BOS A TO Z Sabet Grand Champion SRINOVA 2026, Rahasianya Cuma 30 Menit
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 30 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : humas pusri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Dua jam bukan lagi waktu dibutuhkan untuk menyelesaikan analisis laboratorium ini, sebab melalui inovasi BOS A TO Z, proses itu dipangkas menjadi hanya sekitar 30 menit.
Terobosan itulah yang membawa BOS A TO Z meraih predikat Grand Champion SRINOVA 2026, ajang inovasi digelar PT Pusri Palembang di Pusri Grand Ballroom, Kamis (24/9).
BOS A TO Z mengembangkan metode combustion untuk analisis nitrogen NPK berdasarkan SNI 2803:2024.
Inovasi tersebut sangat mendukung penambahan ruang lingkup pengujian terakreditasi ISO 17025:2017.
Bukan cuma soal memangkas waktu, penerapan inovasi ini juga membuat penggunaan bahan kimia dan proses pengujian menjadi lebih efisien.
Dampaknya pun tidak kecil. BOS A TO Z mencatat potensi peningkatan nilai mencapai Rp64,45 miliar.
Hal itu menjadi salah satu gambaran bagaimana inovasi yang berangkat dari persoalan teknis di lapangan bisa menghasilkan dampak langsung terhadap operasional perusahaan.
Persaingan menuju posisi tertinggi SRINOVA 2026 juga tidak datang dari sedikit ide. Sebelum sampai ke babak Grand Final, Pusri lebih dulu menyeleksi 563 ide inovasi dan 545 inovasi terimplementasi.
Dari proses berjenjang tersebut, inovasi-inovasi terbaik kemudian tampil dalam Grand Final, sebanyak 23 inovasi terbaik Pusri juga dipamerkan melalui booth untuk memperlihatkan langsung solusi yang telah dikembangkan para inovator.
Materinya tidak hanya berkutat pada satu bidang. Inovasi yang masuk mencakup pengembangan produk dan teknologi agrokimia, efisiensi produksi, optimalisasi proses, peningkatan kualitas layanan, hingga tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, serta aspek keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.
Direktur Utama Pusri, Maryono, mengatakan inovasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi, transformasi industri dan tantangan global.
Menurut Maryono, gagasan lahir dari SRINOVA diharapkan tidak hanya sebatas ingin mendapatkan penghargaan.
“Berbagai gagasan dan karya inovatif yang ditampilkan tidak hanya menjadi sebuah pencapaian, tetapi juga dapat dikembangkan dan diterapkan secara luas sehingga menghasilkan dampak positif bagi perusahaan, petani, masyarakat, dan Indonesia,” ujar Maryono.
Grand Final & Awarding SRINOVA 2026 juga menghadirkan Mr. Xiao Dunfeng, Vice President Wuhuan Engineering Co., Ltd., sebagai keynote speaker.
Kehadirannya memberikan perspektif mengenai inovasi, teknologi dan kolaborasi di tengah perkembangan industri.
SRINOVA 2026 mengusung tema “Meneladani Keteguhan Petani, Memupuk Masa Depan Negeri”.
Penilaian inovasi dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni strategis dan kontekstual, implementatif dan tervalidasi, berdampak bernilai tinggi, serta berkesinambungan.
Lewat gelaran ini, Pusri mendorong agar inovasi tidak berhenti sebagai ide di atas kertas. Solusi yang lahir dari para inovator diharapkan benar-benar diterapkan, memberi efisiensi, menciptakan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan perusahaan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
