Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Nelayan Puger Baca Arah dari Tiga Bintang, Pengetahuan Talu-talu Kini Masuk Kelas Fisika

Nelayan Puger Baca Arah dari Tiga Bintang, Pengetahuan Talu-talu Kini Masuk Kelas Fisika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 53 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID -Tiga bintang yang tampak tersusun lurus dari Timur ke Barat ternyata memiliki arti tersendiri bagi nelayan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bintang dikenal masyarakat setempat sebagai talu-talu itu menjadi salah satu penanda arah dan waktu ketika nelayan beraktivitas di laut.

Uniknya, pengetahuan itu tidak lahir dari ruang kelas, malah tumbuh dari pengalaman masyarakat pesisir dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Selain bintang, nelayan juga terbiasa memperhatikan arah angin, gelombang, posisi Bulan hingga kondisi pasang-surut sebelum menentukan aktivitas melaut.

Sehingga, pengetahuan yang selama ini hidup di tengah masyarakat nelayan itu justru dibawa ke lingkungan sekolah oleh mahasiswa Universitas Jember (UNEJ).

Lima mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) mencoba mempertemukan pengalaman nelayan Puger dengan konsep astronomi, oseanografi dan fisika.

Pendekatan tersebut diarahkan guna membuat siswa pesisir lebih memahami lingkungan tempat mereka tinggal dan mengenali potensi bencana tsunami.

Ketua tim, Shofiyatul Lailiyah, mengatakan pembelajaran fisika tidak seharusnya berhenti pada teori yang diterima siswa di dalam kelas.

Menurutnya, pengetahuan masyarakat nelayan bisa menjadi pintu masuk agar siswa melihat hubungan antara konsep sains dengan kehidupan sehari-hari.

Dari sana, kesadaran mengenai kondisi lingkungan dan risiko bencana di wilayah pesisir juga dapat dibangun.

Untuk mendapatkan gambaran pengetahuan yang berkembang di masyarakat, tim terlebih dahulu menggali informasi melalui wawancara dengan sejumlah nelayan Puger.

Sugiyono, salah seorang nelayan, mengatakan membaca bintang, Bulan, angin dan gelombang merupakan bagian dari pengalaman yang digunakan nelayan untuk menentukan waktu maupun arah ketika berada di laut.

Pengetahuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk pembelajaran yang lebih dekat dengan siswa.

Tim mengembangkan tiga produk, yakni media reel berupa simulasi tsunami, media digital interaktif menggunakan Articulate Storyline, serta buku panduan untuk siswa. Materi yang diberikan tidak hanya membahas konsep fisika, tetapi juga menghubungkannya dengan kondisi laut yang selama ini dikenal masyarakat pesisir.

Salah satu kegiatan pembelajaran, bahkan mengajak siswa mengamati Bulan untuk memahami hubungan antara fase Bulan, pasang-surut air laut dan aktivitas nelayan.

Program itu diterapkan di SMKS Puger pada Agustus 2026 dengan melibatkan 54 siswa dari kelas X Akuntansi dan X Usaha Layanan Wisata. Mereka mengikuti simulasi tsunami, menggunakan media pembelajaran digital dan melakukan pengamatan yang berkaitan dengan fenomena laut.

Astro-oceanografi

Pemahaman siswa kemudian dievaluasi melalui pretest dan posttest untuk melihat perkembangan literasi sains serta kesiapsiagaan mereka terhadap bencana.

Dosen pembimbing Lailatul Nuraini menjelaskan, nilai penting program tersebut berada pada pertemuan antara pengetahuan masyarakat dengan sains yang dipelajari di sekolah.

Kearifan lokal, menurut dia, tidak perlu ditempatkan sebagai sesuatu yang terpisah dari pembelajaran sains. Justru pengalaman yang sudah dikenal siswa dari lingkungan sekitar dapat digunakan untuk membantu mereka memahami konsep dan berpikir lebih kritis.

Selain pengetahuan nelayan, kehidupan budaya masyarakat Puger juga ikut menjadi bagian dari konteks pembelajaran. Tim mengamati langsung tradisi Petik Laut Puger pada 30 Juni 2026.

Tradisi tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat nelayan atas rezeki dari laut. Rangkaian kegiatannya antara lain khataman Al-Qur’an, tahlil, kirab budaya, pergelaran wayang kulit hingga prosesi pelarungan sesaji.

Program PKM-RSH yang berlangsung Juni hingga September 2026 itu pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang bagaimana siswa memahami rumus dan konsep fisika.

Ada pengetahuan nelayan, tanda-tanda alam, budaya pesisir dan kesadaran menghadapi ancaman tsunami yang dipertemukan dalam satu ruang pembelajaran.

