Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kasus TBC di Indonesia Banyak di Alami Kelompok Produktif Usia 45-54 Tahun

Kasus TBC di Indonesia Banyak di Alami Kelompok Produktif Usia 45-54 Tahun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Mar 2023
  • visibility 868
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, -Berdasarkan Global TB Report tahun 2022 jumlah kasus TBC terbanyak pada kelompok usia produktif terutama pada usia 25 sampai 34 tahun. Di Indonesia jumlah kasus TBC terbanyak yaitu pada kelompok usia produktif terutama pada usia 45 sampai 54 tahun.

 

Usia tersebut merupakan usia dimana mayoritas orang-orang bekerja. Pemerintah memfokuskan pengendalian TBC bagi para pekerja melalui Permenkes nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TBC dan Permenaker nomor 13 tahun 2002 tentang Penanggulangan TBC di Tempat Kerja.

 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr. Imran Pambudi, MPHM mengatakan jumlah kasus TBC sensitif obat berdasarkan jenis pekerjaan tahun 2022 paling banyak dialami oleh buruh sebanyak 54.800 orang, petani 51.900 orang, dan wiraswasta 44.200 orang.

 

Sementara untuk jumlah kasus TBC resisten obat berdasarkan jenis pekerjaan Tahun 2022 paling banyak ada di wiraswasta 751 orang, buruh 635 orang, dan pegawai swasta BUMN atau BUMD 564 orang.

 

Angka keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 85%, paling tinggi ada pada tenaga profesional medis 79%, tenaga profesional non medis 78%, PNS 73%, kemudian disusul dengan yang lain.

 

Sementara angka keberhasilan pengobatan TBC resisten obat di Indonesia tahun 2022 secara umum keberhasilannya 55%. Dari angka tersebut yang paling tinggi adalah tenaga profesional medis 75%, tenaga profesional non medis 67%, guru atau dosen 66%, diikuti profesi yang lainnya.

 

”Edukasi itu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan TBC karena pengobatannya lama. Kalau TB SO itu 6 bulan minimal, kalau TB RO itu minimal 1 tahun,” ujar dr. Imran pada konferensi pers hari TBC Sedunia 2023, Jumat (17/3) secara virtual.

Berdasarkan data kependudukan BPS 2022 lebih dari 80% pekerja informal tidak mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan. Menurut Imran, ini jadi tantangan bersama bagaimana membuat mereka mempunyai akses yang baik.

 

Dalam Strategi Nasional Eliminasi TBC yang tertuang pada Perpres nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis ada sejumlah strategi mengatasi TBC di Indonesia. Mulai dari penguatan komitmen, peningkatan akses layanan TBC, optimalisasi upaya promosi dan pencegahan TBC, pengobatan TBC dan pengendalian infeksi, kemudian pemanfaatan hasil riset dan teknologi.

 

Direktorat Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Maptuha menjelaskan Kemenaker menyusun Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 13 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja. Sasaran dari pelaksanaan Permenaker ini adalah pengusaha dan pengurus perusahaan, dokter perusahaan, pekerja atau buruh, dan bagi pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan pengawasan pelaksanaan penanggulangan tuberkulosis di tempat kerja.

 

”Upaya yang telah dilakukan Kemenaker dalam rangka penanggulangan TBC di tempat kerja adalah pada Tahun 2022 kami melakukan identifikasi risiko tinggi tuberkulosis di tempat kerja menggunakan formulir screening di 6 wilayah yaitu Jawa Tengah 1050 pekerja, Jawa Barat 2.719 pekerja, DKI Jakarta 100 pekerja, Jawa Timur 327 pekerja, Sumatera Utara 150 pekerja, dan Banten 409 pekerja,” ucapnya.

 

Selanjutnya sosialisasi pencegahan pengendalian kasus TBC serta strategi DOTS di tempat kerja dilakukan di 5 wilayah yaitu Banten, Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah.

 

Maptuha menambahkan rencana kegiatan penanggulangan tuberkulosis tahun 2023 yaitu sosialisasi penanggulangan TBC di tempat kerja sebanyak 500 orang pada 3 wilayah, dan screening TBC kepada pekerja di 18 wilayah.

 

Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof dr. Dwi Sutanto mengatakan hampir semua organ tubuh manusia bisa terkena TBC, tetapi yang paling sering adalah paru-paru.

 

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko infeksi TBC adalah penyakit yang memperburuk imunitas tubuh seperti HIV/ AIDS, diabetes, gangguan gizi, gagal ginjal, alkohol, perokok.

 

”Pekerja beresiko karena faktor risiko bekerja bisa karena usia masa kerja dan pajanan bahan di tempat kerja. Beberapa pajanan bahan di tempat kerja itu menyebabkan kondisi dan daya tahan tubuh di paru-paru menurun, contohnya seperti silika dan bahan-bahan toxic lainnya yang terhirup itu dapat merusak sistem pertahanan paru. Akibatnya kalau kena infeksi TBC paru-paru lebih rentan terinfeksi,” tutur Prof. Dwi.

 

Ventilasi di tempat kerja kurang baik, pencegahan infeksi di tempat kerja yang tidak berjalan, dan APD yang tidak digunakan optimal sampai kebiasaan merokok akan berisiko tinggi terinfeksi TBC.

 

Gejala seseorang terinfeksi TBC adalah batuk-batuk berdahak, batuk berdarah, sesak napas, lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, berkeringat malam hari, dan demam meriang.

 

”Tujuan pengobatan TBC adalah untuk menyembuhkan. Jadi kalau sudah ada yang terkena TBC wajib diobati supaya tidak menular kepada orang lain, produktivitas dan kualitas hidupnya menjadi lebih bagus, terutama bagi pekerja,” ungkap Prof. Dwi.

