Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kekayaan Negara Bocor dari Tambang hingga Laut, Definisi Korupsi Dikaji Ulang

Kekayaan Negara Bocor dari Tambang hingga Laut, Definisi Korupsi Dikaji Ulang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebocoran kekayaan negara tak selalu terjadi melalui suap, penggelembungan anggaran, atau penyalahgunaan jabatan. Manipulasi laporan produksi tambang hingga pencurian ikan di laut juga menjadi perhatian serius pemerintah dalam rencana penyempurnaan aturan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hal itu mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto meminta kajian lebih mendalam terhadap definisi korupsi dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pembahasan tersebut berkaitan dengan usulan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk mengubah definisi korupsi, termasuk menyesuaikannya dengan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Namun, arahan Presiden belum berarti menyetujui usulan perubahan tersebut. Prabowo, menurut Yusril, justru meminta kajian mendalam agar rumusan korupsi sesuai dengan situasi, kebutuhan, dan kepentingan Indonesia.

“Pak Presiden menegaskan bahwa beliau bukan berarti sudah menyetujui apa yang disampaikan oleh DEN tapi beliau meminta untuk dilakukan kajian yang lebih mendalam,” ujar Yusril seusai bertemu Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Salah satu persoalan yang ingin mendapat perhatian lebih luas ialah praktik yang menggerus kekayaan nasional, tetapi tidak selalu menjadi pusat perhatian dalam penanganan perkara korupsi.

Yusril mencontohkan manipulasi nilai transaksi atau under-invoicing di sektor pertambangan. Dalam praktik yang ia gambarkan, pelaku melaporkan volume produksi lebih rendah daripada jumlah sebenarnya. Produksi 20.000 ton, misalnya, dilaporkan hanya 10.000 hingga 15.000 ton.

Selisih pelaporan semacam itu, menurut Yusril, berpotensi menyebabkan kekayaan negara menguap dalam jumlah besar. Ia juga menyoroti pencurian ikan di laut yang dinilainya turut menguras sumber daya nasional.

“Perekonomian negara itu yang menurut saya masih kurang dikembangkan. Jadi kalau orang itu melakukan pencurian ikan, melakukan under-invoicing di bidang pertambangan jelas dia merugikan perekonomian negara, mestinya itu juga termasuk ke dalam korupsi juga,” kata Yusril.

Pernyataan tersebut menggeser perhatian dari korupsi yang selama ini identik dengan perilaku pejabat, seperti menerima suap, melakukan pemerasan, menyalahgunakan kewenangan, atau menggelembungkan harga proyek.

Pemerintah juga ingin, katanya menelaah bagaimana praktik yang merugikan perekonomian negara dapat ditangani secara lebih tepat dalam kerangka hukum pemberantasan korupsi.

Menurut Yusril, unsur kerugian negara dan perekonomian negara merupakan dua aspek yang perlu diperhatikan dalam undang-undang tindak pidana korupsi.

Kejelasan pengertian keuangan negara juga diperlukan agar penegakan hukum tidak melahirkan penafsiran yang keliru terhadap kegiatan usaha maupun pengelolaan keuangan.

Meski demikian, perluasan perhatian terhadap praktik yang merugikan perekonomian tidak serta-merta berarti setiap pelanggaran di sektor pertambangan atau perikanan dapat langsung dikategorikan sebagai korupsi.

Rumusan unsur pidana, batas kewenangan, serta kesesuaiannya dengan hukum nasional dan prinsip UNCAC tetap membutuhkan kajian yang cermat.

