Baru Juara Asia, Australia Malah Tumbang di Kualifikasi, Indonesia Bikin Sang Juara Menunggu Dua Tahun Lagi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 40 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada cerita yang terasa janggal dalam perjalanan Australia di Piala Asia U-20. Belum lama menyandang status juara Asia, Australia justru sudah harus menerima kenyataan pahit. Bukan kalah di putaran final, bukan pula gagal mempertahankan gelar setelah tersingkir di fase gugur.
Mereka bahkan tidak sampai ke sana.
Langkah Australia terhenti di babak kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Dan yang membuat ceritanya semakin menarik, salah satu tim yang ikut menentukan nasib tersebut adalah Timnas U-20 Indonesia.
Ini bukan hanya soal tiga poin atau hasil pertandingan. Ada perubahan posisi yang cukup menarik untuk dilihat.
Australia datang dengan label juara bertahan. Indonesia datang membawa target lolos. Pada akhirnya, justru Indonesia yang melangkah ke putaran final, sementara Australia harus menunggu siklus berikutnya.
Dari Juara Asia ke Gagal Lolos
Australia sebenarnya baru saja menikmati salah satu pencapaian terbesar mereka di level U-20.
Pada Piala Asia U-20 2025 di China, Australia keluar sebagai juara. Itu menjadi gelar pertama mereka di turnamen tersebut setelah mengalahkan Arab Saudi melalui drama adu penalti di final.
Status itu membuat Australia otomatis menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan ketika memasuki persaingan menuju Piala Asia U-20 2027.
Tetapi sepak bola punya cara sendiri untuk mengingatkan, gelar masa lalu tidak pernah bisa dipakai sebagai modal untuk mendapatkan poin berikutnya.
Di Grup H, Australia memang mengawali perjalanan dengan kemenangan 2-0 atas Laos.
Namun setelah itu, mereka ditahan Malaysia 2-2. Lalu datang pertandingan yang menjadi titik paling menentukan. Australia menghadapi Indonesia dan kalah 0-2.
Hasil tersebut memang sangat menyakitkan karena membuat Australia hanya mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan. Di saat yang sama, Indonesia mengoleksi tujuh poin dan keluar sebagai juara grup. Malaysia berada di posisi kedua dengan lima poin setelah mengalahkan tuan rumah Laos 2-1 dalam laga penutup Grup H.
Di situlah status juara bertahan Australia akhirnya tidak lagi cukup untuk menyelamatkan mereka.
Indonesia Bukan Hanya Mengalahkan Australia
Kalau dilihat sekilas, Indonesia hanya menang 2-0, tetapi dampaknya jauh lebih besar daripada angka yang tercetak di papan skor.
Kemenangan itu, ikut memastikan posisi Indonesia berada di jalur menuju putaran final. Sebaliknya, Australia terlempar dari persaingan.
AFC sendiri menempatkan Australia sebagai juara bertahan sebelum laga tersebut. Setelah pertandingan berakhir, Indonesia memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027.
Tentu menariknya di Grup ini, karena ada juara bertahan Asia dilevel kelompok umur U-20. Indonesia bukan cuma mengalahkan tim yang punya nama besar. Indonesia mengalahkan tim yang datang sebagai pemegang gelar.
Dan setelah itu, sang juara bertahan tidak punya kesempatan untuk mencoba mempertahankan mahkotanya.
Yang Paling Menyakitkan Bukan Kekalahannya
Kalah dari Indonesia tentu bukan bagian yang menyenangkan bagi Australia, tapi kalau bicara dari sudut pandang Australia, ada hal yang mungkin terasa lebih pahit.
Mereka kehilangan kesempatan untuk mempertahankan gelar bahkan sebelum turnamen dimulai. Piala Asia U-20 berikutnya akan tetap berjalan tanpa mereka.
Format kualifikasi memang memberi jalan kepada para juara grup dan sejumlah runner-up terbaik untuk lolos ke putaran final. Australia yang finis ketiga di Grup H tidak mendapatkan jalur tersebut.
Artinya sederhana, Australia bukan gagal mempertahankan gelar, Australia gagal mendapatkan kesempatan untuk mempertahankannya. Perbedaannya kecil dalam kalimat, tetapi besar dalam makna.
Gelar 2025 Tidak Bisa Dibawa ke Lapangan
Inilah bagian yang menurut saya paling menarik dari perjalanan Australia. Gelar juara 2025 tentu menjadi bukti mereka punya kualitas. Tetapi ketika memasuki kualifikasi 2027, semuanya kembali ke titik nol.
Tidak ada bonus tiga poin karena pernah menjadi juara, tidak ada juga jaminan lolos karena menyandang status juara bertahan. Bahkan tidak ada ruang untuk hidup dari kejayaan masa lalu.
