Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » “Musyawarah Digital dari Negeri Serba Diskon”

“Musyawarah Digital dari Negeri Serba Diskon”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 946
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, “Kalau harga ayam murah terus, jangan-jangan nanti ayamnya juga ikut mogok bertelur karena stress!”
Begitulah  celetuk seorang emak-emak di pasar sabtu akhir pekan lalu, saat ditanya kenapa tersenyum senang meski sedang antre beli telur. Tapi siapa sangka, senyuman warga kadang menyimpan derita di sisi lain di kandang peternak.

Kata orang tua zaman dulu, “harga boleh naik, asal jangan harga diri.” Tapi ternyata, di zaman sekarang, harga ayam pun bisa bikin harga diri para peternak turun drastis, apalagi kalau jualannya lebih murah dari gorengan depan masjid.

Di Sumsel Command Center yang katanya canggih seperti ruang kendali NASA, Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Pak Edward Candra, duduk mantap di depan layar. Beliau tidak sedang menonton sinetron atau vlog masak rendang, tapi ikut Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Daerah secara daring.

Acara di Senin pagi ini dipimpin langsung Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, yang gayanya tegas dan suara bass-nya bikin merinding para kepala daerah se-Indonesia yang ikut rapat dari Sabang sampai Merauke dan juga dari tempat karaoke hingga ruang tunggu Bandara.

Topik pembahasan? Inflasi, tentu saja. Si biang kerok yang sering datang tanpa permisi, tapi pulangnya bawa keresek penuh tagihan. Nah, Pak Tomsi menekankan  daerah-daerah dengan inflasi dan IPH (Indeks Perkembangan Harga, bukan Indeks Patah Hati) tinggi harus angkat bicara. Bukan cuma curhat, tapi juga lapor apa yang sudah dilakukan dan apa yang bikin mereka megap-megap.

Inflasi ini memang licik. Ia bisa muncul dari mana saja, harga emas dunia naik karena krisis Timur Tengah, tarif listrik pascabayar nongol kayak hantu di akhir bulan, sampai diskon paket internet yang ternyata bukan diskon beneran, tapi jebakan betmen kuota habis.

Kata Ibu Pudji dari BPS, secara nasional, inflasi April 2025 tercatat 1,71% dibanding bulan sebelumnya. Masih lebih ramah dibanding bulan lalu, tapi tetap lebih tinggi dari April 2024. Artinya, walau sudah minum teh jahe tiap pagi, ekonomi kita tetap masuk angin ringan.

Yang menarik adalah andil terbesar inflasi datang dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan BBRT alias Bahan Bakar Rumah Tangga dengan sumbangan 0,98%. Singkat kata, hidup makin mahal, bahkan sebelum kita sempat keluar rumah.

Tapi yang bikin heboh adalah kabar dari Palembang harga daging ayam ras di sana terendah se-Indonesia. Ya, ..murahnya bukan main, sampai-sampai netizen curiga ayamnya lulusan diskon besar-besaran. Namun, di balik kabar baik ini, terselip air mata para peternak. Harga ayam yang terlalu murah bisa bikin mereka megap-megap beli pakan, apalagi kalau harus beli cicilan kandang pakai PayLater.

Maka dari itu, Pak Edward dan tim daerah diingatkan untuk tidak hanya bangga jadi “kota ayam termurah”, tapi juga mesti kasih perhatian pada peternak ayam. Soalnya, kalau peternaknya bangkrut, jangan salahkan kalau nanti ayam kita cuma bisa kita lihat di TikTok, bukan di piring makan.

Di sisi lain, Deputi NFA, Pak Andriko, mengingatkan soal diversifikasi pangan berbasis potensi lokal. Ini penting. Karena Indonesia itu kaya tanah subur, pohon pepaya tumbuh sendiri, dan ubi bisa nyempil di pekarangan rumah. Tapi kalau semua masih ngotot makan nasi dan ayam goreng, ya gimana pangan lokal mau naik daun?

Makanya, perlu ada Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk mengangkat potensi lokal. Entah itu membuat festival pepaya, lomba masak singkong, atau talkshow berjudul “Temulawak  Superfood dari Dapur Nenek.”

Yang penting, jangan semua diserahkan ke ibu PKK dan karang taruna perlu koordinasi lintas sektor, biar jalan bareng, bukan jalan di tempat sambil nyanyi Mars Inflasi.

Inflasi itu, seperti tamu tak diundang yang doyan ngambil camilan di toples orang. Ia tak bisa diusir pakai sapu lidi, tapi bisa dikendalikan kalau semua kompak.

Pemerintah pusat, daerah, peternak, pedagang, dan ibu-ibu pasar semua harus gotong royong. Ayam murah memang menggoda, tapi jangan sampai menggoda para peternak bangkrut. Dan jangan lupa, kekayaan lokal seperti ubi, talas, dan pepaya juga bisa jadi pahlawan ekonomi  asal mau dikelola dan dipromosikan, bukan cuma dijadikan konten lucu di Instagram.

Sumsel boleh bangga dengan stabilnya inflasi, tapi kebanggaan itu tak boleh meninabobokan. Harga murah memang menyejukkan telinga konsumen, tapi juga bisa mencekik produsen.

