Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Harapan Kesejahteraan Buruh Pada Pusaran Demokrasi

Harapan Kesejahteraan Buruh Pada Pusaran Demokrasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
  • visibility 1.452
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

1 Mei atau yang sering disebut “May Day” merupakan peringatan hari buruh sebagai bentuk menolak lupa terhadap sejarah perjuangan buruh dalam memperjuangkan haknya. Peristiwa sejarah itu tepat pada 1 Mei 1886 terjadi aksi buruh dalam jumlah besar-besaran di Amerika Serikat yang membawa tuntutan terhadap pemerintah yakni pengurangan jam kerja menjadi 8 jam dalam sehari.

Aksi buruh saat itu berlangsung dalam waktu 4 hari dan menyisakan duka yang sangat mendalam pada hari terakhir yaitu terjadi penembakan secara membabi buta hingga menewaskan ratusan kaum buruh. Buruh dalam undang-undang No.13 Th.2003 Tentang ketenagakerjaan dijelaskan bahwa pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Berbicara soal buruh hingga saat ini menjadi persoalan yang panjang dan tidak ada habis-habisnya. Apalagi mengenai masalah kesejahteraannya seperti menjadi sebuah kajian yang tak pernah selesai untuk dibahas. Lalu Bagaimana kesejahteraan buruh di indonesia?

Menyorot Persoalan Kesejahteraan buruh di indonesia beragam dinamika terjadi dengan memanfaatkan ruang demokrasi. Persoalan seperti Upah Buruh (UMR), Sistem Kontrak, Outsourcing, PHK dll. Persoalan tersebut telah menjadi benang kusut di Indonesia terlebih terdapat peristiwa baru dan ramai menjadi sorotan khalayak publik baik para buruh, Aktivis, Mahasiswa, Pakar Ahli, LSM, Organisasi dll mengenai Omnibus Law yang bagi buruh hal itu menjadi sebuah ancaman terhadap nasibnya. Namun, dengan memanfaatkan ruang demokrasi apakah aspirasi buruh berjalan dengan mulus? Tentu banyak rintangan dan halangan yang terjadi. Walaupun terdapat beberapa aspirasi buruh yang di dikabulkan oleh pemerintah.

Namun hasil itu masih belum dapat untuk menyelesaikan inti permasalahan buruh mengenai kesejahteraan. Karena masih adanya upaya dari para oknum berwenang dan pengusaha (kepentingan) yang berusaha merampas hak buruh melalui ruang demokrasi pula.

Usaha perampasan hak buruh terpampang jelas ketika terjadi polemik pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja. yang mana ketika itu terjadi penolakan besar-besaran dari kaum buruh dan elemen lainnya akibat dari tidak kuatnya pelibatan elemen terkait dan proses formulasi (hanya memakan waktu tidak lebih dari 1 tahun) yang terkesan singkat, kejar tayang dan langkah senyap yang dilakukan oleh Dpr. Melihat pada aspek proses formulasi tidak menunjukan citra ideal pada konteks waktu.

Karena dalam proses formulasi waktu ideal yang dianjurkan minimal selama 2 tahun. Sedangkan omnibus law UU Cipta Kerja yang berwenang tidak lebih dari 1 tahun dalam menyelesaikan dan mengesahkan undang-undang tersebut. Tentu hal itu tidak sesuai dengan kaidah anjuran Metode Formulasi kebijakan.

Peristiwa ini tentu legislatif dan eskekutif menggunakan ruang demokrasi dengan tidak semestinya. Karena sesuai kaidah, Demokrasi merupakan suatu upaya untuk memberikan ruang aspirasi, pendapat kepada seluruh warga negara dan bukan sebagai upaya menutup ruang aspirasi dan pendapat warga negara yang untuk diputuskan oleh segelintir elit saja. Lalu seberapa besar harapan kesejahteraan buruh pada pusaran demokrasi?

Besar kecil harapan kesejahteraan itu terletak pada hati nurani legislatif dan eksekutif yang berdampak terhadap metode formulasi kebijakan tersebut. Tidak seharusnya metode mode elit seperti yang dipraktekkan oleh DPR dalam formulasi kebijakan dilakukan/diterapkan pada penyusunan Omnibus Law dan kebijakan lainnya kecuali kebijakan yang sifatnya mendesak seperti bencana alam. Bila terus terjadi, hal ini akan berakibat fatal terhadap jalannya demokrasi dan terus memperpanjang benang kekonflikan.

