadam Mahdar dari Kemenekraf nyaut santai, “Masuknya dari niat dulu, Mas. Modal belakangan, yang penting ide jangan nyangkut di folder laptop selamanya.”

Lalu tampil Imam Pratanadi, Kepala Dinas Pariwisata DIY. Bapak satu ini kalau ngomong tenang, tapi ngena. Mirip dalang yang baru nyeruput teh panas.

“Yogyakarta ini bukan cuma kota pelajar. Ini kota orang-orang nekat. Yang jual lukisan di trotoar, yang bikin film pakai HP, yang jual komik digital di Shopee. Tapi tantangannya ya itu: semua keren, tapi belum semua punya panggung.”

Betul juga sih. Jogja ini udah kayak Barcelona-nya budaya, tinggal dikasih papan skor dan peluit buat kompetisi kreatif yang sehat. Lagian, kalau Seoul bisa sukses dengan K-Culture, kenapa Jogja enggak bisa punya J-Craft Movement?

Sesi terakhir ditutup dengan gaya talkshow campur stand up. Hanung Bramantyo dan komikus Apri Kusbiantoro ikut nimbrung ngobrol.

Hanung nyeletuk, “Dulu saya bikin film pendek pakai handycam. Sekarang anak-anak muda udah pakai AI buat bikin naskah. Canggih bener. Tapi kalau ekosistemnya nggak siap, ya tetap ending-nya jadi Reels aja.”.

Apri ikut menimpali, “Komik saya sering viral, tapi kalau mau cetak fisik masih bingung cari percetakan yang ngerti layout komik digital. Jadi saya biasanya bikin sendiri, nyetak di toko fotokopi depan kos.”.

Ekonomi kreatif itu ibarat tukang cukur di kampung kalau cuma punya gunting, dia cuma bisa potong. Tapi kalau dikasih cermin, lampu neon, sama kursi putar, bisa jadi barbershop hits di TikTok.

Yogyakarta udah punya semua bahan seniman, pembuat game, pembatik NFT, tukang joget wayang, dan penjual merchandise film indie. Tinggal dikasih bumbu kolaborasi, data, tempat showcase, dan sedikit humor biar enggak tegang.

Kalau pemerintah terus nambahin bensin buat motor kreatif ini, bukan mustahil Jogja jadi kota kreatif kelas dunia. Minimal bisa saingan sama Bandung, maksimal bisa bikin Tokyo ngintip strategi kita.

Jadi, mari kita dorong ekraf naik level. Biar nanti Indonesia punya lebih banyak pengusaha kreatif yang sukses tanpa harus jual ginjal buat beli kamera.

Kalau cocok, tulisan ini bisa jadi seri liputan “Ngopi Kreatif” tiap kota. Mau kita lanjutin ke kota lain? Atau mau dibikin versi PDF buat bahan presentasi?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TP PKK Muba Salurkan 1.000 Masker & Takjil untuk Warga Binaan

    TP PKK Muba Salurkan 1.000 Masker & Takjil untuk Warga Binaan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.504
    • 0Komentar

    TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza membagikan 1.000 masker dan takjil  untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sekayu. “Ini bagian dari Gerakan Perempuan Peduli Muba, seluruh organisasi perempuan bersatu, dimana gerakan ini lahir sejak adanya wabah Covid-19,”paparnya. Sebelumnya, paparnya, Gerakan Perempuan Muba Peduli juga telah menyalurkan bantuan berupa APD, masker, […]

  • Sempat Terhenti Dua Tahun, Pemkot Palembang Kembali Lanjutkan Salat Subuh Berjamaah

    Sempat Terhenti Dua Tahun, Pemkot Palembang Kembali Lanjutkan Salat Subuh Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    SEMPAT terhenti sekitar 2 tahun karena pandemi Covid-19, program Subuh berjamaah yang digagas Wali Kota Palembang H Harnojoyo, ini, mulai dilaksanakan lagi. Hal ini tak terlepas dari kasus pandemi Covid-19 yang kian melandai di Palembang. “Shalat subuh berjamaah ini program rutin. Menjalin silaturahmi dengan masyarakat,” ujar Harnojoyo, dalam pengarahannya terkait launching Gerakan Sedekah Subuh dan […]

  • Keluarga Iringi Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Periode 2018-2023

    Keluarga Iringi Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Periode 2018-2023

    • calendar_month Senin, 1 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    Oleh : M. Nasir SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA -Gubernur Sumatera Selatan terpilih, H. Herman Deru SH SH MM  dan Wakilnya Ir.H Mawardi Yahya segera Dilantik Presiden Joko Widodo untuk memimpin Sumatera Selatan selama periode 2018- 2023. Upacara pelantikan itu akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/10/2018). Sebelum ke Istana Negara, pasangan yang terkenal dengan sebutan HDMY tersebut beserta […]

  • Selain Sentra Ekonomi, Sungai Lilin Bakal Di Sulap Jadi Kota Go Green

    Selain Sentra Ekonomi, Sungai Lilin Bakal Di Sulap Jadi Kota Go Green

    • calendar_month Jumat, 22 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.640
    • 0Komentar

      Bukan saja menjadi daerah penopang ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], namun ke depannya akan disulap menjadi daerah yang beretalase, dan nyaman dikunjungi. Pemkab Muba pun pada 2019 ini rela mengucurkan dana senilai Rp34 miliar. Sumselterkini.co.id, Sungai Lilin –Keberadaanya memang sangat strategis, karena daerah ini merupakan jalur lalu lintas antar provinsi di Sumatera. Dari Sungai […]

  • Forum Lalin Jalan Muba Tindak Tegas Truk Langgar Aturan

    Forum Lalin Jalan Muba Tindak Tegas Truk Langgar Aturan

    • calendar_month Kamis, 24 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Menindaklanjuti hasil Rapat Forum Lalu Lintas beberapa waktu lalu, Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Musi Banyuasin (Muba) turun ke jalan raya menindak tegas untuk menertibkan truk yang melanggar aturan dan yang muatannya  melebihi tonase. “Hasil Pemeriksaan dan penimbangan portable angkutan barang yang melebihi tonase pada angkutan sawit rata-rata lebih sekitar 1-2 ton,” ungkap […]

  • Ini Penjelasan PT Pegadaian Tentang Hak Cipta Tabungan Emas

    Ini Penjelasan PT Pegadaian Tentang Hak Cipta Tabungan Emas

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    PT PEGADAIAN menanggapi pemberitaan media tentang adanya gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap PT Pegadaian atas dugaan pelanggaran hak cipta layanan Tabungan Emas yang dimiliki perusahaan dan pihaknya tidak akan merugikan nasabah. Vice President of Corporate Communication PT Pegadaian Basuki Tri Andayani menyatakan sudah mendengar kabar tersebut dan perusahaan sedang mempelajari berkas gugatan tersebut. […]

expand_less
WordPress Archive Molla | Multi-Purpose WooCommerce Theme Molli – Creative Portfolio & Agency Theme Molongui Authorship Pro Molte Fashion and Food WooCommerce Theme Momen – Photography & Blog Elementor Template Kit Monali – Business Agency WordPress Theme Monalisa | Hotel & Resort WordPress Theme Monarch – Innovative WordPress Community Theme Moncler – Food Blog Elementor Template Kit Mondok | Hotel and Accommodations Theme with Booking