Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Dampak Pandemi Covid, Mensos Beri Dukungan kepada Anak yang menjadi Yatim, Piatu dan Yatim Piatu

Dampak Pandemi Covid, Mensos Beri Dukungan kepada Anak yang menjadi Yatim, Piatu dan Yatim Piatu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
  • visibility 794
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Sosial terus memastikan hak anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19 melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Kementerian Sosial telah memberikan dukungan ATENSI kepada Anak-anak ini di beberapa daerah.

Hilangnya pengasuhan utama kepada anak dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak, diantaranya tidak terpenuhinya kebutuhan dasar, tidak adanya pengasuhan dalam keseharian anak, masalah psikososial anak dengan keluarga baru, terabaikan hak-hak anak terkait identitas, terabaikan pendidikan anak, terabaikan kesehatan anak, rentan mengalami kekerasan dan penelantaran serta anak rentan dikirim ke lembaga-lembaga pengasuhan.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa dukungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu ini akan disalurkan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Anak. Program ini guna mendukung kehidupan anak dan mengurangi beban keluarga dalam mengasuh anak yatim, piatu dan yatim piatu.

Program ATENSI Anak ini mencakup dukungan pemenuhan hak hidup layak, layanan perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi sosial psikologis, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, bantuan sosial/asistensi sosial dan dukungan aksesibilitas.

Wahyudin, Anak berusia 15 tahun yang duduk di kelas 1 SMK menjadi salah satu penerima manfaat Kementerian Sosial pada program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Ia mendapat tabungan senilai Rp.200 ribu yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sembako dan nutrisi.

Wahyudin termasuk dalam 20 anak yatim, piatu dan yatim piatu yang menerima bantuan ATENSI berupa tabungan Bank Mandiri yang diserahkan Mensos Risma saat kunjungan kerja ke Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

“Terima kasih kepada Kementerian Sosial, saya senang dapat tabungan. Nanti akan saya belikan perlengkapan sekolah dan beli vitamin,” ungkapnya.

Bagi Wahyudin yang merupakan anak pertama dari 3 bersaudara ini, bantuan ATENSI Kementerian Sosial menjadi bantuan pertama dari pemerintah untuk dirinya. Sepeninggalan almarhumah Ibunya, kondisi ekonomi keluarganya makin kacau, karena Bapaknya hanya bekerja sendiri sebagai kuli panggul di pasar.

Ini juga yang menjadi alasan ia tetap bertekad untuk melanjutkan sekolah bagaimana pun caranya. Ia ingin bisa membantu Bapaknya dalam memenuhi kebutuhan keluarga kelak pasca lulus sekolah.

Sama harunya yang dirasakan oleh Diana Tresnawati, Ibu dari Anak Nadira (10 tahun) dan Nizam (10 bulan) yang ayahnya meninggal karena Covid-19. Dibalik rasa senang anak-anaknya dapat dukungan dari Kementerian Sosial, tentu masih terpukul dengan kepergian suaminya (ayah dari Nadira dan Nizam).

“Saya sangat mengapresiasi, Mensos Risma mau memperhatikan posisi anak-anak yang ditinggal meninggal oleh orang tuanya karena Covid-19. Semoga program ini bisa terus berlanjut untuk anak-anak lainnya yang punya kondisi yang sama dengan Nizam,” katanya.

Sebelumnya, dukungan ATENSI bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu terdampak Covid-19 juga telah diberikan di beberapa wilayah, seperti di Sragen, Jawa Tengah sebanyak 200 anak pada Selasa (24/8) dan di Serang, Banten diberikan kepada 5 anak pada Jum’at (27/8). Dukungan ATENSI ini untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti sembako dan nutrisi.

Kementerian Sosial telah mengusulkan anggaran bagi penanganan 4.043.622 anak yatim, piatu dam yatim piatu baik yang ditinggal meninggal orang tuanya karena Covid-19, yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) maupun yang diasuh oleh keluarga tidak mampu.

