Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Harapan Kesejahteraan Buruh Pada Pusaran Demokrasi

Harapan Kesejahteraan Buruh Pada Pusaran Demokrasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
  • visibility 1.474
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

1 Mei atau yang sering disebut “May Day” merupakan peringatan hari buruh sebagai bentuk menolak lupa terhadap sejarah perjuangan buruh dalam memperjuangkan haknya. Peristiwa sejarah itu tepat pada 1 Mei 1886 terjadi aksi buruh dalam jumlah besar-besaran di Amerika Serikat yang membawa tuntutan terhadap pemerintah yakni pengurangan jam kerja menjadi 8 jam dalam sehari.

Aksi buruh saat itu berlangsung dalam waktu 4 hari dan menyisakan duka yang sangat mendalam pada hari terakhir yaitu terjadi penembakan secara membabi buta hingga menewaskan ratusan kaum buruh. Buruh dalam undang-undang No.13 Th.2003 Tentang ketenagakerjaan dijelaskan bahwa pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Berbicara soal buruh hingga saat ini menjadi persoalan yang panjang dan tidak ada habis-habisnya. Apalagi mengenai masalah kesejahteraannya seperti menjadi sebuah kajian yang tak pernah selesai untuk dibahas. Lalu Bagaimana kesejahteraan buruh di indonesia?

Menyorot Persoalan Kesejahteraan buruh di indonesia beragam dinamika terjadi dengan memanfaatkan ruang demokrasi. Persoalan seperti Upah Buruh (UMR), Sistem Kontrak, Outsourcing, PHK dll. Persoalan tersebut telah menjadi benang kusut di Indonesia terlebih terdapat peristiwa baru dan ramai menjadi sorotan khalayak publik baik para buruh, Aktivis, Mahasiswa, Pakar Ahli, LSM, Organisasi dll mengenai Omnibus Law yang bagi buruh hal itu menjadi sebuah ancaman terhadap nasibnya. Namun, dengan memanfaatkan ruang demokrasi apakah aspirasi buruh berjalan dengan mulus? Tentu banyak rintangan dan halangan yang terjadi. Walaupun terdapat beberapa aspirasi buruh yang di dikabulkan oleh pemerintah.

Namun hasil itu masih belum dapat untuk menyelesaikan inti permasalahan buruh mengenai kesejahteraan. Karena masih adanya upaya dari para oknum berwenang dan pengusaha (kepentingan) yang berusaha merampas hak buruh melalui ruang demokrasi pula.

Usaha perampasan hak buruh terpampang jelas ketika terjadi polemik pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja. yang mana ketika itu terjadi penolakan besar-besaran dari kaum buruh dan elemen lainnya akibat dari tidak kuatnya pelibatan elemen terkait dan proses formulasi (hanya memakan waktu tidak lebih dari 1 tahun) yang terkesan singkat, kejar tayang dan langkah senyap yang dilakukan oleh Dpr. Melihat pada aspek proses formulasi tidak menunjukan citra ideal pada konteks waktu.

Karena dalam proses formulasi waktu ideal yang dianjurkan minimal selama 2 tahun. Sedangkan omnibus law UU Cipta Kerja yang berwenang tidak lebih dari 1 tahun dalam menyelesaikan dan mengesahkan undang-undang tersebut. Tentu hal itu tidak sesuai dengan kaidah anjuran Metode Formulasi kebijakan.

Peristiwa ini tentu legislatif dan eskekutif menggunakan ruang demokrasi dengan tidak semestinya. Karena sesuai kaidah, Demokrasi merupakan suatu upaya untuk memberikan ruang aspirasi, pendapat kepada seluruh warga negara dan bukan sebagai upaya menutup ruang aspirasi dan pendapat warga negara yang untuk diputuskan oleh segelintir elit saja. Lalu seberapa besar harapan kesejahteraan buruh pada pusaran demokrasi?

Besar kecil harapan kesejahteraan itu terletak pada hati nurani legislatif dan eksekutif yang berdampak terhadap metode formulasi kebijakan tersebut. Tidak seharusnya metode mode elit seperti yang dipraktekkan oleh DPR dalam formulasi kebijakan dilakukan/diterapkan pada penyusunan Omnibus Law dan kebijakan lainnya kecuali kebijakan yang sifatnya mendesak seperti bencana alam. Bila terus terjadi, hal ini akan berakibat fatal terhadap jalannya demokrasi dan terus memperpanjang benang kekonflikan.

Kita tak boleh melihat sebelah mata persoalan tersebut. Pemerintah sejatinya sebagai alat penyelamat nasib kaum buruh, tidak hanya daerah tapi sampai kepada pusat haruslah saling bahu-membahu melihat kondisi buruh di Republik Indonesia dengan utuh menggunakan hati nurani bukan kepentingan tirani, sehingga harapan kesejahteraan buruh semakin besar terbuka di Negara Indonesia.