 

Keterlibatan perusahaan dalam upaya mengatasi TBC pada karyawannya sangat diperlukan. PT. Otsuka misalnya, perusahaan tersebut memiliki kefokusan dalam mengatasi TBC melalui program Free TBC @Workplaces.

 

Corporate Communication PT. Otsuka Sudarmadi Widodo menjelaskan program tersebut dibuat berdasarkan Permenkes nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TBC dan Permenaker nomor 13 tahun 2002 tentang Penanggulangan TBC di Tempat Kerja.

 

”Kami menginisiasi program Free TBC @Workplaces, tujuannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas TBC dan eliminasi stigma tentang TBC,” katanya.

 

Program itu fokus pada mencegah timbulnya stigma negatif dan membangun kepedulian untuk mengatasi TBC sampai sembuh. Upaya yang dilakukan antara lain menyediakan nutrisionis.

 

”Kita ingin selain melakukan pengobatan, kita juga mengupayakan disiplin nutrisi, edukasi dengan nutrisi yang baik, dan kita juga memberikan support nutrisi makanan tambahan yang tinggi protein untuk membantu konsumsi nutrisi yang baik,” tutur Widodo.

 

Setelah itu dilakukan monitoring perkembangan klinis pegawai oleh dokter. Pihaknya juga berupaya berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menghapus stigma negatif.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gunung-agung-bali

    Status Gunung Agung Meningkat, 34.931 Warga Mengungsi

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    Jumlah warga di sekitar Gunung Agung, Karang Asem, Bali, yang mengungsi menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung terus bertambah. Laporan yang masuk ke Pusdalops BPBD Provinsi Bali, jumlah pengungsi tercatat 34.931 jiwa, dan tersebar di 238 titik pengungsian di 7 Kabupaten di Bali.

  • Agar Pembangunan Merata, Sumsel Butuh Santri Berkarakter

    Agar Pembangunan Merata, Sumsel Butuh Santri Berkarakter

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Peran santri sangat dibutuhkan dalam menciptakan pembangunan yang adil dan merata, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan(Sumsel), karena santri adalah salah satu aset terbesar bangsa ini, untuk membentuk karakter yang dilandasi oleh iman dan ilmu. Demikian yang dikatakan, Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumsel bernomor urut 46, Muhammad Arif Gunawan (MAG), saat […]

  • “Trial Adventure”, Oh Ini Rupanya Alasan yang Bikin Bupati Muba Minta Izin ke Pangdam III Sriwijaya

    “Trial Adventure”, Oh Ini Rupanya Alasan yang Bikin Bupati Muba Minta Izin ke Pangdam III Sriwijaya

    • calendar_month Minggu, 6 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    PANGDAM II Sriwijaya menggelar Trial Adventure dan Bakti Sosial di Kecamatan Plakat Tinggi. Alex Noerdin Lic Econ MBA,Bupati Muba meminta izin tidak bisa mengikuti, karena dijadwalkan mengikuti syuting film, yakni film dokumenter yang diperankan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atas kepedulian dan keberhasilan Bupati Muba dan Presiden Jokowi dalam implementasi pemberdayaan serta inovasi yang berkelanjutan […]

  • Banjirnya Sudah Surut, Jangan Sampai Penyakitnya Ngambek!

    Banjirnya Sudah Surut, Jangan Sampai Penyakitnya Ngambek!

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau banjir bisa kita usir dengan pompa dan doa berjamaah, lain cerita dengan penyakit. Ini makhluk halus versi medis, datangnya tak diundang, pulangnya ogah-ogahan. Begitu air surut, penyakit malah datang ngeluyur seperti tetangga yang baru tahu rumah kita habis disemprot disinfektan pura-pura mau bantu, padahal numpang ngopi. Untunglah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) […]

  • Gubernur Jelaskan, Netizen Hanya Tahu Pembangunan Merupakan Tanggung Jawab Pemimpin Daerah

    Gubernur Jelaskan, Netizen Hanya Tahu Pembangunan Merupakan Tanggung Jawab Pemimpin Daerah

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru katakan pembangunan Infrastruktur oleh masyarakat khususnya netizen kurang dipahami apakah itu merupakan kewenangan dan tanggungjawab pemerintah pusat atau kabupaten. Yang jelas masyarakat menilai bagus atau tidaknya Infrastruktur khususnya jalan merupakan tanggung jawab Gubernur. Hal tersebut diutarakan HD saat peninjauan pemotongan Hewan Qurban Pegawai Dinas PU dan Tata Ruang Prov. […]

  • Untuk Mengatasi Makanan Kadaluarsa,  Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Sabayur

    Untuk Mengatasi Makanan Kadaluarsa, Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Sabayur

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.277
    • 0Komentar

    TIMBUNAN makanan yang hilang (food loss) dan makanan yang terbuang (food waste) di Indonesia selama 20 tahun terakhir mencapai lebih 48 juta ton per tahun, yang menyumbang 7,29% rata-rata emisi gas rumah kaca Indonesia dan itu perlu dicari solusinya. Untuk menuntaskan problema tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ciptakan aplikasi SABAYUR yang dapat mempermudah […]

expand_less
WordPress Archive Atisa – Interactive Portfolio Showcase WordPress Theme Atoms – Blog & Magazine Elementor Template Kit Atos – Construction Elementor Template Kit AtoZ – Blog & Magazine Elementor Template Kit AtoZ SEO Tools – Search Engine Optimization Tools Atra – Creative Agency Elementor Template Kit Atravel – Travel Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Atria – Animals & Shelter Charity WordPress Theme Attitude – Multi-Purpose WordPress Theme AttorCO – Attorney & Lawyers WordPress Theme