Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Mengenal Varian Delta Asal India, Negara Mana Saja Yang Terkena Varian Baru tersebut

Mengenal Varian Delta Asal India, Negara Mana Saja Yang Terkena Varian Baru tersebut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Jun 2021
  • visibility 659
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANGKA kenaikan kasus positif COVID-19 itu bertambah dari hari ke hari. Kenaikan kasus positif pasca libur lebaran ini sesuai yang diramalkan sejumlah ahli. Berdasar data Satuan Tugas COVID-19, jumlah kenaikan kasus tiga minggu pasca lebaran mencapai 53,4 persen.

Sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, punya andil menyumbang lonjakan itu.

Lonjakan kasus di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta, diduga disebabkan adanya varian baru virus corona dari India atau varian B.1.617. Varian B.1.617 itu, menurut Menteri Kesehatan Budi G Sadikin mendominasi kasus di Kabupaten Kudus (Jawa Tengah), Bangkalan (Jawa Timur), dan DKI Jakarta.

“Penularan dari varian mutasi ganda India itu terjadi lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan,” kata Menteri Budi dalam keterangan pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/6/2021).

Varian India ini, kata Budi, dibawa oleh para pekerja migran yang kembali ke tanah air melalui pelabuhan-pelabuhan laut. Selain dari pekerja migran, varian ini masuk lewat barang-barang yang diangkut kapal, termasuk dari India.

Pengawasan di pelabuhan laut ini, diakui Budi agak sulit diawasi karena banyaknya kapal pengangkut barang yang masuk. Ini berbeda dengan pengawasan di pelabuhan udara yang pengawasannya sudah lumayan ketat.

Total jumlah kasus positif COVID-19 dari Maret 2020 hingga Senin (14/6/2021) ini mencapai 1.919.547 kasus. Sedangkan pasien sembuh mencapai 1.751.234 orang, dan jumlah yang meninggal sebanyak 53.116 orang.

Mengenal Varian India
Varian yang nama resminya B.1.617 ini pertama kali dideteksi di India pada Oktober 2020. Menurut GISAID global database, varian ini juga telah ditemukan di setidaknya 21 negara.

Organanisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan varian dari India ini sebagai “varian berbahaya”. Artinya, ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa varian ini menyebar dengan cepat antar manusia, dan menyebabkan penyakit yang lebih parah, atau mungkin lebih tahan terhadap pengobatan dan vaksin.

Namun, menurut Maria Van Kerkhove, pimpinan teknikal COVID-19 di WHO, saat ini masih dibutuhkan informasi lebih lanjut tentang penyebaran virus varian baru ini secara global.

Ada tiga sub-varian penting dari B.1.617. Salah satu yang paling mengkhawatirkan disebut B.1.617.2 atau varian Delta. Varian ini pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020.

Namun, penyebaran varian Delta belum banyak ditemukan hingga awal Maret 2021, ketika varian tersebut menjadi dominan.

Subvarian lain adalah B.1.617.1 atau varian Kappa juga pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020. Varian Kappa telah terdeteksi di banyak negara lain, tetapi hanya menyumbang sebagian kecil kasus.

Pada Kamis (3/6/2021), WHO menyebut, varian Delta telah teridentifikasi di 62 negara per 1 Juni 2021. Karenanya, warga dunia pun diminta untuk waspada dan tidak mengendurkan protokol kesehatan lantaran varian Delta adalah Virus Corona yang menjadi variant of concern (VOC) dari WHO atau berbahaya dengan tingkat penularan yang lebih cepat.

Menurut Profesor Kedokteran di Rutgers New Jersey Medical School dan Profesor Biostatistik dan Epidemiologi di Rutgers School of Publik Health, Stanley Weiss MD, varian virus Corona seperti varian Delta dapat dengan cepat mengambil alih dan menjadi strain utama yang beredar di satu wilayah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa varian virus Corona India tersebut memiliki keunggulan dalam hal bertahan hidup.

Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menyebut varian Delta dapat menimbulkan gejala yang lebih parah. Di antaranya meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran, nyeri ulu hati, dan mual.

Pasien yang tertular virus Corona varian Delta, kata Ari, harus dirawat di rumah sakit dan memerlukan suplementasi oksigen.

Kemampuan varian Delta ini, kata Ari, menginfeksi lebih mudah dan cepat. “Jika kita berada dalam satu ruangan dengan orang dengan varian Delta ini, dan orang tersebut bersin atau berbicara, virus akan lebih cepat berpindah,” katanya.

Mengingat kondisi itu, Menteri Kesehatan Budi G Sadikin, meminta masyarakat tak lengah dalam menghadapi situasi ini. Masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus mulai dari memakai masker, rajin mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tak terlampau euforia karena sudah divaksinasi.

(Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) berbincang dengan Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad (kedua kiri) saat meninjau penanganan COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (5/6/2021). Dalam kunjungan itu, Menkes meninjau penanganan COVID-19 di sejumlah rumah sakit dan puskesmas serta memberikan bantuan berupa 30 ventilator, 50 ribu swab Antigen dan 50 ribu vaksin serta mengirim sebanyak 38 tenaga kesehatan terdiri perawat dan dokter dari IDI.
InfoPublik (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Protokol Kesehatan Ketat Dan Penerapan Standar CHSE, Syarat Pariwisata Buka Kembali

    Protokol Kesehatan Ketat Dan Penerapan Standar CHSE, Syarat Pariwisata Buka Kembali

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.449
    • 0Komentar

      SEKTOR Pariwisata adalah salah satu sektor yang lumpuh selama pandemi COVID berlangsung. Namun, saatnya bangkitkan kembali sektor pariwisata dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Caranya adalah dengan memastikan tingkat vaksinasi COVID-19 tinggi di destinasi pariwisata dan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat, termasuk status vaksinasi pengunjung, ketentuan karantina, dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk kebutuhan contact tracing. […]

  • Antisipasi Penyebaran COVID-19, IPC Palembang Bikin Hand Sanitizer

    Antisipasi Penyebaran COVID-19, IPC Palembang Bikin Hand Sanitizer

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 1Komentar

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang/IPC Palembang membuat Hand Sanitizer & Masker guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. Langkah ini dilakukan, karena merebahnya COVID-19 membuat harga -harga barang produk kesehatan melambung tinggi, bahkan nyaris sulit diperoleh dipasaran. “Ini salah satu langkah kecil yang bermakna membuat Hand Sanitizer dengan menggunakan bahan – bahan yang mudah didapat serta  […]

  • Katanya Kontingen Porwil Sumsel Harus Juara, Tapi Prestasinya Malah Anjlok, Kok Bisa Ya ?

    Katanya Kontingen Porwil Sumsel Harus Juara, Tapi Prestasinya Malah Anjlok, Kok Bisa Ya ?

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    PADA saat dilepas, para atlet Kontingen Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumsel di Bengkulu,yang baru saja di tutup [3-9 November 2019] mengemban target juara umum, namun sayang target tersebut jauh dari harapan, bahkan anjlok ke ranking 9 dari 10 Provinsi peserta di Sumatera atau satu strip di atas Kepulauan Riau sebagai juru kunci. Perlu diketahui setiap ikut […]

  • TP-PKK Sumsel Siap Pasarkan Pindang Patin Kalengan

    TP-PKK Sumsel Siap Pasarkan Pindang Patin Kalengan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.159
    • 0Komentar

    SIAPA yang tidak kenal dengan pindang paten, rasa enak, gurih dan sedap yang dicampur banyak bumbu asli rempah-rempah alami. Nah, TP –PKK Provinsi pun berniat memasarkan makan khas Sumsel ini, melalui produk kalengan dengan menggandeng  Balitbangda Prov.Sumsel. Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru menyatakan pemasaran pindang paten dalam bentuk kalengan ini tak lain […]

  • Pamit

    Pamit

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI-Bupati H. Iskandar, SE menjadikan momentum salat Idul Adha 1444 Hijriah untuk berpamitan kepada warga Ogan Komering Ilir Hal itu disampaikan Iskandar ketika memberi sambutan sebelum salat Idul Adha yang digelar di Masjid Agung Sholihin Kayuagung pada Kamis (29/6/23). “Sesuai amanat undang-undang, Idul Adha tahun ini adalah momen terakhir saya sebagai Bupati OKI, karena […]

  • Lanjutkan Pembangunan di Sungai Keruh

    Lanjutkan Pembangunan di Sungai Keruh

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin kembali melanjutkan Safari Ramadhan 1442 H Pemerintah Kabupaten Muba dengan mengunjungi tiap kecamatan. Kali ini Bupati Muba melangsungkannya di Desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh, Sabtu (24/4/2021). Dalam kesempatan yang baik itu Bupati Muba memberikan kabar baik kepada masyarakat Sungai Keruh bahwa kecamatan ini akan terus […]

expand_less
WordPress Archive Travel Booking – WooCommerce WordPress Plugin Traveler - Travel Booking WordPress Theme [Demo Import Working] Travel – Tour Booking WordPress Theme Travel Trek - Tour and Travel Agency Elementor Template Kit Travel WordPress Theme – GoExplore! Travelador – Blog Tourism & WooCommerce Shop Theme Travele – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Travelera – WordPress Blog Theme Travelin - Travel Tour Booking Elementor Template Kit Travelio – Travel & Tourism Elementor Template Kit