“Jijik” Bau Hingga Makanan Penjual di Keremuni Banyak Lalat, Itulah Salah Satu Alasan Kenapa Pemkot Benahi Terminal Sako, Fitri : Mohon Maaf Atas Ketidaknyamanannya, Kita Perbaiki Lagi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Senin, 7 Jun 2021
- visibility 986
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, bersama jajarannya mengunjungi Terminal Sako, di Kecamatan Sako, Palembang belum lama ini.
Kondisi di Teminal itu cukup miris. Sampah bertumpuk. Septic tank di WC Umum tidak berfungsi. Ini laporan warga sekitar yang disampaikan ke Wawako Fitrianti, via akun media sosial.
“Kita akan perbaiki WC umum tersebut. Saya instruksikan petugas agar WC ditutup dulu untuk perbaikan,” kata Fitrianti.
Ia menyebutkan, ada tujuh terminal yang saat ini butuh perbaikan sarana dan prasarana. Perbaikan melibatkan beberapa OPD. Yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas PUPR, PKKP, Dinas Perhubungan.
“Selaku wakil wali kota, saya mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Pemkot akan memperbaikinya sehingga kembali berfungsi normal.”
Erna, 63 tahun, pedagang pempek di sekitar Terminal, mengakui kondisi terminal memang memprihatinkan. “Ya. Kadang-kadang, pembeli jijik kalu makanan hinggap di pempek yang aku jual ini. Padahal aku ne jualan pakek etalase dan ditutup pakek hordeng. Mase bae yang namonyo lalat masuk, yo pembeli peleh-peleh pempek yang idak disajike di tempat dio mintak pempek yang ada di dalem kulkas be.”ujar Erna, dalam logat Palembang yang kental. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi

Saat ini belum ada komentar