Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP, Begini Cara Melihat Status dan Desil Penerima
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 10 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Masyarakat yang ingin mengetahui apakah namanya masih tercatat dalam data penerima bantuan sosial dapat melakukan pengecekan secara online melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Pengecekan dilakukan menggunakan data kependudukan yang tersedia dalam sistem Cek Bansos.
Layanan tersebut tidak hanya menampilkan informasi terkait kepesertaan bantuan sosial. Kemensos juga menyediakan informasi mengenai desil kesejahteraan keluarga yang menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran bantuan sosial. Data yang digunakan bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Cara Cek Bansos 2026 di Layanan Kemensos
Masyarakat dapat mengakses laman resmi Cek Bansos Kemensos untuk mengetahui data yang tercatat. Informasi yang ditampilkan mengacu pada DTSEN sebagai sumber data.
Pengecekan dilakukan dengan memasukkan NIK sesuai identitas kependudukan. Setelah data diproses, masyarakat dapat melihat informasi yang tersedia mengenai statusnya dalam sistem.
Kemensos menyediakan layanan tersebut agar masyarakat dapat mengetahui data sosial ekonominya tanpa harus mengandalkan informasi dari sumber tidak resmi.
Untuk melakukan pengecekan, masyarakat dapat membuka:
Kemensos juga menyediakan aplikasi Cek Bansos yang dapat digunakan untuk melihat kepesertaan bantuan sosial serta mengajukan usulan atau sanggahan terhadap data tertentu. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi resmi Kementerian Sosial.
Desil Menjadi Bagian Penting dalam Data Bansos
Dalam sistem Cek Bansos, desil menggambarkan kelompok kesejahteraan keluarga berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.
Kemensos menjelaskan bahwa variabel tersebut antara lain mencakup kondisi individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi tempat tinggal termasuk kondisi rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset. Masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil.
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi.
Kemensos menyebut desil bersifat dinamis. Artinya, posisi seseorang dalam data dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi dan proses pemutakhiran data.
Desil Tidak Sesuai Bisa Diajukan untuk Diperbarui
Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan desil yang tercantum dapat mengajukan pembaruan data.
Pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial. Kemensos juga menyediakan mekanisme pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan kondisi sebenarnya.
Setelah dilakukan pembaruan, data tersebut akan dihitung kembali secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Desil 1 sampai 4 Dapat Diusulkan untuk PKH dan Sembako
Kemensos menjelaskan bahwa desil digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran bantuan sosial.
Keluarga yang berada pada desil 1 sampai 4 atau 40 persen kelompok terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako. Sementara desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Dengan sistem tersebut, status penerima bantuan tidak semata-mata dilihat dari apakah seseorang pernah menerima bansos sebelumnya. Data sosial ekonomi dan posisi dalam DTSEN juga menjadi bagian penting dalam proses penentuan sasaran.
Karena data bersifat dinamis, masyarakat yang ingin mengetahui statusnya sebaiknya melakukan pengecekan melalui kanal resmi Kemensos dan memastikan informasi kependudukan serta kondisi sosial ekonominya sesuai dengan keadaan sebenarnya.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
