Kementerian Haji dan Umrah Pastikan Tiket Jemaah AAT Terbit, Ada 3 Pilihan Jika Gagal Berangkat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID -Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh tiket pergi-pulang jemaah PT Annisa Ahmada Travelindo (AAT) telah terbit. Kepastian ini menjadi angin segar setelah sebelumnya jemaah menunggu kejelasan terkait keberangkatan mereka.
Kepastian tersebut didapat setelah mediasi yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo, Senin (31/8/2026).
Pertemuan itu mempertemukan pihak AAT, KBIHU Muslimat NU Jombang, dan perwakilan jemaah.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin, Kasubdit Bina Umrah Edayanti, serta jajaran Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur turut hadir dalam mediasi tersebut.
Hasil pertemuan menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait keberangkatan dan kepulangan jemaah.
Pihak AAT menyatakan komitmen untuk memberangkatkan seluruh jemaah sesuai jadwal yang tercantum dalam tiket.
Travel tersebut juga bertanggung jawab memastikan jemaah mendapatkan layanan selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia.
Dengan seluruh tiket pergi dan pulang yang sudah terbit, jemaah kini memiliki kepastian lebih jelas mengenai perjalanan mereka.
“Yang utama adalah memastikan jemaah mendapat kepastian. Dengan seluruh tiket pergi dan pulang yang sudah terbit, jemaah dapat berangkat dan kembali sesuai tiket yang telah ditetapkan,” ujar Fauzin.
Meski demikian, terbitnya tiket bukan berarti seluruh persoalan otomatis selesai.
Kementerian Haji dan Umrah meminta AAT menjalankan kesepakatan secara bertanggung jawab dan memastikan hak jemaah terpenuhi sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Hal ini termasuk layanan selama jemaah menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Jemaah AAT Punya 3 Pilihan
Kesepakatan mediasi juga mengatur langkah yang bisa ditempuh apabila keberangkatan tidak dapat terlaksana sesuai ketentuan.
Jemaah memiliki tiga pilihan yang dapat diambil sesuai kondisi.
Pertama, jemaah tetap berangkat dengan jaminan tiket kepulangan.
Kedua, jemaah dapat menjadwalkan ulang keberangkatan ke waktu yang disepakati.
Ketiga, jemaah dapat memilih pengembalian dana atau refund sesuai ketentuan yang telah disepakati.
Adanya tiga opsi tersebut memberikan alternatif bagi jemaah apabila muncul kendala dalam pelaksanaan perjalanan.
Dengan begitu, jemaah tidak hanya bergantung pada kepastian keberangkatan, tetapi juga memiliki pilihan apabila perjalanan harus mengalami perubahan.
Kementerian Haji dan Umrah Kawal Kesepakatan
Kasubdit Bina Umrah Edayanti mengatakan kesepakatan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada jemaah.
Ia menekankan pentingnya seluruh pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama.
Kementerian Haji dan Umrah bersama Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur akan mendorong pelaksanaan hasil mediasi tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan persoalan jemaah AAT tidak berhenti pada penerbitan tiket saja.
Sebab, yang menjadi perhatian utama adalah terpenuhinya seluruh hak jemaah sampai perjalanan mereka selesai.
Mulai dari keberangkatan sesuai jadwal, pelayanan selama berada di Arab Saudi, hingga kepulangan ke Indonesia.
Dengan tiket pergi-pulang yang telah terbit dan adanya pilihan reschedule maupun refund jika terjadi kendala, jemaah AAT kini memiliki kepastian sekaligus jalan keluar yang telah disepakati. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
