Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Partisipasi Generasi Milenial dalam Mengawasi Tahapan Pemilu

Partisipasi Generasi Milenial dalam Mengawasi Tahapan Pemilu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
  • visibility 2.223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

PEMILU adalah cara untuk mempraktekkan sistem demokrasi dan mempraktekkan sila keempat Pancasila dan Pasal 1 (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemilihan orang untuk menjadi wakilnya di lembaga Eksekutif dan Legislatif di tingkat nasional dan daerah dilakukan melalui pemilihan umum. Pemilu telah dilaksanakan sejak tahun 1955 sampai yang terakhir kali yaitu tahun 2019.

Salah satu Faktor utama dalam berlangsungnya kegiatan pemilu berasal dari seberapa besar keterlibatan partisipasi masyarakat di dalam nya. Ini adalah tanda perubahan dan kemajuan yang luar biasa ketika berbagai aplikasi untuk semua pola digitalisasi muncul. Sistem informasi digital untuk keperluan kepemiluan masih terus ditambah oleh penyelenggara pemilu. Untuk menghasilkan pemilu yang kredibel, hal ini dimaksudkan. Generasi muda tidak diragukan lagi memenuhi syarat untuk melakukan tugas pengawasan partisipatif karena mereka terbiasa dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk menjaga pesta demokrasi ini selama lima tahun ke depan, terutama di kalangan anak muda.

Banyak aspek di tahap awal pemilu yang krusial untuk diperhatikan. Ketika data pemilih sedang diperbarui, misalnya. Pengawas sekarang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa nama orang yang memenuhi kriteria untuk memilih terdaftar sebagai pemilih. Tahap nominasi adalah tahap berikutnya, di mana supervisor diharuskan memastikan bahwa profil kandidat yang mencalonkan diri sudah sesuai. Selanjutnya adalah fase kampanye, di mana materi kampanye peserta pemilu membutuhkan pengawasan publik secara langsung. Tahap akhir yang akan menentukan hasil dikenal dengan pemungutan suara, penghitungan, dan rekapitulasi suara. Mengingat banyaknya TPS di Indonesia, penting bagi anak muda untuk mencoblos sekaligus menjadi pengawas pemilu. Jika laporan dari masyarakat umum atau hasil dari pengawasan partisipatif diterima pada tahap manapun, Bawaslu akan menanggapinya sesuai dengan ketentuan hukum yang relevan.

Namun, tidak mudah untuk membuat gerakan sambil terlibat dalam pengawasan partisipatif dengan kaum muda. Masalah terkait pemilu umumnya tidak menarik minat anak muda. Pemuda sebenarnya tidak tertarik karena politik masih memiliki kualitas yang buruk dan tidak cukup banyak pemuda di pemerintahan. Dengan dimulainya Gerakan Pengawasan Pemilu Partisipatif dan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif sebagai salah satu cara untuk melibatkan generasi muda dalam pengawasan pemilu, Bawaslu sebagai lembaga yang memiliki mandat pengawasan telah mencapai terobosan yang memungkinkan lebih banyak pihak memahami tanggung jawab, prinsip, dan fungsi pengawasan pemilu ke depan, yang akan berdampak pada peningkatan jumlah pemilih yang terlibat aktif dalam proses pemilu.

Bagi anak muda, bukanlah keputusan yang bijaksana untuk hanya mengandalkan fungsi dan efektivitas lembaga negara (KPU dan Bawaslu) sambil pasif menyaksikan bagaimana proses pemilu 2024 berjalan. Waktunya telah tiba bagi kaum muda untuk mulai mengubah gerakan moral menjadi gerakan sosial.

Perorangan warga, organisasi kemasyarakatan pemuda, kelompok sosial, bahkan kelompok korporasi hanyalah beberapa contoh dari divisi kepemudaan yang harus berkolaborasi dan bekerja sama mengawal proses pemilu 2024 selain sekadar hadir untuk mencoblos di TPS nanti.

Namun, mereka juga ikut memantau proses pemilu dengan bekerja sebagai relawan untuk organisasi seperti Koalisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan kelompok pemantau pemilu.

