Donor Darah dan Khitanan Gratis, Cara Sederhana Menolong Sesama
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID -Kepedulian kepada sesama terkadang tidak membutuhkan hal besar. Hal sederhana yang dilakukan bersama-sama pun bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Salah satunya melalui donor darah dan khitanan massal yang memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.
Semangat berbagi itulah yang mewarnai peringatan Hari Jadi ke-2 Gerakan Bersatu Rakyat (GBR) Sriwijaya di Sekretariat GBR Sriwijaya, Kamis (5/11/2026). Perayaan kali ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aksi sosial yang menyentuh kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian yang manfaatnya bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan transfusi. Bagi pasien, ketersediaan darah bukan perkara sepele. Dalam kondisi tertentu, satu kantong darah bahkan bisa menjadi penolong di tengah perjuangan mempertahankan hidup.
Ketua PMI Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, donor darah merupakan tindakan kemanusiaan yang sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi orang lain.
“Darah yang kita donorkan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit dari kehidupan kita, tetapi bagi seseorang yang sedang membutuhkan transfusi, darah tersebut sangat berarti untuk mempertahankan kehidupannya,” ungkap Dewi.
Ia juga mengingatkan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima. Pendonor turut mendapatkan manfaat melalui pemeriksaan kesehatan awal sebelum proses pengambilan darah dilakukan.
Selain donor darah, khitanan massal juga menjadi kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat. Program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh layanan khitanan tanpa harus membebani orang tua dengan biaya yang mungkin tidak sedikit.
Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, bantuan semacam ini tentu sangat berarti. Setidaknya, ada kebutuhan kesehatan anak yang bisa terpenuhi melalui kepedulian bersama.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, berharap GBR Sriwijaya yang kini memasuki usia dua tahun dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Ia menilai, usia organisasi bukan sekadar angka yang dirayakan setiap tahun. Lebih dari itu, momentum hari jadi seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan memperluas kegiatan yang manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
“Keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya diukur dari besarnya nama dan banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari seberapa besar manfaat dan kontribusinya bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui donor darah dan khitanan massal ini, ada pesan sederhana yang ingin disampaikan: membantu sesama tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian bisa hadir melalui setetes darah, pelayanan kesehatan gratis, maupun kemauan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Harapannya, semangat seperti ini tidak berhenti setelah perayaan hari jadi selesai. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan organisasi yang hadir dalam acara tertentu, tetapi juga yang mau terus bergerak ketika ada kebutuhan dan kesulitan di tengah kehidupan mereka.
- Penulis: Irwan Wahyudi