Pemerintah menyatakan akan melanjutkan pembahasan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kepentingan nasional Indonesia. Tantangannya bukan hanya memperkuat pemberantasan korupsi, melainkan juga memastikan kekayaan alam dan potensi ekonomi negara terlindungi melalui aturan yang jelas dan dapat diterapkan secara tepat. (***) diolah dari sumber BPMI Setpres/setneg.go.id

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingat !!! Wawako Palembang Peringatkan 2 Minggu, Bongkar Bangunan Di Atas Saluran Air

    Ingat !!! Wawako Palembang Peringatkan 2 Minggu, Bongkar Bangunan Di Atas Saluran Air

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota,  Fitriati Agustinda meninjau saluaran air dibahu Jalan KH. Baqi (Banten) Kelurahan 16 ulu, Kecamatan Seberang Ulu II (SU II), bersebelahan dengan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut selalu menjadi langganan banjir disaat musim penghujan. Banten Kamis, [16/2/2021]. Kawasan yang padat dengan banyak rumah warga sekitar, kos-kosan Mahasiswa/i dan hal ini diperparah banyaknya  kios kios […]

  • Berkah PON, Penjual Sovenir di Papua Raup Keuntungan Satu Juta Per Hari

    Berkah PON, Penjual Sovenir di Papua Raup Keuntungan Satu Juta Per Hari

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 menjadi berkah bagi masyarakat Papua. Banyaknya peserta yang datang dari berbagai daerah lain dijadikan kesempatan bagi masyarakat Papua untuk meraup rezeki dengan berjualan baju atau sepatu bermotif PON XX Papua. Tumpukan kaos, polo shirt dan sepatu berwarna biru dengan motif tulisan Torang Bisa dan PON XX Papua ditata […]

  • Hanya Pengunjung Dibatasi, Inmendagri Terbaru: Pasar Tradisional Boleh Buka sampai Pukul 21.00 WIB

    Hanya Pengunjung Dibatasi, Inmendagri Terbaru: Pasar Tradisional Boleh Buka sampai Pukul 21.00 WIB

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) M.Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 38 Tahun 2021 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali. Selama penerapan PPKM level 3-4 seminggu ke depan, supermarket, pasar tradisional hingga toko kelontong diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat […]

  • 6 Kab/Kota di Sumsel Fokus Penurunan Stunting Pada Anak

    6 Kab/Kota di Sumsel Fokus Penurunan Stunting Pada Anak

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur (Wagub) Sumater Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya Membuka kegiatan penilaian kinerja stunting kabupaten/kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting terintegrasi Prov. Sumsel Tahun 2020 di autorium graha bina praja, Selasa (13/10/2020). “Sekarang pendidikan usia dini harus diutamakan supaya anak kita di desa tumbuh berkembang dengan baik, karena   itu peran kepala daerah […]

  • Pastikan Hewan Qurban Penuhi Syarat, Pemprov Sebar Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan

    Pastikan Hewan Qurban Penuhi Syarat, Pemprov Sebar Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan inisiatif mengirim petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban menjelang hari raya Idul Adha 1442 H ke 17 kabupaten/kota. Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya menjelaskan, pengiriman petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban dilakukan untuk memastikan aspek halal dan kebersihan hewan yang akan dikorbankan saat hari raya Idul Adha menatang. “Petugas […]

  • Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang “rezeki itu kadang turun dari langit”, maka Lapter Pangeran Abdul Hamid Sekayu sepertinya mulai kebagian langit cerah. Hari itu, tamu jauh dari negeri “Dracula”, eh maksudnya dari Rumania, datang berkunjung, bukan untuk wisata horror, tapi meninjau lapter alias landasan pacu yang selama ini lebih banyak jadi tempat latihan burung […]

expand_less
WordPress Archive SoftUp – Saas & Startup Elementor Template Kit Software Service Lunatic – App Landing WordPress Theme Software & Technology Html Theme- Roker Softwerk – Software & SaaS Startup WordPress Theme SoftWind – SEO Friendly WordPress Blog Theme Sogram – Social Media Marketing Agency Elementor Template Kit Soho – Clean Multipurpose WordPress Theme Soho Hotel Booking Calendar SOHO – Photography WordPress Theme SohoWool – Handmade Craft Patterns Elementor Template Kit