Kita tak boleh melihat sebelah mata persoalan tersebut. Pemerintah sejatinya sebagai alat penyelamat nasib kaum buruh, tidak hanya daerah tapi sampai kepada pusat haruslah saling bahu-membahu melihat kondisi buruh di Republik Indonesia dengan utuh menggunakan hati nurani bukan kepentingan tirani, sehingga harapan kesejahteraan buruh semakin besar terbuka di Negara Indonesia.

“Selamat Hari Buruh, nafas perjuangan tetaplah terus utuh”

Oleh : Ilham Mardiantoro

Mahasiswa Administrasi Publik, Fisip, Universitas Sriwijaya

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak generasi Islami yang berakhlak & berprestasi, Muba siap kucurkan dana Rp15 miliar

    Cetak generasi Islami yang berakhlak & berprestasi, Muba siap kucurkan dana Rp15 miliar

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba- Komitmen Pemerintah untuk mencetak generasi Islami yang berakhlak dan berprestasi, oleh sebab itu siap mengucurkan dana pendidikan untuk pesantren di Muba sebesar 15 miliar. “Alhamdulillah Ponpes di Muba terus bertambah. Insya Allah di tahun 2023 ini Pemkab Muba akan mengucurkan bantuan untuk Ponpes yang ada di Muba sebesar Rp15 Miliar,” ungkapnya Pj Bupati […]

  • Minta Bantuan Gubernur, Pemkot Lubuk Linggau Usulkan 32 Program Pembangunan

    Minta Bantuan Gubernur, Pemkot Lubuk Linggau Usulkan 32 Program Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.419
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Lubuklinggau mengusulkan 32 program pembangunan untuk dibantu pendanaannya melalui bantuan Gubernur Sumatera Selatan. Walikota Lubuk Linggau, H SN Prana Putra Sohe memaparkan, ada 32 usulan program yang diharapkan dapat dibantu Gubernur Sumsel. Dimana ke 32 usulan diantaranya  infrastruktur pengembangan wilayah ada 9 kegiatan, infrastruktur dasar dan penyehatan ada 12 kegiatan, Pengembangan destinasi pariwisata ada 1 […]

  • Ketika Parasut Menari di Atas Bukit

    Ketika Parasut Menari di Atas Bukit

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    “Nak, kalau kau mau jadi orang besar, belajarlah dari layang-layang. Ia bisa tinggi, tapi tetap butuh tali yang membumi.” Sumselterkini.co.id, -Begitu kata Mbah Taryo, pensiunan satpam yang sekarang lebih sibuk main catur sambil ngelihatin anak-anak main layangan. Tapi kalau Mbah Taryo hadir di Bukit Sky Lancing, Lombok Tengah, NTB, kemarin, bisa jadi beliau bakal kaget […]

  • Sebagai Pelaku dan Peternak, Ini Menurut Gubernur Jika Sumsel Berhasil Kembangkan Kerbau Rawa

    Sebagai Pelaku dan Peternak, Ini Menurut Gubernur Jika Sumsel Berhasil Kembangkan Kerbau Rawa

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    “Kita setuju jika daging kerbau ini kita dorong. Kita juga dapat membudayakan kerbau rawa di lahan gambut,”

  • Ajak Emak-emak Wujudkan Inovasi untuk Cegah Stunting

    Ajak Emak-emak Wujudkan Inovasi untuk Cegah Stunting

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.324
    • 0Komentar

    PARA ibu-ibu diharapkan berusaha mewujudkan berbagai inovasi agar upaya pencegahan stunting. Menurut Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Hj Thia Yufada Dodi Reza, keluarga adalah aspek terpenting  menekan angka stunting di masa pandemi COVID-19. Menurutnya seorang ibu punya peran sangat penting bagi anak-anaknya. “Angka stunting di Kabupaten Muba tahun 2020 […]

  • Dorong Kepatuhan Pemda Terhadap Pelayanan Publik,Ombudsman Bakal Lakukan Survei

    Dorong Kepatuhan Pemda Terhadap Pelayanan Publik,Ombudsman Bakal Lakukan Survei

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi mengikuti Rapat Standar Pelayanan Publik Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan secara virtual, di Ruang Rapat Sekda Muba, Jumat (23/4/2021). Dengan didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muba Erdian Syahri SSos MSi, Kabag Organisasi Setda […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Aramex WooCommerce Attach Me! WooCommerce Attribute Stock – Shared Stock & Variable Quantities WooCommerce Auctions – WordPress Simple Auctions WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing WooCommerce Autoresponder WooCommerce Autoship WooCommerce Autoship Payflow Payments