Semua kembali ditentukan oleh hasil pertandingan. Australia menang atas Laos. Mereka bermain imbang dengan Malaysia. Lalu kalah dari Indonesia.
Tiga pertandingan…empat poin, dan itu tidak cukup, karena sepak bola memang sesederhana itu ketika peluit terakhir berbunyi.
Indonesia Justru Mendapat Cerita Berbeda
Untuk Indonesia (Tim U-20), kemenangan atas Australia bisa menjadi modal cerita yang cukup kuat. Bukan karena Australia tidak terkalahkan, mereka jelas bisa dikalahkan.
Yang menariknya lagi adalah konteksnya. Indonesia mampu menghentikan tim yang beberapa waktu sebelumnya berdiri sebagai juara Asia.
Bahkan lebih penting lagi, kemenangan itu bukan kemenangan kosong karena Indonesia akhirnya mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan tujuh poin.
Ini yang membuat hasil tersebut layak dilihat lebih jauh. Indonesia tidak perlu terlalu larut dalam kemenangan atas nama besar.
Justru hasil ini seharusnya menjadi pembelajaran di tahap berikut, bahwa tim muda Indonesia punya kesempatan untuk berkembang jika mampu menjaga konsistensi.
Sebab mengalahkan Australia sekali adalah pencapaian. Menjadikan kemenangan itu sebagai awal perjalanan yang lebih panjang adalah tantangan sebenarnya.
Australia Memberi Pelajaran yang Mahal
Ada satu pelajaran sederhana dari kegagalan Australia. Nama besar tidak bisa menggantikan poin, sementara gelar juga tidak bisa menggantikan konsistensi. Dan status juara bertahan tidak otomatis memberikan tiket ke turnamen berikutnya.
Australia mungkin datang dengan kepercayaan diri sebagai juara Asia 2025. Namun ketika persaingan dimulai, mereka tetap harus melewati pertandingan demi pertandingan.
Satu hasil imbang bisa mengubah posisi, satu kekalahan bisa membuat situasi semakin sulit, bahkan ketika kesempatan terakhir datang melawan Indonesia, Australia tidak mampu mengambilnya.
Akhirnya mereka harus menerima kenyataan yang mungkin tidak pernah dibayangkan ketika mengangkat trofi pada 2025.
Sekarang Giliran Indonesia yang Punya Beban
Indonesia boleh senang karena berhasil lolos. Tetapi jangan sampai kemenangan atas Australia membuat perjalanan terasa selesai.
Justru setelah ini tekanannya lebih besar, lolos ke Piala Asia U-20 2027 berarti Indonesia akan berhadapan dengan lawan-lawan yang levelnya jauh lebih tinggi. Di fase itu, kemenangan 2-0 atas Australia tidak otomatis berarti apa-apa jika tidak diikuti perkembangan permainan.
Oleh karena itu, hasil di Grup H sebaiknya dipandang sebagai pijakan, bukan hanya garis akhir. Australia sudah memberikan satu gambaran penting, yaitu tim yang pernah berada di puncak pun bisa jatuh ketika kehilangan konsistensi. Indonesia tentu tidak ingin mengalami cerita serupa di kemudian hari.
Dua Tahun Menunggu, Australia
Ada ironi yang sulit dilewatkan, sebab pada 2025, Australia menjadi juara Asia untuk kali pertama.
Pada 2026, mereka datang ke kualifikasi dengan status juara bertahan. Namun pada akhir persaingan Grup H, Australia justru berada di posisi ketiga dengan empat poin dan gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Indonesia berada di puncak dengan tujuh poin.
Jadi, perjalanan Australia berhenti lebih cepat dari yang mungkin mereka tak pernah pikirkan. Sang juara tidak kalah ketika sedang mempertahankan trofi di putaran final.
Mereka bahkan tidak sempat datang ke sana, meksi demikian, Indonesia punya andil besar dalam cerita itu.
Barangkali inilah salah satu ironi paling menarik dari sepak bola kelompok usia, hari ini sebuah tim bisa berdiri sebagai juara, tetapi beberapa waktu kemudian harus melihat turnamen berikutnya dari luar lapangan.
Australia sekarang harus menunggu siklus berikutnya. Sementara Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menulis cerita yang berbeda di Piala Asia U-20 2027.
Pertanyaannya tinggal satu, setelah menjatuhkan sang juara bertahan di kualifikasi, sejauh mana Timnas U-20 Indonesia mampu melangkah ketika panggung Asia benar-benar dimulai?
Pertanyaannya tinggal satu, setelah menjatuhkan sang juara bertahan di kualifikasi, sejauh mana Timnas U-20 Indonesia mampu melangkah ketika panggung Asia benar-benar dimulai? Semoga kali ini si kulit bundar dan Dewi Fortuna masih mau berpihak kepada Indonesia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
