Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Segel di Ujung Disko, Ketika Lampu Diskotik Kalah Sama Lampu Polisi

Segel di Ujung Disko, Ketika Lampu Diskotik Kalah Sama Lampu Polisi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
  • visibility 973
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “DA 1 ini seperti pacaran diam-diam tanpa restu orang tua. Awalnya manis, penuh lampu romantis, tapi ketika ketahuan belum sah langsung disuruh bubar tamasya.” Hari Selasa lalu, Tim Terpadu Pemkot Palembang datang bukan membawa bunga, tapi segel. Diskotik yang beroperasi di Sukarame ini kedapatan tak punya izin resmi. Meski sudah dikasih peringatan, tetap ngeyel. Maka berlakulah adagium lama yang tak resmi, jangan berharap langgeng.

Karena di kota yang katanya ngidupin tradisi dan modernitas bareng-bareng, kadang ada satu-dua tempat yang kebablasan nyetel volume masa kini, tapi lupa baca buku panduan perizinan. Begitulah yang terjadi di Darma Agung 1, tempat hiburan malam yang katanya elite, tapi kelakuannya kayak kos-kosan bodong rame, tapi nggak berizin.

Hari Selasa (8/4/2025) kemarin, tim gabungan Pemerintah Kota Palembang alias Timdu datang bukan buat party, tapi buat ngasih tiket keluar buat DA 1 dalam bentuk segel warna kuning. Yang datang juga bukan rombongan pencinta EDM, tapi kombo maut Satpol PP, TNI, dan Polri. Serius, lengkap. Tinggal bawa alat musik, udah bisa manggung di panggung dangdut keliling.

Asisten I Setda Kota Palembang, Heri Aprian, turun langsung ke TKP. Nggak pake gaya artis yang datang dadakan di sinetron, tapi tetap dengan aura “bapak-bapak serius yang udah capek ngasih surat peringatan.” Beliau ngomong tegas, “Udah kita himbau, udah kita kirim surat, tapi masih ngeyel juga. Jadi ya, kita segel.”
Wah, ini kayak kisah cinta sepihak, udah diajak baik-baik, tapi malah main mata sama pelanggaran.

Padahal, kata Pak Heri, Pemkot Palembang nggak pelit-pelit amat soal izin. Selama prosedur dilengkapi, berkas-berkas diurus, dan syarat dipenuhi, silakan buka tempat hiburan dari senja sampai subuh, asal jangan buka pintu masalah. Tapi kenyataannya, surat izin DA 1 entah ngumpet di mana. Dicari ke provinsi, katanya belum keluar. Di Pemkot, ya jelas belum disahkan.

Lucunya, ini tempat hiburan yang kelas menengah ke atas. Musiknya nge-bass, lampunya bisa bikin mata sipit tambah sipit, pengunjungnya necis. Tapi soal urus izin? Mentalnya kelas burjo jam 2 pagi ngandelin niat tanpa rencana.

Kalau kata Pak Edwin, Kasat Pol PP, semua usaha di Palembang baik yang jualan bubur maupun yang jualan bouncer dan DJ harus patuh sama Perda. Ini bukan soal anti hiburan, tapi soal ngasih batasan supaya nggak semua orang bebas nyetel remix sampai ayam tetangga stres.

Apalagi, DA 1 ini katanya udah viral di medsos, dan bukan viral karena prestasi. Tapi karena kelakuan pengunjungnya yang bikin netizen tepok jidat sambil nyeruput kopi hitam.
Ini yang bikin pemerintah kudu turun tangan. Karena kalau dibiarkan, nanti semua usaha hiburan berlomba-lomba buat jadi paling bebas kayak lomba balap karung tapi tanpa garis akhir dan tanpa pengawas.

Nah, yang disegel ini tempat hiburannya saja. Hotelnya sih, katanya ada izin. Tapi ini bikin situasinya makin absurd. Ibarat punya rumah rapi, pagar bagus, tapi ada lapak judi di teras depan izin punya, tapi aktivitas di dalam bikin tetangga susah tidur.Dan jangan lupa, tugas Satpol PP itu bukan cuma nyita gerobak gorengan di trotoar. Mereka juga jagain marwah kota. Kalau tempat hiburan bikin rusuh, bikin viral, dan ngundang masalah sosial, ya mereka punya hak untuk bilang  “Stop dulu, atur ulang.”

