80 Ribu Warga Anxi di Sumsel, Ini Peluang Besarnya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 12 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sekitar 80.000 warga keturunan Anxi di Sumatera Selatan menjadi potensi besar untuk memperkuat jejaring bisnis dan membuka peluang investasi internasional.
Hal itu mengemuka dalam The 12th World Anxi Conference atau Temu Kangen Masyarakat Anxi Sedunia ke-12 yang berlangsung di Ballroom Wyndham Opi Hotel, Palembang, Minggu (25/10/2026).
Pertemuan masyarakat Anxi dari berbagai negara ini bukan hanya menjadi ajang melepas rindu dan mempererat persaudaraan. Lebih dari itu, konferensi tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk memperluas kerja sama ekonomi yang membawa manfaat bagi Sumatera Selatan.
Gubernur Sumsel Herman Deru yang menghadiri sekaligus membuka kegiatan itu berharap pertemuan masyarakat Anxi dunia dapat memperkuat hubungan dunia usaha, menyatukan pandangan, serta membuka peluang investasi dari berbagai negara.
Menurutnya, jaringan masyarakat Anxi yang tersebar di sejumlah negara merupakan peluang untuk membangun kemitraan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Juga tentunya kita berharap pertemuan ini dapat menyatukan pandangan dan memperkuat kerja sama dunia usaha masyarakat Anxi di Sumatera Selatan dengan masyarakat Anxi dari berbagai negara, sekaligus membuka peluang kesepakatan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Deru.
Konferensi ini dihadiri masyarakat Anxi dari sejumlah negara, di antaranya Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Kehadiran delegasi lintas negara tersebut membuka ruang pertemuan dan komunikasi yang diharapkan berlanjut menjadi kerja sama konkret.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim yang hadir mewakili Wali Kota Ratu Dewa mengatakan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Palembang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat internasional.
Mulai dari adat istiadat, kekayaan budaya, hingga kuliner khas Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para delegasi. Bersamaan dengan itu, peluang kemitraan usaha dan investasi diharapkan semakin terbuka.
“Sekaligus membuka peluang kerja sama usaha dan investasi, yang memberikan manfaat bagi pembangunan dan perekonomian Sumatera Selatan, termasuk Kota Palembang,” kata Aprizal.
Ketua Umum Anxi Sumsel Sukarta menjelaskan, masyarakat Anxi berasal dari salah satu kelompok masyarakat di Tiongkok yang kini tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Sumatera Selatan, jumlah warga keturunan Anxi diperkirakan mencapai sekitar 80.000 orang.
Besarnya komunitas tersebut menjadi salah satu modal sosial untuk menjaga hubungan antargenerasi sekaligus memperluas koneksi dengan masyarakat Anxi di luar negeri.
Sukarta mengatakan, Palembang dipercaya menjadi tuan rumah setelah sejumlah daerah bersaing untuk menyelenggarakan konferensi tingkat dunia itu. Menurutnya, kekompakan sumber daya manusia dan komunitas Anxi yang terorganisasi menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan acara.
“Kami bersyukur Palembang dipercaya menjadi tuan rumah. Ini momentum besar bagi Sumsel,” ujarnya.
Selain membangun jejaring ekonomi, pertemuan ini juga membawa misi memperkenalkan warisan budaya. Anxi yang berada di Provinsi Fujian, Tiongkok, dikenal dengan tradisi teh Oolong yang telah mendunia.
Gubernur Herman Deru berharap, pertemuan ini dapat mempererat ikatan kekeluargaan masyarakat Anxi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal Sumatera Selatan kepada para tamu dari berbagai negara.
Dengan dukungan komunitas yang kuat dan hubungan lintas negara, World Anxi Conference ke-12 diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial. Forum ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang budaya, perdagangan, maupun investasi yang berdampak bagi perekonomian daerah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