Kaum muda dapat berpartisipasi dalam proses pemilu dengan membuat keputusan berdasarkan informasi dengan menyadari topik yang dipertaruhkan dalam pemilu dan hak mereka untuk memilih. Pemuda dapat berperan sebagai penyelenggara pemilu di tingkat daerah, desa, dan kelurahan, seperti halnya pada poin kedua. Ketiga, mencalonkan diri. Dari pusat hingga provinsi, anak muda bisa langsung berkontribusi dengan mencalonkan diri. Melalui ini, kaum muda akan memiliki kesempatan untuk mempengaruhi politik dan memajukan tujuan-tujuan penting. Keempat, bergabung dengan tim pemenangan bagi calon yang mencalonkan diri untuk jabatan legislatif atau eksekutif. Dengan bergabung dalam tim pemenangan, generasi muda akan belajar tentang dinamika politik dan elektoral, yang nantinya akan berguna bagi proses pembangunan demokrasi.[***]

 

Penulis: Intan Sri Rahayu

Mahasiswa FISIP UIN Raden Fatah

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Iklim Usaha Industri yang Kondusif, Pusri – Polda Sumsel Teken MoU

    Wujudkan Iklim Usaha Industri yang Kondusif, Pusri – Polda Sumsel Teken MoU

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.512
    • 0Komentar

    PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) melaksanakan penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Senin (7/3/2022). Sebagai salah satu obyek vital nasional sektor industri yang ada di Indonesia, PT Pusri bekerjasama dengan Polda Sumsel dalam penyelenggaraan pengamanan kegiatan usaha untuk meningkatkan koordinasi, bantuan pengamanan, pembinaan […]

  • Silaturahmi Bersama  IKKM, Gubernur Ajak Warga Komering  Jaga Persatuan

    Silaturahmi Bersama  IKKM, Gubernur Ajak Warga Komering  Jaga Persatuan

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

    SILATURAHMI Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman  Deru dengan masyarakat komering yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Komering Mengulak (IKKM) Kabupaten OKU Timur disambut warga dengan  sukacita terlebih kehadiran sang gubernur dekat dengan rakyat ini membawa  bantuan beras 3,5 ton diperuntukan anggota IKKM. Dalam silaturahami gubernur dengan IKKM yang dipusatkan  di halaman Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya […]

  • Ketika Pemkot Sulap Lorong Basah Seperti ‘Negeri Tirai Bambu’ di Malam Hari

    Ketika Pemkot Sulap Lorong Basah Seperti ‘Negeri Tirai Bambu’ di Malam Hari

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    “Saat ini lakukan bertahap demi bertahap, berlahan tapi pasti, “

  • Literasi Digital, Bisakah Cegah Kekerasan Gender Online

    Literasi Digital, Bisakah Cegah Kekerasan Gender Online

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menyebutkan risiko Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di internet terus meningkat. Oleh karena itu, Menteri Bintang mengimbau agar semua sektor dapat bekerja sama untuk melakukan pencegahan. “KBGO jadi tantangan tersendiri karena pelaku bisa berlindung dalam akun anonim dan sulit ditemukan. Sehingga, kekerasan yang tadinya terbatas fisik dan […]

  • LSM Nyaris Bentrok di Ruang Dialog PT Pusri,  Mau Tahu Tuntutannya ?

    LSM Nyaris Bentrok di Ruang Dialog PT Pusri, Mau Tahu Tuntutannya ?

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.934
    • 0Komentar

    LSM menggugat sistem monopoli dilakukan Pusri yang mematikan kesempatan para pengusaha kecil dan kebijakan profit oriented pelayanan kesehatan di rumah sakit PT Pusri

  • Semen Baturaja Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 Wil.OKU
    CSR

    Semen Baturaja Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 Wil.OKU

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.906
    • 0Komentar

    Wabah virus Corona (Covid-19) telah menyebar di lebih dari 282 kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah, meskipun sudah ada penurunan kurva kasus positif dan naiknya kasus sembuh akibat Covid-19 ini.   PER tanggal 26 April 2020, tercatat sebanyak 129 kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai daerah. Dalam upaya pencegahan […]

expand_less
WordPress Archive Grand Portfolio | Portfolio WordPress Grand Portfolio WordPress Grand Restaurant Cafe WordPress Theme Grand Wedding WordPress Grandium – Hotel Booking WordPress Theme Grandpoza – Construction WordPress Theme Granite – Construction & Building Company Elementor Template Kit Grankare – Senior Care WordPress Theme Granny – Elegant Restaurant & Cafe WordPress Theme Grano – Organic & Food WordPress Theme