Buat para pemilik tempat hiburan malam, ini tamparan manis. Kalau selama ini ngerasa udah keren karena punya panggung DJ muter tiap malam, ingat: segel bisa lebih cepat datang daripada tamu.
Izin usaha itu kayak helm saat naik motor. Lo bisa jalan tanpa helm, tapi satu waktu bisa ditilang atau kejedot pohon. Sama kayak tempat hiburan—boleh rame, tapi kalau gak punya surat resmi, ujung-ujungnya disuruh tutup tirai sebelum musik berhenti.

Jangan salahkan pemerintah kalau akhirnya bertindak. Ini bukan soal pencitraan, bukan juga soal irinya pejabat yang gak diajak party. Tapi ini soal menjaga kota tetap waras, di tengah geliat hiburan yang kadang lebih liar dari harga cabe di musim hujan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasan Ismaik Buka Peluang Investasi Strategis di Klub Legendaris Jerman, TSV 1860 Munich

    Hasan Ismaik Buka Peluang Investasi Strategis di Klub Legendaris Jerman, TSV 1860 Munich

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    “HAMIC Group” Hasan Ismaik, Pendiri dan Ketua HAMIC Group Sumselterkini.co.id, – ABU DHABI, Uni Emirat Arab, 15 April 2025 – Miliarder flamboyan sekaligus Ketua HAMIC Group, Hasan Abdullah Ismaik, resmi mengumumkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan sejumlah tawaran akuisisi atas sahamnya di klub sepak bola legendaris Jerman, TSV 1860 Munich. Bagi investor global yang doyan tantangan […]

  • Pertamina Lubricants Peduli Kambali Bantu Ganti Oli Gratis & Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Cikampek  
    CSR

    Pertamina Lubricants Peduli Kambali Bantu Ganti Oli Gratis & Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Cikampek  

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.919
    • 0Komentar

    HUJAN intensitas cukup tinggi yang melanda Karawang pada  Februari lalu mengakibatkan Sungai Cikaranggelam meluap, imbasnya beberapa wilayah tergenang banjir. Bahkan dari bencana itu,  masih dirasakan warga sekitar. Oleh sebab itu, sebagai upaya  membantu meringankan beban warga terdampak banji, PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri domestik dan Internasional […]

  • Pastikan keamanan anak-anak di ruang digital, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid tuntut platform digital perketat penerapan teknologi verifikasi usia

    Pastikan keamanan anak-anak di ruang digital, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid tuntut platform digital perketat penerapan teknologi verifikasi usia

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.651
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, -Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan  platform digital harus bertanggung jawab penuh dalam melindungi anak-anak dari konten negatif. Dalam audiensi dengan perwakilan TikTok di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Meutya menuntut platform digital untuk segera memperketat penerapan teknologi verifikasi usia guna memastikan keamanan anak-anak di ruang digital. “Platform digital tidak boleh lagi […]

  • Muba Usulkan Sekolah Rakyat, Dulu Pelopor Pendidikan Gratis

    Muba Usulkan Sekolah Rakyat, Dulu Pelopor Pendidikan Gratis

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengusulkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati Muba Abdul Rohman Husen saat audiensi bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Kemensos, […]

  • Biar Tak Terinfeksi Covid-19, OKI Siaga Karhutlah Gunakan Drone

    Biar Tak Terinfeksi Covid-19, OKI Siaga Karhutlah Gunakan Drone

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    MESKI masih dimasa pandemic Covid-19, Jajararan  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten OKI tetap siaga menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan kebun dan lahan  (Karhutbunlah). Penggunaan teknologi drone bakal dimaksimalkan untuk mengawasi titik rawan karhutlah di OKI, selain drone dikerahkan guna menghindar dari terjangkitnya covid-19. “Sudah ada pemetaan titik rawan, sepanjang waktu kita akan awasi menggunakan […]

  • Satpol PP Banyuasin Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

    Satpol PP Banyuasin Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.172
    • 0Komentar

    KEPALA Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuasin H. Indra Hadi dengan tegas mengatakan mulai hari ini perda tentang kawasan tanpa rokok di kawasan Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai di berlakukan, adapun tempat yang di utamakan dalam perda nomor 3 tahun 2016 tentang kawasan tanpa rokok ialah: a. Pelayanan Kesehatan b. Tempat Proses belajar […]

expand_less
WordPress Archive Realtyspace – Real estate WordPress Theme Rebike – Rent Bike Elementor Template Kit Rebirth – Freelance & Agency Portfolio WordPress Theme Reboist – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Re:bytes | Electronics Repair WordPress Theme reCaptcha for WooCommerce Recent Posts For Elementor Recibo - Restaurant WordPress Recipe Box – Recipe Plugin for WordPress Reco – Minimal Lightweight AMP Theme for Freebies