Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kapur Tulis dan Era AI, Begini Transformasi Pendidikan Matematika Unsri

Kapur Tulis dan Era AI, Begini Transformasi Pendidikan Matematika Unsri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Dunia pendidikan terus berubah, jika dahulu papan tulis dan kapur menjadi bagian utama kegiatan belajar mengajar, kini teknologi digital hingga kecerdasan buatan (AI) mulai membuka cara baru dalam menyampaikan ilmu pengetahuan.

Perubahan itu juga menjadi bagian dari perjalanan Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (FKIP Unsri).

Memasuki momenDies Natalis ke-65 FKIP Unsri, program studi ini memiliki cerita panjang tentang perkembangan pendidikan, capaian akademik, hingga tantangan yang harus dijawab pada masa mendatang.

Perjalanan tersebut bukan semata-mata soal pergantian alat belajar. Ada tuntutan yang lebih besar, yakni bagaimana menjaga kualitas pendidikan hingga menyiapkan calon pendidik yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Pada masa awal, pembelajaran matematika identik dengan papan tulis, kapur, buku-buku cetak, serta latihan soal di ruang kelas. Akses terhadap sumber belajar belum semudah sekarang. Dosen dan mahasiswa harus mengandalkan fasilitas yang tersedia untuk menjalankan kegiatan akademik.

Namun, keterbatasan itu tidak menghentikan proses pendidikan, dari lingkungan akademik tersebut, lahir alumni yang kemudian menempuh berbagai jalur pengabdian, mulai dari menjadi guru, kepala sekolah, pejabat di bidang pendidikan, hingga akademisi.

Jejak para alumni menjadi bagian dari kontribusi Pendidikan Matematika FKIP Unsri dalam mendukung perkembangan pendidikan, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel). Pengalaman masa lalu tersebut bisa menjadi bekal untuk menghadapi perubahan yang semakin cepat.

Kini, tantangan pendidikan tidak lagi sama sebab, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, tata kelola, serta kompetensi sumber daya manusia.

Di lingkungan Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unsri, upaya tersebut tercermin melalui sejumlah capaian sivitas akademika.

Prof. Dr. Hapizah, S.Pd., M.T.,Koordinator Program Studi, meraih penghargaan Korprodi Terbaik II di lingkungan FKIP Unsri. Sementara itu, Annisa Oktavia Lestari, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih Peringkat 2 Terbaik pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXXIV.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan program studi. Peran pimpinan dan dosen menjadi penting dalam menjaga mutu akademik sekaligus mendorong lahirnya lingkungan belajar yang terus berkembang.

Sementara pada akreditasi, Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unsri juga telah mengantongi akreditasi internasional ASIIN dan predikat Unggul dari LAMDIK.

Pengakuan ini menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pendidikan dan memperkuat kepercayaan terhadap penyelenggaraan pembelajaran. Bahkan berbagai informasi mengenai capaian tersebut turut dipublikasikan melalui situs resmi FKIP Unsri.

Ada hal lain yang ikut memperlihatkan perkembangan pendidikan matematika di Unsri. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, rumus, dan perhitungan, tetapi juga didorong mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan dan prestasi.

Yunni Artha, alumni Magister Pendidikan Matematika Unsri, serta Ridho Rahman, mahasiswa Magister Pendidikan Matematika yang meraih juara III mahasiswa berprestasi, menjadi bagian dari capaian yang mewarnai perjalanan akademik program studi ini.

Di bidang kewirausahaan, sebanyak 12 tim mahasiswa juga berhasil lolos dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).

Keikutsertaan tersebut memperlihatkan mahasiswa matematika memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. Kemampuan menganalisis persoalan, menyusun strategi, dan berpikir sistematis dapat menjadi bekal untuk merintis usaha maupun membaca peluang di dunia kerja.

Dengan demikian, pembelajaran matematika tidak berhenti pada kemampuan mencari jawaban yang benar. Prosesnya juga berkaitan dengan cara berpikir, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan secara terukur.

Tantangan baru di tengah perkembangan AI

Jika masa lalu diwarnai keterbatasan fasilitas, masa depan justru menghadirkan tantangan yang berbeda. Kecerdasan buatan, ilmu data atau data science, serta perkembangan teknologi digital mulai memengaruhi cara manusia belajar dan bekerja.

Situasi ini membuat peran calon guru matematika semakin luas. Mereka tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami teknologi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mampu membimbing siswa menghadapi persoalan yang semakin kompleks.

Kehadiran AI, misalnya, dapat membantu proses belajar melalui penyediaan informasi dan penjelasan materi. Namun, siswa tetap perlu memahami konsep, memeriksa kebenaran jawaban, serta mengetahui bagaimana sebuah kesimpulan diperoleh.

Di sinilah kemampuan bernalar matematis dan computational thinking menjadi relevan. Matematika bukan sekadar menghitung angka, melainkan juga melatih seseorang mengenali pola, menyusun langkah penyelesaian, dan mengambil keputusan berdasarkan penalaran.

Untuk Pendidikan Matematika FKIP Unsri, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk terus memperkuat inovasi pembelajaran. Teknologi perlu dimanfaatkan secara tepat tanpa mengesampingkan kemampuan pedagogis dan pendekatan humanis yang menjadi bagian penting dari profesi pendidik.

Sebab, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, proses pendidikan tetap membutuhkan guru yang mampu memahami kebutuhan siswa, membangun komunikasi, dan menumbuhkan semangat belajar.

Jadi, Peringatan Dies Natalis ke-65 FKIP Unsri menjadi momen untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyiapkan langkah berikutnya.

