Fire Brigade Kilang Plaju Diuji di Luar Zona Nyaman, Seberapa Cepat Mereka Merespons Keadaan Darurat?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : humas pertamina
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Dalam keadaan darurat, beberapa detik bisa menentukan langkah berikutnya. Personel Fire Brigade tidak hanya dituntut bergerak cepat, tetapi juga harus tetap fokus dan tepat mengambil tindakan saat situasi berubah dengan cepat.
Kondisi seperti itulah yang coba dihadirkan dalam Agility Test Fireman Kilang Plaju yang berlangsung pada 30 Agustus hingga 1 September 2026. Personel Fire Brigade diuji melalui rangkaian aktivitas yang menuntut kekuatan fisik, kelincahan, sekaligus kemampuan menjaga konsentrasi.
Kegiatan yang digelar Fungsi Health, Safety, Security & Environment (HSSE) melalui Bagian Emergency Insurance (EI) Kilang Plaju ini bukan sekadar mengukur kemampuan fisik. Pengujian dibuat untuk melihat sejauh mana personel mampu menghadapi tuntutan pekerjaan yang membutuhkan gerakan cepat dan respons terukur.
Pjs. Manager HSSE RU Plaju, Ery Puspiartono, mengatakan kemampuan tersebut perlu terus dipelihara. Menurutnya, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman atau mengandalkan kondisi saat insiden terjadi.
“Agility test ini menjadi salah satu cara untuk melihat kesiapan rekan-rekan Fire Brigade, baik dari sisi fisik maupun mental. Dalam kondisi darurat, kecepatan respons harus diikuti dengan ketepatan tindakan. Karena itu, kesiapan perlu dilatih dan dievaluasi secara berkala,” ujar Ery.
Bagi personel Fire Brigade, kondisi fisik menjadi salah satu modal penting untuk menjalankan tugas. Namun, kemampuan tersebut harus berjalan bersama koordinasi dan pemahaman terhadap prosedur penanganan keadaan darurat.
Sebab, kesiapan Fire Brigade Kilang Plaju tidak dibangun hanya melalui satu kegiatan. Ada latihan yang dilakukan secara rutin untuk menjaga kemampuan personel tetap terasah.
Fire Fighter Fitness Improvement Programs dilakukan setiap hari untuk menjaga kebugaran. Sementara IPPT Test dan Agility Test dilaksanakan setiap tiga bulan. Kemampuan menghadapi berbagai skenario keadaan darurat juga diasah melalui Fire Ground Drill dan Minor Emergency Drill yang dilakukan setiap minggu.
Rutinitas itu membuat personel tidak hanya terbiasa dengan tuntutan fisik, tetapi juga dengan pola kerja yang membutuhkan kecepatan, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam tekanan.
Hal ini sejalan dengan penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina. Salah satu penekanannya adalah memastikan personel yang menjalankan pekerjaan berada dalam kondisi sehat secara fisik dan mental serta memiliki kompetensi dan kewenangan yang sesuai.
Latihan yang dilakukan Fire Brigade, tentu bukan soal siapa yang paling cepat menyelesaikan tantangan. Yang lebih penting adalah memastikan setiap personel tetap mampu bekerja dengan benar ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.
“Harapannya, kesiapsiagaan ini terus terjaga sehingga kapan pun terjadi insiden, rekan-rekan Fire Brigade dapat memberikan respons terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan diri, rekan kerja, maupun operasional kilang,” kata Ery.
Agility test menjadi salah satu cara Kilang Plaju menjaga kesiapan tersebut. Sebab ketika keadaan darurat datang tanpa banyak waktu untuk bersiap, kemampuan bergerak cepat harus sudah menjadi bagian dari kebiasaan, bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika keadaan mulai genting. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