Indeks bantuan bagi anak belum sekolah sebesar Rp.300 ribu/anak/bulan dan anak sudah sekolah sebesar Rp.200 ribu/anak/bulan. Jangka waktu pemberian bantuan ini adalah 12 bulan.
Kemensos (***)

  1. Ril
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambah 93 Kasus Baru, Total Positif Covid -19 di Sumsel  2.568 kasus, Palembang Sumbang 63 Kasus, WHO : Potensi Menular Lewat Udara

    Tambah 93 Kasus Baru, Total Positif Covid -19 di Sumsel  2.568 kasus, Palembang Sumbang 63 Kasus, WHO : Potensi Menular Lewat Udara

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    KASUS baru positif covid-19 di Sumsel bertambah 93 orang sehingga total menjadi 2.568 orang, sementara Palembang masih terbanyak menyumbang kasus baru mencapai 63 kasus. Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Prov. Sumsel, Yusri, jumat [10/7/2020]. Selain di Palembang kata dia, kasus baru ditemukan di OKI 1 orang, Banyuasin 9 orang, PALI […]

  • BPJamsostek Cabang Palembang Serahkan APD dan Masker
    CSR

    BPJamsostek Cabang Palembang Serahkan APD dan Masker

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.508
    • 0Komentar

    DALAM rangka penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Desease (COVID-19), BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Palembang yang diwakili KCP Banyuasin pada 20 April 2020 menyerahkan bantuan APD kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Banyuasin. Bantuan yang diserahkan berupa 200 unit masker dan 75 unit jas hujan. APD ini diserahkan ke Disnakertrans Kabupaten Banyuasin untuk kemudian dikumpulkan […]

  • Pajak Lancar, Kota Jalan, Siapa yang Masih Ketinggalan?

    Pajak Lancar, Kota Jalan, Siapa yang Masih Ketinggalan?

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.588
    • 0Komentar

    PAJAK Lancar, Kota Jalan, Siapa yang Masih Ketinggalan? Bunyinya kayak teka-teki, tapi sebenarnya serius, karena tanpa pajak lancar, pembangunan kota bisa tersendat. Dan tanpa kesadaran warga, digitalisasi canggih pun bisa cuma pajangan. Belum lama ini, Pemerintah Kota Palembang melalui BAPENDA menggelar pemberian penghargaan kepada wajib pajak, mitra pembayaran, dan perangkat daerah pelaksana. Acaranya rapi, plakat […]

  • PB PGRI Apresiasi Bupati Muba

    PB PGRI Apresiasi Bupati Muba

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    SEJAK dua tahun belakangan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di Kabupaten Muba menjadi program prioritas Bupati Muba Dr (Cand) H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Meski belum terealisasi dengan merata, namun hingga saat ini Kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut terus gencar menjalankan program Pemerintahan yang pro kesejahteraan guru. Alhasil, dari program-program pro kesejahteraan guru […]

  • 465 Sertifikat Tanah di Serahkan kepada Masyarakat Kikim Barat 

    465 Sertifikat Tanah di Serahkan kepada Masyarakat Kikim Barat 

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 932
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lahat – Dalam lawatannya ke Kabupaten Lahat, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru berkenan menyerahkan 465 persil sertifikat kepemilikan  tanah  kepada masyarakat yang bermukim di  desa Wanaraya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat, minggu (17/3/2019). Menurut Gubernur masyarakat setempat patut berbangga dan bersyukur karena sertifikat  hak milik tanah yang  beberapa waktu lalu dibuat dalam program prona […]

  • Pemukulan Tidak Boleh Terjadi, Satgas COVID Harus Santun

    Pemukulan Tidak Boleh Terjadi, Satgas COVID Harus Santun

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meminta aparat yang bertugas dalam mengatur masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak bersikap kasar – khususnya ke para pedagang atau pengelola tempat usaha seperti warung makan dan minum. “Saya minta kepada Polri dan juga nanti Mendagri kepada (pemerintah) daerah, agar jangan keras dan kasar, (tetapi harus) tegas dan santun. […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Enterprise Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Essence Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Executive Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Foodie Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Hello Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Infinity Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Kickstart Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Magazine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Mai Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme