Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Pasar Murah di Halaman Gubernur, Harga Pangan di Pasar Masih Naik Turun

Pasar Murah di Halaman Gubernur, Harga Pangan di Pasar Masih Naik Turun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 18 menit yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GERAKAN Pangan Murah kembali digelar di Palembang, kali ini, masyarakat bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau melalui bazar yang digelar di Lapangan TVRI Sumsel. Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap ketersediaan bahan pangan.

Pesan itu tentunya patut diapresiasi, apalagi Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan salah satu daerah penghasil pangan. Secara logika, daerah penghasil semestinya memiliki modal yang kuat untuk menjaga ketersediaan pangan serta menekan gejolak harga.

Namun, ada pertanyaan yang tidak kalah penting, apakah harga murah di bazar pemerintah sudah benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari?

Sebab, persoalan pangan tidak hanya terjadi di lokasi bazar. Masyarakat setiap hari membeli beras, minyak goreng, telur, cabai, bawang, daging dan kebutuhan lainnya di pasar tradisional maupun warung sekitar rumah.

Di tempat-tempat itulah masyarakat merasakan langsung apakah harga pangan benar-benar stabil atau masih naik turun.

Pasar murah memang bisa menjadi solusi jangka pendek. Ketika harga sejumlah komoditas meningkat, bazar pemerintah dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pangan dengan harga yang lebih ringan.

Kehadiran pemerintah secara langsung juga memberikan rasa aman, bahwa negara tidak tinggal diam menghadapi persoalan pangan.

Tetapi, pasar murah jangan sampai hanya menjadi solusi sesaat di tengah harga pangan yang belum stabil.

Masyarakat tentu lebih membutuhkan kepastian harga daripada hanya kesempatan membeli murah pada hari tertentu. Mereka ingin ketika kembali ke pasar esok hari, harga tidak berubah terlalu jauh.

Pedagang warung pun demikian, sama, membutuhkan kepastian pasokan dan harga kulakan, agar tidak selalu berada dalam posisi sulit antara menaikkan harga atau mengurangi keuntungan.

Di sinilah pekerjaan rumah pemerintah yang harus dilakukan, Jika Sumsel memang memiliki produksi pangan yang cukup, maka yang perlu diperkuat bukan hanya kegiatan pasar murah, tetapi juga rantai distribusi dari petani, produsen, pedagang, hingga konsumen.

Jangan sampai produksi tersedia di daerah, tetapi harga di tingkat konsumen tetap bergejolak, karena persoalan distribusi, biaya angkut, rantai perdagangan, atau pasokan yang tidak merata.

Pemerintah juga perlu terbuka kepada masyarakat mengenai komoditas mana yang sebenarnya mengalami tekanan harga, apa penyebabnya, dan langkah apa yang dilakukan untuk mengatasinya.

Pasalnya permintaan masyarakat itu sangat sederhana, yaitu keberhasilan kebijakan pangan bukan hanya ramai di bazar murah saja atau banyaknya komoditas pangan yang dijual dengan harga subsidi.

Bagi mereka (masyarakat) ukurannya, yang paling nyata adalah ketika ibu rumah tangga berbelanja di pasar, pedagang warung membeli stok, dan konsumen tidak lagi dibuat kaget oleh perubahan harga yang terlalu cepat, sehingga berdampak pada saku celana menjadi kering.

Sementara barang dibeli tak sesuai harapan ketika pulang dari pasar, karena seharusnya mendapat lima jenis komoditas pangan, malah yang dibawah hanya tiga jenis.

Oleh sebab itu, pasar murah tetap penting, bahkan kegiatan semacam ini perlu dipertahankan ketika harga komoditas tertentu sedang melonjak. Tetapi pemerintah jangan berhenti pada pasar murah.

Apalagi pasar murah yang digelar itu  hanya menyelesaikan kebutuhan hari ini. Sementara stabilitas harga menyelesaikan persoalan masyarakat dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, di tengah optimisme Sumsel memiliki ketersediaan pangan yang cukup, pemerintah perlu memastikan optimisme tersebut benar-benar terasa sampai ke pasar tradisional dan warung-warung kecil.

Jangan sampai pangan murah hanya ada di halaman pemerintah, sementara masyarakat masih harus menghadapi harga yang naik turun ketika berbelanja di pasar.

Sebenarnya, harapan masyarakat itu tidaklah neko-neko, bukan hanya pangan yang tersedia, tetapi juga harga yang murah dan relatif stabil.

