Ketika Modal Tak Lagi Jadi Mimpi Anak Muda
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rayakan HUT ke-69, BSB salurkan Kredit Sultan Muda senilai Rp6,9 miliar kepada 69 debitur.
Bank Sumsel Babel (BSB) menyalurkan Kredit Sultan Muda dengan total plafon Rp6,9 miliar kepada 69 debitur dalam akad kredit massal di Palembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 BSB, Selasa (27/10/2026).
RATUSAN orang terlihat berada di aula tempat kegiatan berlangsung. Para peserta dan undangan mengikuti rangkaian acara, sementara di depan layar bertuliskan Kredit Sultan Muda, sejumlah pejabat berdiri bersama memegang simbol program pembiayaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama para pejabat dan peserta.
Memulai usaha tidak cukup hanya dengan gagasan saja, pasalnya ada kebutuhan yang harus dipenuhi agar sebuah bisnis bisa berjalan, mulai dari bahan baku, peralatan, hingga biaya operasional.
Ketika usaha mulai berkembang, kebutuhan itu pun bertambah, sementara tambahan modal menjadi salah satu hal yang dicari pelaku usaha muda untuk meningkatkan kapasitas produksi atau menjangkau pasar yang lebih luas.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu latar hadirnya Kredit Sultan Muda dari BSB. Program ini dengan tujuan membuka akses pembiayaan bagi generasi muda yang ingin menjalankan maupun mengembangkan usaha.
Dalam akad kredit massal kali ini, sebanyak 69 debitur memperoleh pembiayaan dengan total plafon Rp6,9 miliar.
Dukungan terhadap wirausaha muda juga menjadi perhatian Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.
Ia mengapresiasi upaya BSB dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong generasi muda terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. Namun, menurut dia, perkembangan usaha juga perlu diikuti dengan pengelolaan keuntungan yang tepat.
“Pesan saya untuk para Sultan Muda, jangan mudah tergoda dengan lifestyle atau gaya hidup yang berlebihan. Lebih baik alokasikan keuntungannya untuk ekspansi usaha agar bisnis terus berkembang. Selamat kepada para debitur atas kepercayaan yang diberikan Bank Sumsel Babel, semoga usahanya semakin maju,” pesan Herman Deru.
Pesan itu berkaitan dengan keputusan yang perlu diambil ketika usaha mulai menghasilkan pendapatan.
Keuntungan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga bisa dikembalikan ke bisnis untuk menambah persediaan, memperbaiki peralatan, atau meningkatkan jumlah produksi. Pilihan penggunaan dana tersebut akan memengaruhi langkah usaha berikutnya.
Untuk pelaku usaha itu sendiri, pengembangan bisnis kerap kali membutuhkan perhitungan yang cermat.
Apalagi menyangkut dengan tambahan modal perlu disesuaikan dengan kebutuhan, sementara pengeluaran dan pemasukan harus tetap terpantau. Pembiayaan juga membawa kewajiban pembayaran yang perlu diperhitungkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Oleh sebab itu, dukungan perbankan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya dana. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha turut menjadi bagian dari perjalanan pelaku UMKM dalam menjaga bisnisnya tetap berjalan.
Peran Aktif
Direktur Utama BSB Muhammad Suryadi mengatakan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah masih sangat besar.
Menurut dia, perbankan perlu mengambil peran aktif agar pelaku usaha lokal dapat tumbuh dan meningkatkan daya saing.
“Potensi UMKM di daerah kita sangat besar. Sudah saatnya BSB mengambil peran aktif untuk membawa wirausaha lokal tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Muhammad Suryadi.
Peran Bank Sumsel Babel dalam mendukung UMKM tidak berhenti pada penyaluran modal. BSB juga menjalankan fungsi registrasi dan edukasi, termasuk mendorong peningkatan literasi keuangan agar para pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan.
Apalagi, UMKM memiliki beragam kebutuhan sesuai bidang dan skala usahanya. Ada pelaku usaha yang membutuhkan tambahan bahan baku untuk memenuhi pesanan, ada yang perlu memperbarui peralatan, dan ada pula yang ingin memperluas pemasaran.
UMKM memiliki beragam kebutuhan sesuai bidang dan skala usahanya. Ada pelaku usaha yang membutuhkan tambahan bahan baku untuk memenuhi pesanan, selain itu, ada juga yang perlu memperbarui peralatan, serta ada juga ingin memperluas pemasaran.
Bahkan, terkiat akses pembiayaan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut sesuai rencana dan kemampuan masing-masing usaha.
Sedangkan, pengelolaan bisnis tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemanfaatan modal. Pelaku usaha perlu memperhitungkan biaya produksi, menentukan prioritas pengeluaran, serta melihat peluang pasar sebelum mengambil keputusan untuk berkembang. Perhitungan tersebut penting agar tambahan pembiayaan dapat digunakan sesuai kebutuhan usaha.
Melalui Kredit Sultan Muda, BSB menyalurkan pembiayaan kepada 69 debitur dalam momen peringatan HUT ke-69.
Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap wirausaha muda di Sumsel, dengan harapan akses modal dapat membantu mereka melanjutkan dan mengembangkan kegiatan usahanya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
