Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Pingin Gak Ada Lagi Bau Sampah, Palembang Coba Jurus Baru, Ini Dilakukan Pak Wali & Wakilnya

Pingin Gak Ada Lagi Bau Sampah, Palembang Coba Jurus Baru, Ini Dilakukan Pak Wali & Wakilnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
  • visibility 1.214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Bayangin aja, tiap hari Palembang kayak dapet hadiah 1.500 ton sampah, ia juga .., gokil gak tuh? Ini bukan sekadar tumpukan plastik dan bungkus makanan, namun  ancaman serius buat lingkungan dan kesehatan. Kalau dibiarkan, Palembang bisa jadi kota dengan ikon baru,  bukan Jembatan Ampera, tapi ‘Gunung Sampah Raksasa’. bisa jadi…

Masalah ini bukan cuma bikin pemandangan gak enak, tapi juga bisa memicu berbagai penyakit. Pasalnya bau menyengat, tumpukan yang menggunung, bahkan ancaman banjir akibat saluran air tersumbat sampah bisa jadi momok menakutkan buat warga kalau didiamkan.

Wah..ngeri kali? Untungnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa bareng wakilnya, Prima Salam, akhirnya  nyari solusi. Kali ini, mereka kepincut sama teknologi dari TNI yang disebut Mesin Olah Runtah alias Motah.

Pasukan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Palembang diajak Ratu Dewa buat lihat langsung aksi Motah ini. Katanya, alat ini bisa ‘ngunyah’ sampah tanpa perlu bahan bakar minyak (BBM). “Lebih efektif, efisien, dan yang paling penting, gak bikin polusi udara!” kata Ratu Dewa dengan semangat membara, ungkapnya kamaren.

Sampah yang selama ini jadi musuh masyarakat bisa berubah jadi energi, tanpa menyisakan polusi berlebih. Motah diklaim bisa membakar 15 ton sampah per hari, dengan emisi yang dikontrol ketat biar tetap ramah lingkungan. Kebayang kan kalau alat ini dipasang di banyak titik? Palembang bisa bebas dari tumpukan sampah yang selama ini bikin pening!

Bahkan, saking seriusnya, beliau langsung ngobrol bareng dengan Panglima TNI, Agus Subiyanto, buat ngebahas kemungkinan kerja sama biar Motah bisa lebih banyak diterapkan di Palembang.

Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, sampai presentasi langsung buat ngejelasin keunggulan Motah. Teknologi ini emang canggih, bisa ngabisin 15 ton sampah per hari. Tapi kalau dihitung-hitung, buat bersihin semua sampah di Palembang, minimal butuh 80 unit. Artinya, kalau alat ini beneran diadopsi besar-besaran, pengelolaan sampah bisa lebih terkendali. Tapi berapa anggarannya ?.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Dr. H. Akhmad Mustain, setuju kalau Motah bisa jadi solusi alternatif buat wilayah tertentu. “Mungkin awalnya kita fokus buat ngolah sampah dari proyek-proyek Dinas PU dulu,” katanya.

Namun, meskipun Motah terdengar sebagai solusi jitu, realitanya tidak semudah itu. Ada tantangan besar dalam implementasinya. Mulai dari distribusi alat yang harus merata, lokasi operasional yang strategis, hingga masalah biaya perawatan yang bisa bikin dompet Pemkot ngos-ngosan.

Selain itu, butuh perencanaan matang agar Motah ini benar-benar bisa bekerja optimal. Jangan sampai alatnya canggih, tapi ujung-ujungnya cuma numpuk di gudang karena operasionalnya yang kurang diperhitungkan dengan baik.

Perubahan Budaya 

Segala sesuatu itu pasti ada kurang dan lebihnya, pasti dong !,  Motah emang terdengar menjanjikan, tapi apakah ini solusi jangka panjang? Kalau dipikir-pikir, teknologi aja gak cukup kalau kesadaran masyarakat masih rendah. Kita butuh lebih dari sekadar mesin canggih, tapi juga perubahan budaya buang sampah. Jangan sampai Motah kerja rodi bak pahlawan, sementara masyarakat masih doyan buang sampah sembarangan.

