Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Dampak Pandemi Covid, Mensos Beri Dukungan kepada Anak yang menjadi Yatim, Piatu dan Yatim Piatu

Dampak Pandemi Covid, Mensos Beri Dukungan kepada Anak yang menjadi Yatim, Piatu dan Yatim Piatu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
  • visibility 803
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Sosial terus memastikan hak anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19 melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Kementerian Sosial telah memberikan dukungan ATENSI kepada Anak-anak ini di beberapa daerah.

Hilangnya pengasuhan utama kepada anak dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak, diantaranya tidak terpenuhinya kebutuhan dasar, tidak adanya pengasuhan dalam keseharian anak, masalah psikososial anak dengan keluarga baru, terabaikan hak-hak anak terkait identitas, terabaikan pendidikan anak, terabaikan kesehatan anak, rentan mengalami kekerasan dan penelantaran serta anak rentan dikirim ke lembaga-lembaga pengasuhan.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa dukungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu ini akan disalurkan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Anak. Program ini guna mendukung kehidupan anak dan mengurangi beban keluarga dalam mengasuh anak yatim, piatu dan yatim piatu.

Program ATENSI Anak ini mencakup dukungan pemenuhan hak hidup layak, layanan perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi sosial psikologis, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, bantuan sosial/asistensi sosial dan dukungan aksesibilitas.

Wahyudin, Anak berusia 15 tahun yang duduk di kelas 1 SMK menjadi salah satu penerima manfaat Kementerian Sosial pada program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Ia mendapat tabungan senilai Rp.200 ribu yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sembako dan nutrisi.

Wahyudin termasuk dalam 20 anak yatim, piatu dan yatim piatu yang menerima bantuan ATENSI berupa tabungan Bank Mandiri yang diserahkan Mensos Risma saat kunjungan kerja ke Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

“Terima kasih kepada Kementerian Sosial, saya senang dapat tabungan. Nanti akan saya belikan perlengkapan sekolah dan beli vitamin,” ungkapnya.

Bagi Wahyudin yang merupakan anak pertama dari 3 bersaudara ini, bantuan ATENSI Kementerian Sosial menjadi bantuan pertama dari pemerintah untuk dirinya. Sepeninggalan almarhumah Ibunya, kondisi ekonomi keluarganya makin kacau, karena Bapaknya hanya bekerja sendiri sebagai kuli panggul di pasar.

Ini juga yang menjadi alasan ia tetap bertekad untuk melanjutkan sekolah bagaimana pun caranya. Ia ingin bisa membantu Bapaknya dalam memenuhi kebutuhan keluarga kelak pasca lulus sekolah.

Sama harunya yang dirasakan oleh Diana Tresnawati, Ibu dari Anak Nadira (10 tahun) dan Nizam (10 bulan) yang ayahnya meninggal karena Covid-19. Dibalik rasa senang anak-anaknya dapat dukungan dari Kementerian Sosial, tentu masih terpukul dengan kepergian suaminya (ayah dari Nadira dan Nizam).

“Saya sangat mengapresiasi, Mensos Risma mau memperhatikan posisi anak-anak yang ditinggal meninggal oleh orang tuanya karena Covid-19. Semoga program ini bisa terus berlanjut untuk anak-anak lainnya yang punya kondisi yang sama dengan Nizam,” katanya.

Sebelumnya, dukungan ATENSI bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu terdampak Covid-19 juga telah diberikan di beberapa wilayah, seperti di Sragen, Jawa Tengah sebanyak 200 anak pada Selasa (24/8) dan di Serang, Banten diberikan kepada 5 anak pada Jum’at (27/8). Dukungan ATENSI ini untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti sembako dan nutrisi.

Kementerian Sosial telah mengusulkan anggaran bagi penanganan 4.043.622 anak yatim, piatu dam yatim piatu baik yang ditinggal meninggal orang tuanya karena Covid-19, yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) maupun yang diasuh oleh keluarga tidak mampu.

