Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » BMKG Ingatkan Sepakan Ini, Fenomena Cuaca Ekstem Masih Terjadi

BMKG Ingatkan Sepakan Ini, Fenomena Cuaca Ekstem Masih Terjadi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
  • visibility 1.013
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan potensi cuaca ekstrem akibat peralihan musim masih akan terjadi hingga sepekan kedepan (11-17 Maret 2021).

“Salah satu ciri umum kejadian cuaca saat periode peralihan musim adalah adanya perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat, dimana pada pagi-siang umumnya cerah-berawan dengan kondisi panas cukup terik yang diikuti dengan pembentukan awan yang signifkan dan hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang secara umum dapat terjadi pada periode siang-sore hari,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.

Terjadinya cuaca ekstrem tersebut, lanjut Guswanto, merupakan efek dari fenomena La Nina. Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer-laut dari BMKG, La Nina masih dapat berlangsung hingga Mei 2021 mendatang dengan intensitas lemah hingga normal, dimana kondisi tersebut masih dapat berkontribusi pada peningkatan massa udara basah dan lembab di sekitar wilayah Indonesia.

“Saat ini fenomena Monsun Asia masih cukup aktif yang mengakibatkan aliran massa udara dari wilayah Belahan Bumi Utara (BBU) masih dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat,” ujarnya.

Monsun Asia, lanjut Guswanto, mulai memasuki periode pelemahan pada akhir Maret 2021 yang mengindikasikan bahwa periode puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia mulai berakhir, sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau mulai akhir Maret 2021 ini.

Berdasarkan kondisi tersebut, Guswanto menjabarkan, dalam sepekan ke depan curah hujan dengan Intensitas Lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di 22 wilayah di Indonesia, yakni Aceh; Sumatera Utara; Sumatera Barat; Banten.

Kemudian Jawa Barat; Jawa Tengah; DI Yogyakarta; Jawa Timur; Bali; Nusa Tenggara Barat; Nusa Tenggara Timur; Kalimantan Timur; Kalimantan Utara; Kalimantan Selatan; Sulawesi Utara; Sulawesi Tengah; Sulawesi Selatan; Sulawesi Tenggara; Maluku; Maluku Utara; Papua Barat; dan Papua.

Ia juga mengingatkan, selama periode peralihan musim tersebut, ada beberapa fenomena cuaca ekstrem yang harus diwaspadai, yaitu hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, Puting beliung, Waterspout, dan Hujan es.

Fenomena hujan es, lanjut Guswanto, merupakan fenomena yang umum terjadi selama periode peralihan musim, hal tesebut dipicu oleh pola konvektifitas massa udara dalam skala lokal-regional yang lebih signifikan selama periode peralihan musim.

Hujan es umumnya dapat terjadi dari sistem awan Cumulonimbus (Cb) yang menjulang tinggi dengan kondisi labilitas udara yang signifikan sehingga dapat membentuk kristal es di awan dengan ukuran yang cukup besar.

Fenomena downdraft (aliran massa udara turun dalam sistem awan) yang terjadi di sistem awan Cb terutama pada saat fase matang dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar dalam sistem awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan menjadi fenomena hujan es.

“Kecepatan downdraft dari awan Cb tersebut cukup signifikan sehingga dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara, dan bahkan sampai jatuh ke permukaan bumi masih dalam bentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es,” jelasnya.

Dalam sepekan kedepan, dinamika atmosfer yang diidentifikasi masih dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia adalah teramatinya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik Timur Filipina, dan di Samudera Hindia sebelah selatan Bali – Nusa Tenggara.

“Inilah yang mengakibatkan terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin, sehingga dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, hal tersebut diperkuat dengan adanya fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprediksikan masih cukup aktif di sekitar wilayah Indonesia bagian barat, selain itu kondisi labilitas udara lokal yang signifikan juga dapat meningkatkan potensi konvektifitas dan pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” ucapnya.

