Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Ada yang Dicopot

1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Ada yang Dicopot

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO. ID – Judi online membuat sejumlah pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) harus berhadapan dengan sanksi disiplin.

Salah satunya bahkan sudah dijatuhi hukuman berat. Seorang PNS di lingkungan Kemensos dibebaskan dari jabatannya dan ditempatkan sebagai pejabat pelaksana selama 12 bulan karena terindikasi terlibat judi online.

Hukuman tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 11/MS/KP.06.08/9/2026.

Kasus ini menjadi bagian dari penanganan terhadap 1.900 pegawai Kemensos yang terindikasi judi online (judol).

Melansir laman resmi kemensos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, tidak semua pegawai tersebut mendapatkan hukuman yang sama. Kemensos lebih dulu melakukan pendalaman dan klarifikasi untuk menentukan tingkat pelanggaran masing-masing pegawai.

Dari 1.900 pegawai itu, sebanyak 719 orang atau 37,84 persen masuk kategori dugaan pelanggaran disiplin ringan.

Kemudian 561 orang atau 29,53 persen masuk kategori sedang. Sementara 620 orang atau 32,63 persen dikategorikan melakukan dugaan pelanggaran disiplin berat.

Menurut Gus Ipul, perbedaan sanksi tersebut bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang diperhitungkan sebelum hukuman dijatuhkan.

Mulai dari seberapa sering pegawai melakukan judi online, jumlah uang yang digunakan hingga kapan aktivitas tersebut dilakukan.

“Tentu ada ukurannya, kenapa hukumannya ringan, sedang, dan berat. Itu bergantung pada intensitasnya, pada jumlah uang yang digunakan untuk judi online, kemudian waktunya, apakah dia judi online pada waktu bekerja atau tidak sedang dalam waktu bekerja, dan banyak lagi pertimbangan-pertimbangannya,” ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Sanksi Berbeda untuk PNS dan PPPK

Kemensos menerapkan bentuk hukuman yang berbeda sesuai status kepegawaian dan tingkat pelanggaran.

Untuk PPPK yang masuk kategori pelanggaran ringan, hukumannya dapat berupa teguran lisan, teguran tertulis, atau pernyataan tidak puas secara tertulis.

Jika masuk kategori sedang, tunjangan kinerja dapat dipotong sebesar 25 persen selama enam bulan, sembilan bulan, atau 12 bulan.

Sedangkan pelanggaran berat bagi PPPK dapat berujung pada pemutusan hubungan perjanjian kerja dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Bagi PNS, sanksinya juga bertingkat.

Pelanggaran ringan dapat dikenai teguran lisan, teguran tertulis, atau pernyataan tidak puas secara tertulis.

Untuk pelanggaran sedang, sanksinya antara lain penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, atau penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Sementara pelanggaran berat dapat berupa penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatan menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan, hingga pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Gus Ipul menegaskan, kasus tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pegawai di lingkungan Kemensos.

Ia mengatakan, pegawai tidak boleh menganggap remeh sumpah jabatan, aturan disiplin maupun kode etik yang berlaku.

“Ini adalah pembelajaran bersama, dan seterusnya kita akan memperkuat pengawasan,” kata Gus Ipul.

Kemensos, lanjut dia, tidak akan ragu mengambil tindakan apabila kembali ditemukan pegawai yang melanggar ketentuan.

“Kita juga tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan-tindakan tegas yang terukur jika masih ada pegawai yang melanggar sumpah jabatan, melanggar ketentuan, dan melanggar kode etik,” tegasnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Alam Malaya Jaga Kerifan Lokal

    Yayasan Alam Malaya Jaga Kerifan Lokal

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    “Provinsi Sumsel tidak ada kasta, Kita akan  akomodir  dengan tidak mengedepankan emosinal, karena melayu adalah aset kita,”

  • Perbanyak Ponpes, Sumsel Akan Jadi Provinsi Religius

    Perbanyak Ponpes, Sumsel Akan Jadi Provinsi Religius

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengapresiasi peran para Kyai, habaib dan para ulama yang terus mendorong program keagamaan yang telah digagasnya. Salah satunya yakni dengan berkontribusi dalam mendirikan rumah tahfidz dan pengembangan pondok pesantren untuk pendidikan anak sehingga daerah ini semakin religius. Seperti yang dilakukan yayasan Ponpes Assa’adatud Daroien Palembang. Dimana ponpes tersebut kembali melakukan […]

  • Investasi teknologi untuk percepat pertumbuhan Perusahaan Global dalam 12 Bulan Mendatang Menurut Expereo

    Investasi teknologi untuk percepat pertumbuhan Perusahaan Global dalam 12 Bulan Mendatang Menurut Expereo

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 606
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach  – Penelitian baru CIO global yang diluncurkan dari Expereo mengungkapkan bahwa perusahaan global besar bergerak ‘Lebih Cepat ke Masa Depan’ dengan peningkatan fokus pada investasi teknologi untuk mendorong pertumbuhan melalui ekspansi global.   Penelitian terhadap lebih dari 650 CIO di perusahaan global di seluruh Eropa, AS, dan APAC menunjukkan […]

  • Capai Kisaran 85%, Pagu Anggaran Kemenag Dominasi Untuk Pendidikan

    Capai Kisaran 85%, Pagu Anggaran Kemenag Dominasi Untuk Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 710
    • 0Komentar

    PAGU anggaran Kementerian Agama (Kemenag) didominasi oleh anggaran fungsi pendidikan dengan kisaran 85 persen, sementara fungsi agama hanya sekitar 15 persen. Fungsi pendidikan yang cukup dominan di Kementerian Agama hingga menuntut adanya penguatan koordinasi dengan Kemendikbud, untuk memadukan gerak langkah dalam upaya memajukan pendidikan nasional. Sementara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), selalu mendukung Kemenag dalam menjalankan fungsinya […]

  • Tenaga Kerja Lokal, Bukan Lokal-lokalan

    Tenaga Kerja Lokal, Bukan Lokal-lokalan

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 843
    • 0Komentar

    PERUSAHAAN besar udah mangkal di Muba, tapi karyawan dari luar daerah terus yang direkrut, warga lokal cuma kebagian senyum dari balik pagar. Lho, ini tenaga kerja lokal atau hanya lokal di KTP doang? DPRD dan Pemkab pun turun tangan kayak emak-emak ngamuk, karena anaknya diselingkuhin perusahaan. Oleh sebab itu, kalau bisa kerja itu di kampung […]

  • Bupati OKI Sampaikan LKPJ Secara Virtual, Ini Capaian Kinerja

    Bupati OKI Sampaikan LKPJ Secara Virtual, Ini Capaian Kinerja

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE  menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun 2019 pada  Rapat paripurna DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin (27/4/2020).   RAPAT tersebut digelar secara virtual lewat video conference sebagai bentuk penerapan physical distancing di tengah pandemi virus korona ini. Ketua DPRD OKI, Abdiyanto Fikri bersama wakil ketua […]

expand_less
WordPress Archive KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme Kidzena – Kindergarten & Preschool Elementor Template Kit Kidzie – Baby & Kids E-Commerce Elementor Template Kit Kidzieo – Kindergarten School WordPress Theme Kidzonia – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kidzy Elementary School Elementor Template Kit