Sebab, masyarakat tidak bisa belanja tanpa harus terus-menerus mengeluh dengan perubahan harga. Itulah yang harus jadi perhatian kepala daerahnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Hasil Sensus Penduduk, MUBA Siap Jadi Pionir

    Update Hasil Sensus Penduduk, MUBA Siap Jadi Pionir

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] melalui tim statistik sektoral Dinas Komunikasi dan informatika Muba yang di monitoring  BPS Muba terus gencar mensosialisasikan sensus Penduduk (SP) secara online tahun 2020 kepada masyarakat. Dalam hal ini, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP mengatakan instansinya akan selalu berperan aktif menjalin koordinasi sesuai instruksi Bupati Muba Dr H Dodi […]

  • Serahkan Bantuan, Presiden Dorong Pelaku Usaha Mikro Tidak Putus Asa di Tengah Pandemi

    Serahkan Bantuan, Presiden Dorong Pelaku Usaha Mikro Tidak Putus Asa di Tengah Pandemi

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menyerahkan “Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro” (BPUM) kepada para pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/07/2021). Bantuan hibah sebesar Rp1,2 juta per orang tersebut diberikan sebagai bantuan untuk mendorong ekonomi masyarakat pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19. “Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres […]

  • Buka Akses Ruang Publik

    Buka Akses Ruang Publik

    • calendar_month Rabu, 7 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

      Ruang publik yang nyaman menjadi perhatian prioritas Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi. Dalam kaitan tersebut, Pemkab Muba melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) membuka akses jalan Peternakan untuk menuju ruang publik yakni Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu.   “Sehingga masyarakat tidak sulit untuk memanfaatkan fasilitas di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu, jadi kita bangun jalan […]

  • Antisipasi Dampak COVID, Pemkot Berencana Tambah Satu Hektare Lahan Pemakaman Khusus Covid-19

    Antisipasi Dampak COVID, Pemkot Berencana Tambah Satu Hektare Lahan Pemakaman Khusus Covid-19

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berencana menambah areal pemakaman seluas 1 hektare khusus pasien Covid-19 di kawasan TPU Gandus Hill. Ini sebagai antisipasi apabila lahan seluas dua hektare yang telah digunakan sejak Mei 2020 kemarin penuh. Kepala Dinas PRKP Kota Palembang, Affan Prapanca Mahali, mengatakan, saat ini keterisian lahan tersebut sudah 70 persen terhitung sejak pandemi Covid19. […]

  • Kisah Rompi Merah Cinta, Ketika Palang Merah Jadi Lahan Berdarah

    Kisah Rompi Merah Cinta, Ketika Palang Merah Jadi Lahan Berdarah

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Mantan Wawako Palembang yang juga dikenal sebagai Ketua PMI Kota Palembang, periode 2019–2024, Fitrianti Agustinda alias Bu Finda dan suaminya Dedi Siprianto yang juga, anggota DPRD, yang dulunya sekaligus Kepala Bagian Administrasi UTD, ibaratnya duo pop, mereka cocok di panggung, tapi ternyata sumbang di laporan keuangan. Ibarat juga, pasangan suami istri Fitrianti Agustinda […]

  • Ingat !!! Wawako Palembang Peringatkan 2 Minggu, Bongkar Bangunan Di Atas Saluran Air

    Ingat !!! Wawako Palembang Peringatkan 2 Minggu, Bongkar Bangunan Di Atas Saluran Air

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 930
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota,  Fitriati Agustinda meninjau saluaran air dibahu Jalan KH. Baqi (Banten) Kelurahan 16 ulu, Kecamatan Seberang Ulu II (SU II), bersebelahan dengan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut selalu menjadi langganan banjir disaat musim penghujan. Banten Kamis, [16/2/2021]. Kawasan yang padat dengan banyak rumah warga sekitar, kos-kosan Mahasiswa/i dan hal ini diperparah banyaknya  kios kios […]

expand_less
WordPress Archive Taleem – Online Education Elementor Template Kit Talents – Model Agency WordPress CMS Theme Talk & Action – Colorful Digital Agency Elementor Template Kit Talker – Page to Speech Plugin for WordPress Talking Minds – Psychotherapist WordPress Theme Tallinn – Business and Consultancy WordPress Theme Tamarind Restaurant Theme for WordPress Tami – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Tamun – Fundraising WordPress Theme Tanago – Green Renewable Energy Elementor Template Kit