Kalau sampah tetap berceceran di mana-mana, Motah sehebat apapun bakal tetap kewalahan. Butuh upaya besar dari pemerintah buat edukasi warga biar lebih sadar lingkungan. Kalau enggak, ya siap-siap aja Motah ini bakal jadi alat yang kerja rodi tanpa hasil maksimal.

Selain itu, investasi buat 80 unit Motah pastinya gak murah. Apakah Pemkot siap dengan anggaran besar atau bakal nyari dana dari sumber lain? Jangan sampai ini cuma jadi proyek gembar-gembor yang ujung-ujungnya macet di tengah jalan. Belum lagi pertanyaan soal perawatan dan operasional. Kalau teknologinya canggih tapi perawatannya ribet, bisa jadi malah banyak Motah yang nganggur.

Dari sisi kebijakan, Pemkot perlu memastikan ada regulasi yang mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Jangan cuma mengandalkan Motah, tapi juga harus ada program jangka panjang, seperti insentif buat warga yang aktif mendaur ulang dan sanksi tegas buat yang buang sampah sembarangan.

Selain itu, Pemkot juga bisa menjalin kerja sama dengan sektor swasta atau investor buat pengelolaan sampah yang lebih inovatif. Banyak negara lain yang sukses mengubah sampah jadi energi atau bahan baku daur ulang. Contohnya Swedia, terkenal dengan sistem Waste-to-Energy (WTE). Mereka membakar sampah untuk menghasilkan listrik dan panas, bahkan sampai impor sampah dari negara lain karena sistemnya sangat efisien. Jerman dengan sistem circular economy, Jerman punya tingkat daur ulang tertinggi di dunia. Mereka menerapkan pemisahan sampah ketat dan mengubah limbah organik jadi biogas.

Selain itu Jepang, negara ini sangat disiplin dalam pengelolaan sampah. Mereka punya insinerator canggih yang ramah lingkungan dan sistem daur ulang plastik yang sangat efektif. Belanda fokus pada teknologi daur ulang dan waste-to-energy. Banyak jalan di Belanda yang dibuat dari plastik daur ulang.

Ada lagi negara tetangga di atas Pulau Batam, Singapura,  negara kecil ini memanfaatkan teknologi insinerasi dan mengubah abu sisa pembakaran jadi bahan bangunan dan Norwegia memanfaatkan limbah makanan untuk menghasilkan biogas yang digunakan sebagai bahan bakar transportasi umum.

Mungkin Palembang bisa meniru model dari negara-negara ini? Bisa dikombinasikan antara waste-to-energy, daur ulang, dan edukasi masyarakat biar sistemnya berjalan maksimal. Kalau Palembang bisa meniru konsep ini, sampah malah bisa jadi sumber pemasukan, bukan sekadar masalah yang terus berulang.

Terakhir, transparansi dalam proyek ini juga penting. Masyarakat harus tahu sejauh mana perkembangan proyek Motah ini, dan jangan sampai proyeknya mangkrak di tengah jalan. Kalau gak ada pengawasan ketat, bisa-bisa malah jadi proyek mubazir yang cuma jadi bahan pemberitaan tanpa hasil nyata.

Nah, sekarang tinggal eksekusinya. Apakah Palembang bakal sukses ngegas proyek ini, atau bakal ada drama baru soal pengelolaan sampah? Kita tunggu aja kelanjutannya. Yang jelas, kalau sampah dibiarkan terus, siap-siap aja Palembang punya landmark baru, Gunung Sampah Palembang.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Lihat Malam-malam Pj Bupati  Apriyadi Tinjau Perbaikan Jalan Merdeka

