Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » BRIN Dorong Riset Baterai, Ini Alasannya..

BRIN Dorong Riset Baterai, Ini Alasannya..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
  • visibility 651
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co..id,Tangerang Selatan – Pertumbuhan kendaraan listrik baik roda dua maupun empat terus meningkat,  seiring dengan isu menipisnya cadangan sumber bahan bakar dari fosil. Berbicara soal kendaraan listrik tidak dapat dilepaskan dari baterai sebagai komponen utamanya.

 

Baterai merupakan teknologi kunci dalam kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) maupun sebagai media penyimpan energi pada sistem energi baru dan terbarukan (EBT). Dalam merespon perkembangan hal tersebut, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengembangkan industri kendaraan listrik di dalam negeri, dengan mengeluarkan Perpres No 55 Tahun 2019 tentang percepatan program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

 

Sehingga kehadiran industri baterai nasional merupakan keniscayaan. Di sisi lain, energi merupakan salah satu prioritas riset dan inovasi nasional. Maka kegiatan riset dan inovasi baterai untuk kendaraan listrik maupun penyimpan energi sangat penting untuk dilakukan.

 

Terkait hal tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Nano Teknologi dan Material (ORNM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema Strategi Penguatan Riset dan Inovasi Baterai Li-Ion Internal BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi BJ. Habibie, Serpong, Kamis (22/09). Kegiatan ini merupakan forum komunikasi dan berbagi informasi kegiatan, termasuk ketersediaan dan kebutuhan fasilitas riset, serta diskusi mewujudkan peta jalan riset yang saling mendukung.

 

Kepala ORNM, Ratno Nuryadi mengatakan, baterai ini termasuk salah satu output dari Pusat Riset (PR) Material Maju. “Di PR Material Maju ada satu kelompok riset yang khusus tentang baterai. Di sana berkumpul para pakar yang sebelumnya terpencar di beberapa LPNK bergabung di sini. Harapannya ke depan semakin bagus koordinasinya,” ujarnya.

 

“Baterai merupakan salah satu rumah program ORNM di tahun 2023. Kami ingin berusaha mengawal agar dari sisi hulu hingga hilir bisa ada peta jalan dengan baik, sehingga kami berusaha mengawal baik dari sisi hulu, intermediet, maupun hilir, serta kita bisa mendesain riset dan inovasi baterai ke depannya,” terang Ratno.

 

 

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden No 7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Baterai ini di masa depan menjadi tantangan yang besar bagi kita, karena pada tahun 2040 diharapkan kendaraan berbasis listrik juga digunakan bagi masyarakat luas, jadi ini merupakan peluang kita bersama,” tegas Ratno.

 

Pada FGD ini diperoleh dua poin rekomendasi sinergi dan peta jalan riset, yakni material untuk baterai serta manufaktur dan aplikasi baterai. Riset baterai merupakan peran penting dalam perkembangan riset  dan inovasi kendaraan listrik. Tahun 2022 ini merupakan tahun kebangkitan kendaraan listrik. Terbukti dengan semakin maraknya pameran kendaraan listrik dalam kurun waktu belakangan ini.

 

“Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki industri manufaktur baterai, terutama untuk komponen utama kendaraan listrik. Untuk materai baterai, mungkin sudah ada permulaan, meskipun baru dalam tahap ground-breaking,” ungkap Ratno.

 

Dalam riset material untuk baterai, pengembangan mineral penting, material aktif dan sel baterai telah dilakukan cukup lama dan memiliki rekam jejak yang sudah terbentuk di berbagai organisasi riset dan pusat riset di BRIN. Antara lain bahan baku baterai dari sumber daya lokal berbasis sumber daya primer dan sekunder, seperti ekstraksi sumber litium dari pengolahan bijih emas/besi, serta ekstraksi dari baterai bekas (recycling) atau urban mining.

 

Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak industri PT INTERCALLIN, bahwa jenis Li baterai yang saat ini berkembang dan digunakan untuk berbagai aplikasi di Indonesia adalah terutama berbasis jenis LFP dan MNC. “Oleh karena itu, perlu adanya redesain klister dan peta jalan riset material hulu dan hilir berdasarkan hasil-hasil penelitian yang ada supaya lebih terintegrasi dan terfokus. Sekaligus untuk dapat lebih bersinergi dan hilirisasi dengan pihak industri, khususnya dalam penyediaan material prekursor baterai. Diharapkan juga akan disepakati jenis material alternatif jenis material baterai,” urai Ratno.

 

“Selain itu, perlu dikembangkan riset desain battery pack untuk peningkatan efisiensi baterai yang tinggi, melalui perekayasaan densitas berat atau volume khususnya berbasis jenis LFP. Terkait dengan proses rantai pasok, umur pakai, dan keekonomian sebagai alternatif jenis NMC, sehingga dapat lebih kompetitif dan variatif,” imbuhnya.

 

Ada fakta bahwa saat ini pihak industri mengalami kesulitan dalam penyediaan bahan baku prekursor atau material aktif baterai. Sementara di sisi lain riset pengembangan material prekursor di BRIN sudah dilakukan cukup lama dan telah menghasilkan banyak paten. “Oleh karena itu, perlu adanya dukungan kebijakan riset intermediasi peningkatan skala lab menuju skala pilot untuk mempercepat hilirisasi baterai dengan TKDN tinggi dan mendukung Perpres No 7 tahun 2022,” kata Ratno.