Oleh sebab itu BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama memasuki masa pancaroba tahun ini.[***]

infopublik.id

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjau SMPN 26 Pasca Kebakaran, Wawako Janji Bakal Bangun Kembali

    Tinjau SMPN 26 Pasca Kebakaran, Wawako Janji Bakal Bangun Kembali

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    KOBARAN api yang menghanguskan 4 unit ruangan di SMP N 26 Jalan H Sanusi Kecamatan Sukarami Palembang, sekitar pukul 22.45 WIB lalu, Rabu (24/7/2019). menjadi sebuah pelajaran yang berharga kita semua guna meningkatkan kewaspadaan terhadap semua aktivitas keseharian baik didalam rumah dan di lingkungan sekitar. Berdasarkan pantauan, kegiatan belajar mengajar, Senin (29/7/2019) berlangsung dengan lancar […]

  • Gegara Tak Download Astra Pay, Suami Tidak Boleh Bayar Kredit Motor Istri

    Gegara Tak Download Astra Pay, Suami Tidak Boleh Bayar Kredit Motor Istri

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.833
    • 0Komentar

    GEGARA hanya tak men-download aplikasi Astra Pay aplikasi berbayar FIF Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin, seorang suami konsumen tidak diperkenankan untuk membayar angsuran kredit sepeda motor milik istrinya. Hal ini diungkapkan Madi (34), Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Ia mengaku terkejut saat bayar ansuran sepeda motor milik istrinya. Ia disuruh men -download […]

  • Kapolda Bengkulu Pantau Penertiban Kepatuhan Pajak

    Kapolda Bengkulu Pantau Penertiban Kepatuhan Pajak

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    KAPOLDA Bengkulu Irjen Pol Drs. Guntur Setyanto, M.Si., bersama Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah memantau pelaksanaan penertiban kepatuhan pajak yang digelar oleh Gabungan Personil TNI – Polri dan Jasa Raharja di Simpang 4 Nakau Kota Bengkulu, Kamis (04/11/21). Kapolda Bengkulu ketika diwawancarai awak media mengungkapkan, penertiban yang dilakukan merupakan tugas dan tanggung jawab dalam […]

  • Temui Korban Kebakaran,  Fitri Akan Usulkan Perbaikan Rumah

    Temui Korban Kebakaran,  Fitri Akan Usulkan Perbaikan Rumah

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Senin (17/2/2020) kembali meninjau korban kebakaran di Jalan Faqih Usman Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Kunjungan untuk keberapa kalinya ini, Fitrianti didampingi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali bertatap muka dengan korban kebakaran yang terjadi Kamis (6/2/2020) lalu yang menghanguskan 15 […]

  • Fajar Yahya dilantik sebagai PAW Anggota Dewan

    Fajar Yahya dilantik sebagai PAW Anggota Dewan

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Abdiyanto SH MH, secara resmi melantik Fajar Yahya sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD OKI sisa masa jabatan 2019-2024, Selasa (19/7/22) pagi. Fajar Yahya yang merupakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini resmi duduki kursi ‘empuk’ di DPRD OKI, setelah diambil sumpah […]

  • Makanan Jemaah Haji Indonesia Dimasak Koki Asal Tanah Air

    Makanan Jemaah Haji Indonesia Dimasak Koki Asal Tanah Air

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.030
    • 0Komentar

    MENYEDIAKAN makanan dengan cita rasa nusantara bagi jemaah haji Indonesia menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Agama. Langkah yang dilakukan adalah memastikan konsumsi jemaah dimasak oleh chef asal Tanah Air sehingga menu yang disajikan khas Nusantara. Salah satu chef tersebut adalah Muhammad Efendi (29). Pria asal Lombok Tengah NTB ini bertugas meracik citarasa […]

expand_less
WordPress Archive Hasto – Cyber Tech Security Service Elementor Template Kit Hats Virtual Try-on Popup | WooCommerce WordPress Haud – A Creative Portfolio Theme HaveHeart – Fundraising and Charity WordPress Theme Hayden – Kids Store & Baby Shop Hayka – Hiking & Camping Elementor Template Kit Hayley – Personal CV/Resume WordPress Theme Hazel – Multi-Concept Creative WordPress Theme HBook – Hotel booking system – WordPress Plugin Header Blocks for Elementor – WordPress Plugin