    Warga Lihat Malam-malam Pj Bupati  Apriyadi Tinjau Perbaikan Jalan Merdeka

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Masih ingat suatu hari Minggu malam awal September lalu Pj Bupati Muba Apriyadi meninjau perbaikan jalan di ruas Jalan Merdeka Sekayu? Ruas jalan itu kini sudah mulus. Sebuah video yang dimuat oleh  pengendara motor yang menyorot ruas jalan itu bahkan viral, di medsos Kamis (14/09/2023). Pengendara motor yang belum terungkap namanya ini berkendara […]

  • Agar Situasi Tetap Kondusif, Kapolda Metro Jaya Gelar Doa Bersama Kiai-Ulama

    Agar Situasi Tetap Kondusif, Kapolda Metro Jaya Gelar Doa Bersama Kiai-Ulama

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    KAPOLDA Metro Jaya Irjen. Pol. Fadil Imran beserta jajarannya menggelar doa bersama dengan alim ulama, kiai dan para habib agar situasi Ibu Kota tetap aman, damai, sejuk, dan kondusif di Gedung BPMJ, dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ketat. belum lama ini. Kapolda mengatakan, doa bersama alim ulama, kiai, serta habib diacara munajat awal tahun […]

  • Parkir di BKB dinilai masih berantakan, Damenta : sore ini akan temui beberapa pihak

    Parkir di BKB dinilai masih berantakan, Damenta : sore ini akan temui beberapa pihak

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.642
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Ucok Abdulrauf Damenta mengatakan perlu penataan parkir di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB).   Hal itu dikemukakannya usai meninjau beberapa titik parkir di sekitar BKB dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Kamis (26/9/2024).   Ia menilai lokasi parkir di BKB saat ini masih berantakan, ada yang menata tapi tidak […]

  • Pempinan DPRD Muba Periode 2019-2024 Diambil Sumpah &Janji Jabatan

    Pempinan DPRD Muba Periode 2019-2024 Diambil Sumpah &Janji Jabatan

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.621
    • 0Komentar

    DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan I Rapat Ke III dalam rangka Pengambilan Dalam Rangka Pengambilan Sumpah dan Janji Ketua dan Wakil Ketua DPRD Muba Masa Jabatan 2019-2024, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Selasa (8/10/2019). Peresmian dan pengucapan sumpah tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 555/KPTS/I/2019 tentang […]

  • Muaraenim Belajar ke Muba, Terkait Apa ?

    Muaraenim Belajar ke Muba, Terkait Apa ?

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muaraenim belajar kepada Kabupaten Muba terkait dengan Pelaksanaan PEDA-KTNA ke-XIV Tahun 2022. Kunjungan Pemkab Muara Enim ini sambut Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi beserta jajarannya, di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (6/2/2020) di Ruang Rapat Serasan Sekate. Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Kabupaten Muara Enim Panca Surya Diharta mengucapkan terima kasih karena dalam […]

  • Hadir Ditengah Operasi Bibir Sumbing, Bikin Orang Tua Pasien Terharu, Dodi Banjir Ucapan Terima Kasih

    Hadir Ditengah Operasi Bibir Sumbing, Bikin Orang Tua Pasien Terharu, Dodi Banjir Ucapan Terima Kasih

    • calendar_month Minggu, 16 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.581
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Ternyata diam-diam Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin hadir ditengah-tengah pasien operasi gratis bibir sumbing. Kedatangan orang nomor satu Muba guna memberi semangat para pasien, bahkan Dodi banjir ucapan terima kasih dari keluarga pasien. Suasana di ruang tunggu di RS Sekayu  tampak dipenuhi keluarga pasien, Dodi  dengan senyumnya terlihat menyapa para keluarga […]

expand_less
WordPress Archive Fleet Manager – Vehicle Management & Booking System FleetCart – Modern eCommerce CMS Flex Mag – Responsive WordPress News Theme FLEX – Multi-Purpose Joomla Template Flexblog – A Personal WordPress Blog Theme Flexbox Tables Flexible Checkout Fields PRO WooCommerce Flexible Multipurpose Theme | Flare Flexible Table Pricing Matrix for WooCommerce FlexiBlog – React Gatsby Multipurpose Blog Theme