Saatnya Pemda bukan hanya mencatat angka, tapi juga mendengar suara peternak, petani, dan pelaku pangan lokal. Jangan sampai harga murah jadi kabar gembira palsu. Jangan bangga pula  unggul dalam harga, tapi abai pada hulu produksi.

Dan yang paling penting pepaya, ubi, jagung, dan talas bukan bahan pangan kelas dua, mereka hanya butuh panggung yang setara di perencanaan, anggaran, dan kebijakan. Jangan terus membanggakan ‘pangan lokal’ di banner kegiatan, tapi masih mengimpor bawang dan jagung dengan alasan “sudah terlanjur.”

Seperti kata pepatah dagelan dari sawah sebelah. “Ayam boleh murah, tapi jangan sampai peternak mati suri, pepaya boleh lokal, asal tak cuma jadi warna-warni di pagar balai desa.”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Buntu Bikin Begal Jadi Bonyok Diamuk Warga

    Jalan Buntu Bikin Begal Jadi Bonyok Diamuk Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    INI bukan cerita, tapi memang nyata, gara-gara masuk jalan buntu, soorang begal pun akhirnya bonyok di hajar massa.Namanya cukup keren, Selamat Galinto, seharusnya dengan menyandang nama itu sejak lahir, ia diharapkan selalu beruntung. Namun sayangnya, nama yang ia sandang itu tak sesuai dan berbanding terbalik dengan kelakuannya. Selamat menjadi seorang begal.Ntah sejak kapan ia memiliki […]

  • BNN Riau Amankan 999,99 Gram Sabu

    BNN Riau Amankan 999,99 Gram Sabu

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, bekerjasama dengan petugas Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Berhasil menggagalkan pengiriman 999,99 gram sabu tujuan ke Makassar. Satu orang yang bertanggungjawab turut diamankan yakni inisial H, yang ditangkap pada Jumat (26/11/2021) lalu. Kepala BNN Provinsi Riau, Brigjen Pol, Robinson, Rabu (8/12/2021) mengatakan, pengungkapan ini bermula dari kecurigaan petugas […]

  • Selamatkan Aset, Pemprov Bentuk Satgas Khusus

    Selamatkan Aset, Pemprov Bentuk Satgas Khusus

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  terus memfokuskan diri dalam upaya penyelamatan aset milik Pemprov baik barang bergerak maupun tidak bergerak. Sebagai wujud keseriuskan dibentuklah Tim Satuan Tugas (Satgas) Penertiban dan Pengamanan Barang milik Pemerintah Provinsi Sumsel yang digelar  di ruang Bina Praja  Setda Sumsel, Rabu (11/9) petang. Rapat pembentukan Satgas Penertiban dan Pengamanan Barang milik Pemerintah Provinsi Sumsel  tersebut  dipimpin langsung […]

  • Mahasiswa CUHK Bikin Gelombang dalam Penelitian Lingkungan dan Keberlanjutan

    Mahasiswa CUHK Bikin Gelombang dalam Penelitian Lingkungan dan Keberlanjutan

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 993
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Chinese University of Hong Kong (CUHK) dengan bangga menyoroti kontribusi luar biasa yang dibuat oleh mahasiswanya di bidang Lingkungan dan Keberlanjutan. Melalui penelitian inovatif dan dedikasi yang tak tergoyahkan, mahasiswa CUHK memimpin dalam mendorong perubahan positif menuju masa depan yang berkelanjutan. Hari ini, kami menyoroti dua individu […]

  • Kunjungi Jamkrida Jakarta, Wagub Sumsel Curhat Ini

    Kunjungi Jamkrida Jakarta, Wagub Sumsel Curhat Ini

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    DI tengah agenda kegiatan yang padat di luar daerah Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya melakukan kunjungan ke kantor  PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida), DKI Jakarta yang berlokasi di Abdul Muis Jakarta, Kamis (11/7/2019). Dipilihnya PT Jamkrida Jakarta untuk kunjungan kerja mengingat PT Jamkrida Jakarta dinilai baik dalam tata kelola dalam memajukan perusahaan serta memiliki berbagai […]

  • Kapal Tongkang Bermuatan Kayu Akasia Hanyut Lalu….

    Kapal Tongkang Bermuatan Kayu Akasia Hanyut Lalu….

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    AKIBAT tali tambat terputus, sebuah kapal tongkang bermuatan kayu akasia mengalami akhirnya hanyut dan menabrak pilar penyangga dermaga milik Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin di Perairan Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, kemarin. Diketahui kapal yang lepas kendali tersebut adalah milik TB Sari Utama Banyuasin yang tak jauh dari dermaga Dishub Muba. Akibat […]

expand_less
WordPress Archive RateMash – Responsive WordPress Voting Contest Plugin Ratency – Review & Magazine WordPress Theme Rating Stars Messages for WooCommerce Ratings for AMP Ratings & Reviews plugin for WordPress Ratio – Material Design WordPress Theme Ravaio – Modern Responsive phpBB Forum Theme Rawal – Ionic & Laravel Ecommerce Solution with POS for Single & Multiple Location Business Brand Razzi - Multipurpose WooCommerce WordPress Theme R.Cole | Life & Business Coach Theme