“Selamat Hari Buruh, nafas perjuangan tetaplah terus utuh”

Oleh : Ilham Mardiantoro

Mahasiswa Administrasi Publik, Fisip, Universitas Sriwijaya

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minyak Goreng Subsidi Dijual Bebas, Boleh Beli Tanpa Kupon

    Minyak Goreng Subsidi Dijual Bebas, Boleh Beli Tanpa Kupon

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    PENDIDTRIBUSIAN minyak goreng curah bersubsidi di Tabalong hingga saat ini masih dalam kondisi stabil, hal ini dibuktikan dengan pendistribusiannya yang kini sudah menyebar sampai ke desa-desa yang ada di wilayah Tabalong dan bahan pokok tersebut bisa dibeli tanpa gunakan kupon. Mengenai pendistribusian ke desa difasilitasi oleh pemerintah desa masing-masing. Minyak goreng curah ini sudah 3 […]

  • Perpustakaan Digital Hingga Mobil Pengangkut Sampah “Mendarat” di Baylen Muba

    Perpustakaan Digital Hingga Mobil Pengangkut Sampah “Mendarat” di Baylen Muba

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bayung Lencir – Peserta didik dan perangkat guru SD Negeri Sindang Marga Kecamatan Bayung Lencir tampaknya sangat bahagia. Pasalnya, kini mereka telah resmi memiliki Perpustakaan Digital yang diberikan dari CSR PT DSSP Power Sumsel. “Alhamdulillah, kini SD Negeri Sindang Marga memiliki Perpustakaan Digital, selain itu PT DSSP Power Sumsel juga memberikan mobil operasional […]

  • Penanganan Covid-19 Terus Membaik, Pemerintah Bahas Vaksin Booster Hingga QR Code Guna Mempersiapkan Penyelenggaraan Umroh

    Penanganan Covid-19 Terus Membaik, Pemerintah Bahas Vaksin Booster Hingga QR Code Guna Mempersiapkan Penyelenggaraan Umroh

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.364
    • 0Komentar

    PERSIAPAN penyelenggaraan ibadah umrah dibahas Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) bersama tim Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Telkom selaku operator aplikasi Peduli Lindungi. Hadir dalam rapat ini, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin, Anas Ma’ruf dari Pusdatin Kemenkes, dr. Iqbal dari Ditjen P2P Kemenkes, dr. Indro dari Puskes Haji Kemenkes, […]

  • Kemnaker Terjunkan Tim Pengawas Ketenagakerjaan, Karena Ada Calon Tenaga Kerja Coba Kabur

    Kemnaker Terjunkan Tim Pengawas Ketenagakerjaan, Karena Ada Calon Tenaga Kerja Coba Kabur

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.509
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan melakukan investigasi terkait adanya 5 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang nekat kabur dengan meloncat dari lantai 4 mess penampungan di Balai Latihan Kerja (BLK) Central Karya Semesta (CKS), Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, pada Rabu (9/6/2021) malam. Untuk penanganan kasus tersebut, Menaker Ida Fauziyah memerintahkan […]

  • Sosialisasi & Edukasi Massal, Tempel Stiker Untuk Mobil Yang Melintas di Jalan, Kapolda Sumsel, Walikota Hingga Kapolrestabes Turun Langsung, Harno : Saya Rasa Semua Warga Harus Benar-benar Sadar Demi Keselamatan Bersama, Semua Akan Sia-sia Tanpa Dukungannya

    Sosialisasi & Edukasi Massal, Tempel Stiker Untuk Mobil Yang Melintas di Jalan, Kapolda Sumsel, Walikota Hingga Kapolrestabes Turun Langsung, Harno : Saya Rasa Semua Warga Harus Benar-benar Sadar Demi Keselamatan Bersama, Semua Akan Sia-sia Tanpa Dukungannya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.511
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H.Harnojoyo bersama jajaran Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes),upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Jumat (16/7/2021) pagi, Nampak memberhentikan mobil dinasnya, tepat di  jalan Protokol Simpang Charitas, bersama Kapolda Irjen Pol Prof.DR Eko Indra Heri,S.M.M melalui Kabag Ops Polrestabes Palembang AKBP […]

  • Cegah Kelangkaan Minyak Goreng, Satgas Pangan Polri Minta Jangan Kurangi Produksi

    Cegah Kelangkaan Minyak Goreng, Satgas Pangan Polri Minta Jangan Kurangi Produksi

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 704
    • 0Komentar

    SATGAS Pangan Polri meminta para produsen minyak goreng agar tidak mengurangi produksi dan mempercepat distribusi, untuk mencegah kelangkaan di masyarakat. Kasatgas Pangan Polri, Irjen. Pol. Helmy Santika mengatakan bahwa kelangkaan minyak goreng di Indonesia yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan terhambatnya distribusi, karena pelaku usaha mengurangi produksi dan distribusi. “Kelangkaan minyak goreng juga disebabkan adanya […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Aramex WooCommerce Attach Me! WooCommerce Attribute Stock – Shared Stock & Variable Quantities WooCommerce Auctions – WordPress Simple Auctions WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing WooCommerce Autoresponder WooCommerce Autoship WooCommerce Autoship Payflow Payments