Indeks bantuan bagi anak belum sekolah sebesar Rp.300 ribu/anak/bulan dan anak sudah sekolah sebesar Rp.200 ribu/anak/bulan. Jangka waktu pemberian bantuan ini adalah 12 bulan.
Kemensos (***)

  1. Ril
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mari Berdiri Tegak Beberapa Menit, Saat 17 Agustus 2021 Pukul 10.17 WIB

    Mari Berdiri Tegak Beberapa Menit, Saat 17 Agustus 2021 Pukul 10.17 WIB

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    UPACARA Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021 mendatang akan digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.Keterlibatan aktif seluruh undangan dan masyarakat akan dilakukan secara virtual. Untuk menjaga kekhidmatan acara dan menghormati peringatan tersebut, seluruh masyarakat diharapkan dapat menghentikan kegiatan sejenak dan mengambil sikap sempurna pada 17 Agustus 2020 pukul […]

  • Kepiawaian Petarung MTsN Lingga di Ajang Silat internasional Hingga Raih Medali Perak

    Kepiawaian Petarung MTsN Lingga di Ajang Silat internasional Hingga Raih Medali Perak

    • calendar_month Minggu, 23 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.536
    • 0Komentar

    PETARUNG MTsN Lingga kembali menampilkan kepiawaiannya di ajang silat internasional hingga meraih medali perak. Apsu Prisehelvia Tri Putri, mewakili Indonesia di kancah dunia setelah menang sejak tingkat kabupaten hingga nasional. Berlaga di ajang yang diikuti atlet dari beberapa negara, Apsu berhasil meraih medali perak di kategori jurus tunggal yang diselenggarakan secara virtual. Negara-negara pesaing yang […]

  • Para Menteri Ekonomi ASEAN Sepakat 5 dari 13 Prioritas Ekonomi ASEAN 2021

    Para Menteri Ekonomi ASEAN Sepakat 5 dari 13 Prioritas Ekonomi ASEAN 2021

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    VAKSIN COVID-19 dan dimulainya program vaksinasi, diyakini akan mendorong upaya pemulihan ekonomi dan penguatan rantai nilai global (global value chain) di kawasan. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi bersama sembilan Menteri Ekonomi/Perdagangan Negara Anggota ASEAN lainnya dalam Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM Retreat) ke-27 yang dilaksanakan secara virtual, kemarin. “Indonesia […]

  • Jubir Sumsel : Masyarakat Jangan Bosan Bantu Cegah Covid-19 di Sumsel

    Jubir Sumsel : Masyarakat Jangan Bosan Bantu Cegah Covid-19 di Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    TIM Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel berpesan agar masyarakat jangan pernah menyerah untuk membantu pemerintah dalam mencegah meluasnya penularan Covid-19 di Sumsel. Bahkan dia juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah dengan mengedepankan protokol kesehatan setiap melakukan aktivitas apapun. Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab saat ini wabah Covid-19 di Sumsel […]

  • 800 Dokter Anastesi Bakal Kumpul di Palembang, Ada Apa?

    800 Dokter Anastesi Bakal Kumpul di Palembang, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 1 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.695
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan keprihatianannya atas minimnya jumlah dokter anastesi yang ada di Sumsel. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Panpel 6th National Meeting Indonesian Society of Anesthesiology for Pain Management,di ruang tamu gubernur, Senin (31/12/2018). “Sejak saya jadi Bupati kekurangan dokter anastesi ini sudah jadi masalah. Makanya jika nanti ada workshop […]

  • Desa Wisata, Dari Angkringan ke Asta Cita, Dari Sawah Jadi Wisata Dunia

    Desa Wisata, Dari Angkringan ke Asta Cita, Dari Sawah Jadi Wisata Dunia

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    PERNAH nggak, liburan bareng keluarga tapi ujung-ujungnya malah lebih capek daripada kerja? Saya pernah. Niatnya refreshing, tapi begitu sampai di pantai, bukannya main pasir, malah sibuk ngejagain sandal takut ketuker sama sandal orang lain. Itu pun sambil makan nasi uduk yang dibungkus dari rumah, biar hemat katanya, inilah liburan ala rakyat jelata hemat, merakyat, tapi […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Enterprise Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Essence Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Executive Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Foodie Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Hello Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Infinity Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Kickstart Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Magazine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Mai Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme