Prabowo Terima Mushaf Gontor, Ada Jejak Tangan Santri di Baliknya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima Mushaf Al-Qur’an Gontor, ada yang menariknya karena ada jejak tangan santri dibalik pemberian itu.
Mushaf tersebut ditulis tangan para ustaz dan santri Gontor, kemudian melewati proses tashih resmi sebelum diterbitkan dan dicetak sendiri oleh Percetakan Gontor.
Karya itu akhirnya sampai ke tangan Prabowo saat Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Fakta tentang proses pembuatannya menjadi bagian menarik dari persembahan Gontor dalam momen satu abad, sebab keterlibatan santri bukan hanya pada aktivitas belajar di lingkungan pesantren, tetapi juga sampai pada pengerjaan mushaf yang kemudian diberikan kepada Kepala Negara.
Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan, para santri Gontor terlibat dalam proses penulisan sebagai khatthath. Setelah melalui tahapan tashih, mushaf tersebut diproses lebih lanjut hingga diterbitkan dan dicetak di lingkungan Gontor.
“Dicetak santri Gontor, diterbitkan di percetakan Gontor, dibagikan pada anak-anak Gontor serta dihadiahkan kepada Bapak dan pada umat Islam,” ujar KH Hasan Abdullah Sahal dalam keterangan pers di laman resmi setneg.
Mushaf tersebut diserahkan langsung Pimpinan PMDG KH Akrim Mariyat kepada Prabowo dalam rangkaian Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG.
Bagi Gontor, mushaf menjadi salah satu karya dibawakan dalam peringatan satu abad perjalanan lembaga pendidikan pesantren itu. Prosesnya memperlihatkan jika karya tersebut dikerjakan dari dalam lingkungan Gontor sendiri, mulai dari tulisan tangan hingga penerbitan dan pencetakan.
Tak hanya mushaf, ada satu karya lain yang diberikan kepada Prabowo pada kesempatan yang sama.
KH Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku “Gontor untuk Indonesia”, sebuah dokumentasi yang merekam perjalanan serta kiprah alumni Gontor dalam berbagai bidang pengabdian kepada bangsa dan negara.
Buku juga menjadi cara Gontor menyampaikan rekam jejak para alumninya yang tersebar dalam berbagai bidang. KH Hasan menyebut kontribusi tersebut terlalu banyak untuk diuraikan satu per satu dalam waktu singkat. “Jadi, hasil kami alumni-alumni kami, mengabdi di bangsa ini, tidak bisa kami sebutkan satu persatu, dalam waktu yang singkat ini,” kata KH Hasan.
Dua karya itu membawa cerita yang berbeda. Mushaf Al-Qur’an Gontor memperlihatkan karya langsung para ustaz dan santri, sedangkan “Gontor untuk Indonesia” merekam perjalanan pengabdian para alumni.
Keduanya diserahkan dalam momentum 100 tahun PMDG sebagai bagian dari persembahan Gontor kepada Prabowo sekaligus umat Islam dan bangsa Indonesia.
Dengan begitu, yang dibawa Gontor dalam peringatan satu abadnya bukan hanya seremoni sebab ada mushaf yang proses penulisannya melibatkan tangan para santri, serta buku yang merekam jejak alumni dalam perjalanan pengabdian kepada Indonesia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