Melalui pendekatan tersebut, tim berharap model pembelajaran berbasis astro-oceanografi dan kearifan lokal dapat dikembangkan lebih luas di sekolah-sekolah pesisir Indonesia. Harapannya, siswa tidak hanya mampu memahami sains, tetapi juga semakin mengenali lingkungan dan lebih siap menghadapi potensi bencana di sekitarnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Kota Bersih, Kementerian PUPR Bina Masyarakat Kota Pagar Alam melalui “Program Kotaku”

    Wujudkan Kota Bersih, Kementerian PUPR Bina Masyarakat Kota Pagar Alam melalui “Program Kotaku”

    • calendar_month Sabtu, 13 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.054
    • 0Komentar

    Kementerian PUPR mendorong masyarakat Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan [Sumsel] mewujudkan kota bersih melalui “Program Kotaku”. Koordinator KOTAKU Provinsi Sumsel, Ir. Khoironi, MM menilai pemerintah melalui Kementerian PUPR tidak hanya membereskan kekumuhan suatu daerah, tetapi juga menangani penyebab dari kekumuhan itu sendiri. Menurutnya kebersihan kota sangat tergantung kepada kesadaran komunitas masyarakat yang berdomisili di suatu […]

  • Merdeka Belajar, Bunda PAUD se Sumsel Ikuti Sosialisasi

    Merdeka Belajar, Bunda PAUD se Sumsel Ikuti Sosialisasi

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Guna mendukung program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Bunda PAUD Se Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Sosialisasi Merdeka Belajar dengan Bunda PAUD, acara berlangsung di Hotel Santika Premiere Palembang, Senin (1/7/2023). Dalam acara sosialisasi tersebut, hadir beberapa Bunda PAUD dari perwakilan kabupaten/kota se Provinsi Sumsel, salah satunya […]

  • Pisah Sambut Kakanwil BPN Sumsel, Arif Pasha :  4 Tahun Dibimbing Gubernur

    Pisah Sambut Kakanwil BPN Sumsel, Arif Pasha : 4 Tahun Dibimbing Gubernur

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.265
    • 0Komentar

    Alhamdulilah diselesaikan dengan baik, bahkan masyarakat sudah merasakan salah satunya setifikat tanah.

  • Gubernur Inginkan Setiap Pertemuan Nasional Perkenalkan Ornamen Khas Daerah

    Gubernur Inginkan Setiap Pertemuan Nasional Perkenalkan Ornamen Khas Daerah

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru minta setiap pertemuan Nasional seperti seminar tonjolkan ornamen khas daerah diantaranya pakaian Tanjak dan Selendang. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sumpah Pemuda Palembang belum lama ini. Audinesi itu dalam rangka akan dilaksanakannya Seminar Nasional secara Online untuk mensinergikan […]

  • Indonesia Miliki SDM Berkualitas, Mampu Ekspor Dua Juta Mobil

    Indonesia Miliki SDM Berkualitas, Mampu Ekspor Dua Juta Mobil

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    INDONESIA saat ini sudah memiliki sumber daya manusia (SDM) dengan kualifikasi yang baik atau berkualitas. Hal itu dapat diukur melalui keberhasilan mengekspor sebanyak dua juta unit mobil ke negara-negara lain. “SDM Indonesia sudah memiliki kualifikasi yang sangat baik untuk produk ekspor,” kata Presiden Joko Widodo dalam kegiatan melepas ekspor dua Juta Unit Toyota yang ditayangkan […]

  • Katalog Lokal & Belanja Daring Sokong Realisasi P3DN, Data RUP Cadangkan belanja Pengadaan Barang/jasa Segini Nilainya…

    Katalog Lokal & Belanja Daring Sokong Realisasi P3DN, Data RUP Cadangkan belanja Pengadaan Barang/jasa Segini Nilainya…

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Peningkatan penyerapan PDN Kabupaten Musi Banyuasin saat ini berdasarkan data RUP telah mencadangkan belanja pengadaan barang/jasa sebesar 98,97 persen dari total belanja Pengadaan Barang/Jasa sebesar Rp958,4 Miliar.Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk  terus mempercepat penayangan kataloh lokal dalam penerapan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Kabupaten Musi Banyuasin. Hal ini juga sejalan […]

expand_less
WordPress Archive Sober | WooCommerce WordPress Theme Socca – Football Team & Sports Club Elementor Template Kit Soccer Acumen – Football Club WordPress Theme Soch – Social Chat Support for WordPress SociaBuff – Social Media & Digital Agency Elementor Template Kit Social Auto Poster Social Counter Plugin for WordPress – Arqam Social Events for Videos Add-on for Easy Social Share Buttons Social Locker for WordPress Social Locker – plugin for WordPress