 

Menurut Ratno, perlu ada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk sinergi riset menufaktur dan aplikasi baterai di BRIN. ”Antara lain Battery Management System (MBS), Battery Thermal Management System, Lightweight Battery Pack, Fast Charging, Lifecycle dan Safety Testing, juga riset peningkatan komponen lokal kendaraan listrik. Serta perlu adanya suatu laboratorium rujukan untuk sistem pengujian baterai, terutama baterai impor untuk kualitas produk dan perlindungan konsumen,” jelasnya.

 

“Riset dan Inovasi baterai Li-ion harus dilakukan dari hulu hingga hilir, sehingga Indonesia mampu mendukung rantai pasok baterai mulai dari bahan baku, manufaktur dan perakitan sel baterai, pengujian hingga daur ulang. Termasuk perangkat elektronika pendukung aplikasinya,” lanjut Ratno.

 

Senada disampaikan Kepala OR Energi dan Manufaktur (OREM), Haznan Abimanyu, pentingnya pengembangan riset baterai melalui manufaktur.  “Inisiasi FGD baterai ini sangat bagus untuk menyatukan pikiran atau ide-ide tentang penelitian baterai dalam menyatukan SDM, dana, maupun peralatan, sehingga dapat mencapai target yang kita rencanakan bersama,” ucap Haznan.

 

Haznan menerangkan, manufaktur menjadi hal penting untuk diperhatikan. “Tahun ini merupakan kebangkitan kendaraan listrik dan baterai. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya pameran kendaraan listrik di beberapa tempat. Perpres tentang kendaraan EV sudah dikeluarkan oleh Presiden. Menjadi perhatian kita apakah komponen utama dari baterai itu sendiri tersedia di dalam negeri apa belum? Dan manufaktur juga sampai saat ini apakah sudah tersedia? Oleh sebab itu, melalui FGD ini kita bersama-sama mengembangkan dan mewujudkan sesuatu yang besar skala industri tentunya,” pungkas Haznan.[***]

naskah &foto :brin

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi ICSB Dukung Kemajuan UMKM

    Apresiasi ICSB Dukung Kemajuan UMKM

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    INDONESIA Council For Small Business (ICSB) Musi Banyuasin menginisiasi kegiatan Muba Ramadhan Festival dengan menghadirkan para pelaku usaha mikro kecil menengah, bertempat di halaman depan Gedung Rumah Gambo Muba Kecamatan Sekayu.   Event yang dilaksanakan pada tanggal 25-27 April 2022 tersebut dibuka secara langsung oleh Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP, Senin (25/4/2022).   […]

  • Skakmat! KPK Tangkap 8 Orang di OKU

    Skakmat! KPK Tangkap 8 Orang di OKU

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – KPK kembali bikin geger!.KPK baru aja ngerjain operasi senyap dan nangkap delapan orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Siapa aja yang kena? Ada anggota DPRD OKU plus beberapa pengembang yang diduga punya “mainan” sendiri. Nggak cuma orangnya, KPK juga berhasil mengamankan sejumlah uang yang masih dalam proses […]

  • Sumsel Kejar Pembiayaan Alternatif, Data Dikebut

    Sumsel Kejar Pembiayaan Alternatif, Data Dikebut

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mempercepat penyusunan dan penyempurnaan data pembiayaan alternatif setelah pemerintah pusat memberikan perpanjangan waktu penilaian. Langkah ini menjadi penentu kesiapan daerah untuk keluar dari ketergantungan pada skema anggaran konvensional. Percepatan itu mengemuka dalam rapat daring yang digelar Kamis (26/3/2026), dipimpin Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan. Pemerintah pusat menegaskan […]

  • Update COVID-19 Muba: Dirawat 24 Hari, Kasus 44 di Muba Dinyatakan Sembuh 

    Update COVID-19 Muba: Dirawat 24 Hari, Kasus 44 di Muba Dinyatakan Sembuh 

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (18/7/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh, dengan demikian totap kasus sembuh COVID-19 di Muba berjumlah 46 kasus. Penambahan kasus sembuh ini dialami kasus 44 asal Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin yang sebelumnya mendapatkan perawatan intensif selama  24 hari di RSUD Sekayu. “Ya, […]

  • Cegah Gajah Liar Masuk Kebun Warga, Muba Bakal Pasang Sirine di Perkebunan

    Cegah Gajah Liar Masuk Kebun Warga, Muba Bakal Pasang Sirine di Perkebunan

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU- Persoalan gajah liar yang kerap kali masuk ke perkampungan dan perkebunan warga belakangan ini di Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) Kabupaten Musi Banyuasin menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Bahkan, Kamis (29/11/2018) pihak BKSDA Sumsel bersama tim dari Pemkab Muba serta perangkat Kecamatan dan Desa di BHL turun ke lokasi di […]

  • Di Balik Panti, Ada Revolusi Pangan

    Di Balik Panti, Ada Revolusi Pangan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PANTI sosial biasanya tak masuk daftar lokasi wisata, apalagi tempat studi banding buat urusan pangan, namun belakangan, satu panti di Palembang sukses bikin orang mengernyitkan dahi lalu tersenyum, bukan karena lelenya tak cuma berenang, tapi seolah bisa ngobrol, lalu ayam berkokok bukan sekadar alarm, tapi ada sinyal perubahan, bahkan menyimpan asa, karena ada revolusi kecil […]

expand_less
WordPress Archive Gana – Music and Event WordPress Theme gAppointments – Appointment booking addon for Gravity Forms Garanti 3D Virtual POS Gateway for WooCommerce Garax – Automotive WordPress Theme Garda – Gardening WordPress Theme Garden Care – Gardening and Landscaping WordPress Theme Garden HUB – Lawn & Landscaping WordPress Theme Garden – Landscape Gardening WordPress Theme Garvest – Nature Cottages Elementor Template Kit Gastros Garage – Motorcycle Service Repair Elementor Template Kit