Bagi Prodi Pendidikan Matematika, pengalaman panjang, prestasi sivitas akademika, serta capaian akreditasi menjadi modal untuk terus berkembang. Tantangannya adalah bagaimana seluruh capaian tersebut dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Perubahan dari kapur tulis menuju teknologi digital menunjukkan, dunia pendidikan tidak pernah berhenti bergerak. Metode belajar dapat berubah, perangkat pembelajaran dapat berkembang, dan kebutuhan kompetensi dapat semakin luas.

Namun, tujuan utamanya tetap sama, yakni membentuk manusia yang mampu berpikir, memahami persoalan, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Di usia ke-65 FKIP Unsri, perjalanan Pendidikan Matematika menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi. Perguruan tinggi juga perlu menyiapkan pendidik yang mampu memanfaatkan perubahan tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Kapur tulis mungkin menjadi bagian dari cerita masa lalu. AI kini hadir sebagai salah satu alat pembelajaran masa depan. Di antara keduanya, kualitas pendidik dan kemampuan berpikir kritis tetap menjadi bagian penting yang menentukan arah pendidikan selanjutnya. (***)

Penulis  : Ayu Ilmiati Rasyid &Mia Saputri.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Langkah Jadikan Masjid Pusat Edukasi Umat

    3 Langkah Jadikan Masjid Pusat Edukasi Umat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MASJID sering berdiri megah, tetapi tidak semuanya hidup. Di banyak kota yang tumbuh cepat, rumah ibadah menghadapi tantangan baru, yaitu bagaimana tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di tengah arus digital dan dinamika perkotaan. Fungsi masjid tidak berhenti pada salat berjamaah. Ia memikul peran sosial, pendidikan, dan pembinaan karakter. Ketika fungsi edukasi berjalan, masjid […]

  • Tambah 36 Orang, Total Positif Covid-19 di Sumsel 2.156 Orang, Sumsel Terbanyak di Pulau Sumatera, Palembang Sumbang 27 Kasus Hari Ini

    Tambah 36 Orang, Total Positif Covid-19 di Sumsel 2.156 Orang, Sumsel Terbanyak di Pulau Sumatera, Palembang Sumbang 27 Kasus Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    SETELAH ada penambahan 36 kasus lagi, kasus positif covid-19 menjadi 2.156 orang. Gugus tugas penanganan Covid-19 melaporkan, 36 kasus baru ini tersebar di Palembang 27 orang, Banyuasin 5 orang, Muba 2 orang, Lubuklinggau 1 orang, OKI 1 orang. “Untuk pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah, dari 1.088 menjadi 1.113 orang yang sembuh. Artinya ada tambahan pasien sembuh sebanyak […]

  • Kunjungi korban kebakaran, Pj Bupati Muba ingatkan warga ancaman bencana di musim kemarau

    Kunjungi korban kebakaran, Pj Bupati Muba ingatkan warga ancaman bencana di musim kemarau

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Sebuah rumah warga di Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu mengalami kebakaran, Jum’at (11/8/2023) sekitar pukul 21:45 WIB. Plt Camat Sekayu Edi Haryanto SH MSi mengatakan, kebakaran yang terjadi telah menghanguskan rumah milik Syaiful Anwar bin umar (65) tersebut, diduga akibat masalah dari kabel tiang listrik ke rumah korban. “Alhamdulillah api berhasil dipadamkan oleh Petugas […]

  • Zuellig Pharma Diakui Dengan Skor “A-” Pada Keterlibatan Pemasok CDP Di Industri Pertama

    Zuellig Pharma Diakui Dengan Skor “A-” Pada Keterlibatan Pemasok CDP Di Industri Pertama

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.075
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – SINGAPURA –  Zuellig Pharma, salah satu grup layanan kesehatan terbesar di Asia, telah mengumumkan skor “A-” untuk Keterlibatan Pemasok dari platform pengungkapan karbon global CDP, menjadikannya perusahaan pertama dan satu-satunya di dunia dalam kelompok aktivitasnya untuk menerima pengakuan ini. Ini terjadi setelah skor “B” pada Perubahan Iklim CDP di awal tahun. Zuellig […]

  • Program Talenta Digital Sasar Ratusan Kaum Milinial

    Program Talenta Digital Sasar Ratusan Kaum Milinial

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.590
    • 0Komentar

    KESENJANGAN talenta digital menjadi tantangan yang harus dihadapi untuk intensifikasi program transformasi digital nasional dan sekarang ini menyasar kaum milinial. Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), berupaya mengatasi tantangan tersebut dengan menggelar program Digital Talent Scholarship (DTS) dan Digital Leader Academy (DLA). Program ini akan menjangkau 200 ribu […]

  • Kemenag Gelar Tahlil Nasional “Doa untuk Syuhada”

    Kemenag Gelar Tahlil Nasional “Doa untuk Syuhada”

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    UPAYA menggerakkan masyarakat untuk melakukan ikhtiar batin dalam menghadapi pandemi Covid-19 terus dilakukan Kementerian Agama. Salah satunya, menggelar Tahlil Nasional bertajuk “Doa untuk Syuhada”. “Tahlil Nasional menjadi kelanjutan dari ikhtiar batin kita, melangitkan doa dan harapan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Juga untuk mendoakan yang terbaik bagi para syuhada yang gugur selama pandemi ini,” ujar […]

expand_less
WordPress Archive Mojado – Mobile Friendly Hotel WordPress Theme Mojito – Digital Agency WordPress Theme Mojuri – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme Moko | Creative Digital Agency WordPress Theme + RTL Ready Molla – eCommerce HTML5 Template Molla | Multi-Purpose WooCommerce Theme Molli – Creative Portfolio & Agency Theme Molongui Authorship Pro Molte Fashion and Food WooCommerce Theme Momen – Photography & Blog Elementor Template Kit