Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Festival Malay Food Cultural Ajak Milenial Cicipi Ragam Pindang Khas Sumsel

Festival Malay Food Cultural Ajak Milenial Cicipi Ragam Pindang Khas Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
  • visibility 1.672
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan ragam budaya, dan setiap daerah nya mempunyai keunikan yang mampu menarik para wisatawan domestic maupun mancanegara. Salah satu daerah yang terkenal dengan ragam kulinernya ialah Kota Palembang, kota yang akrab di sebut sebagai Kota Pempek. Namun penting diketahui bahwa Kota Palembang tak hanya menyajikan pempek sebagai kuliner khas, tetapi ada juga pindang, mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pindang adalah Ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama.

Untuk melestarikan salah satu identitas budaya serta membangkitkan kembali industri kuliner tradisional, maka diperlukan wadah untuk mempromosikan kembali makanan khas nusantara salah satunya dengan menghadirkan festival kuliner, Festival Malay Food Cultural merupakan project dari Malay Decultural (MDC) Production yang dibuat oleh mahasiswa//I ilmu komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan Festival Malay Food Cultural ini bertajuk “traditional Culinary” yang diselenggarakan di Kopi Mibar, pada tanggal 19 Agustus 2023.

Festival Malay Food Cultural ini menyajikan berbagai jenis pindang, yakni, pindang SP Padang, pindang meranjat, pindang pegagan, tempoyak, serta berbagai jenis lalapan. Berbagai jenis pindang tersebut dihadirkan langsung oleh berbagai rumah makan yang turut serta menyukseskan festival ini, seperti Rumah Makan Pindang Bu Henny, Rumah Makan Dharmawanita, serta Rumah Makan Pindang Kurnia. Tak hanya itu dalam kegiatan ini juga menyajikan special performance seperti penampilan puisi dan pantun hingga menghadirkan band lokal yakni House Of Joy, juga didukung oleh tim Podcast Sans Uin Raden Fatah dan Komunitas Rumah Sriksetra.

Festival ini juga menghadirkan pakar budaya sekaligus sastrawan indonesia yakni Taufik Wijaya, menelisik dari materi yang di sampaikan beliau, ada beberapa kesimpulan yang didapat yakni pindang merupakan akulturasi budaya karena bumbu pindang berasal dari komoditas perdagangan di nusantara, seperti cabai yang berasal dari portugis, jahe dari china, dan kunyit dari india, serta berbagai bumbu-bumbu dari bermacam daratan yang mempresentasikan bahwa pindang merupakan makanan yang terdiri dari berbagai macam pengaruh Negara lain. Kedua yakni pindang merupakan media ekspresi para perempuan, hal ini dikarenakan dalam proses pembuatannya, para perempuan biasanya akan menceritakan dan berbagi informasi kepada sesama mereka di sela proses pembuatan pindang itu sendiri, kegiatan ini biasanya di sebut sebagai tradisi mindang oleh masyarakat Sumatera Selatan. Ketiga ramah lingkungan dan dapat di konsumsi semua lapisan masyarakat. Ramah lingkungan di karena bahan utama yakni ikan yang berasal dari sungai, sehingga dengan menjaga sungai berarti juga menjaga eksistensi pindang, jika sungai, daerah aliran sungai, mangrove di Sumatera Selatan rusak maka masakan berbahan ikan khususnya Pindang tentu akan terancam dan hal ini juga akan berpengaruh terhadap sumber ekonomi masyarakat.

Sasaran festival ini adalah kaum milenial atau anak muda, hal ini dtujukan agar kaum muda lebih mengenal makanan khas sumatera selatan dan melek terhadap kuliner pindang, dalam kegiatan ini kaum muda diberi ruang untuk mencicipi satu per satu jenis pindang yang dihidangkan. Tak hanya mencicipi tetapi juga diberikan informasi seputar jenis pindang, hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian kaum muda terhadap kuliner khas Sumatera Selatan yang satu ini.

Putri aula tsabitah selaku ketua pelaksana menuturkan “diharapkan dengan festival ini dapat menambah wawasan anak muda, termasuk saya dan teman teman yang lain untuk lebih terbuka terhadap makanan tradisional, karena pada dasarnya makanan merupakan rumah bagi lidah kita, dengan lebih mengenal makanan tradisional berarti kita juga melestarikan identitas rumah, tempat kita berasal, kegiatan ini juga merupakan salah satu kepedulian kita sebagai generasi milenial terhadap kuliner melayu yang kian hari kian terlupakan oleh karena itu dengan terselenggarakan nya festival ini juga menjadi pembuka bagi kaum milenial untuk bisa mendalami dan melestarikan budaya kuliner khas sumatera selatan.” ujarnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMF-World Bank, BI : Perubahan Iklim & Reformasi Digital Muncul Sebagai Tantangan Besar Secara Global

    IMF-World Bank, BI : Perubahan Iklim & Reformasi Digital Muncul Sebagai Tantangan Besar Secara Global

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    PEMULIHAN perekonomian global terus berlanjut, meskipun masih terdapat kesenjangan antar negara akibat perbedaan akses terhadap vaksin dan ruang untuk dukungan kebijakan.  Secara global pemulihan menghadapi berbagai faktor risiko, terutama kekhawatiran cepatnya penyebaran varian Delta dan kekhawatiran munculnya varian virus baru yang lebih agresif sehingga ketidakpastian outlook perekonomian meningkat. Selain itu, perubahan iklim dan reformasi digital juga muncul […]

  • Glass Egg – a Virtuos Studio Umumkan Ekspansi ke Dalat, Vietnam

    Glass Egg – a Virtuos Studio Umumkan Ekspansi ke Dalat, Vietnam

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA –  Glass Egg – a Virtuos Studio hari ini mengumumkan peluncuran studio produksi seni 2D dan 3D di Dalat, Vietnam. Pengumuman tersebut mengikuti akuisisi Glass Egg oleh Virtuos pada Mei 2022, dan menandai pembukaan studio keduanya di Vietnam. Bersamaan dengan studio Sparx* dan Glass Egg yang ada di Kota Ho Chi Minh, studio […]

  • Inisiatif Pendidikan Komunitas, Apple bermitra dengan lebih dari 150 organisasi untuk berikan keterampilan teknologi canggih kepada siswa di segala usia

    Inisiatif Pendidikan Komunitas, Apple bermitra dengan lebih dari 150 organisasi untuk berikan keterampilan teknologi canggih kepada siswa di segala usia

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Anak-anak bersemangat — Anda dapat mendengarnya sebelum melihatnya. Sekelompok anak usia 6 tahun yang sedang pusing, anak praremaja yang riuh, dan semua usia di antaranya membanjiri gym. Mereka masing-masing diberikan iPad untuk hari itu, dan diarahkan ke salah satu dari lima stasiun aktivitas program TechConnect. Noe Moreno dan Giovanni Victorio, keduanya berusia […]

  • Sudah Bisakah PTM Digelar,  Ini Tiga Syarat Yang Harus Dipenuhi

    Sudah Bisakah PTM Digelar, Ini Tiga Syarat Yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada para kepala sekolah untuk segera melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun PTM bisa dilakukan, setelah tiga indikator syarat ini dapat dipenuhi oleh pemangku kepentingan terkait penanganan wabah global COVID-19. Tiga syarat yang dimaksud antara lain wilayah sekolah tersebut sudah berada minimal pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat […]

  • Situasi COVID-19 Membaik PPKM Dilanjutkan

    Situasi COVID-19 Membaik PPKM Dilanjutkan

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 544
    • 0Komentar

    PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali diperpanjang dari 31 Agustus-6 September 2021. Evaluasi atas PPKM yang berlangsung 26-30 Agustus 2021 menunjukkan tren perbaikan situasi COVID-19 di tanah air dan membuat level PPKM turun di sejumlah wilayah, seperti jumlah kabupaten/kota yang terapkan PPKM Level 4 turun dari 51 kabupaten/kota menjadi 25 kabupaten/kota di periode […]

  • Terkait Anjab dan ABK, Ini Kata Sekda Palembang

    Terkait Anjab dan ABK, Ini Kata Sekda Palembang

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.460
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Tak perlu lagi ada perdebatan tentang Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) pada tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun perdebatan terkait itu harus diselesaikan melalui forum bersama. “Silahkan selesaikan melalui forum karena lebih jelas,”pesan Sekretaris Daerah [Sekda] Kota Palembang Drs Ratu Dewa Msi dalam kegiatan Asistensi Penyusunan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja di […]

expand_less
WordPress Archive Profile Builder Pro WordPress Profile Plugin Profile Card for WPBakery Page Builder (formerly Visual Composer) Profile Card V2 – Addon for WPBakery Page Builder Progress Ads – WordPress Skippable Ads Plugin Progress Bar addon for Elementor Progress Loader — WordPress Site Preloader Progress Map, Draw a Search – WordPress Plugin Progress Map, List & Filter – WordPress Plugin Progress Map WordPress Plugin Progresser – Progress Bar and Progress Circle for Elementor