Rudiansyah, “Superman” di Tengah Karhutla Palangka Raya, Dapat Tawaran Beasiswa dari Raja Juli
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada banyak cara untuk menunjukkan kepedulian terhadap hutan. Rudiansyah memilih cara yang tidak biasa, turun langsung ke tengah karhutla Palangka Raya dengan mengenakan kostum Superman.
Remaja itu ikut membantu masyarakat dan petugas menangani kebakaran di kawasan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya. Kostum superhero yang dikenakannya membuat Rudiansyah mudah dikenali di antara orang-orang yang sedang berjibaku menghadapi api.
Awalnya, mungkin hanya penampilannya yang mencuri perhatian.
Namun setelah diketahui ikut membantu pemadaman, sosok Rudiansyah justru menjadi cerita tersendiri.
Cerita itu bahkan sampai kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Saat mengunjungi lokasi karhutla pada 19 Agustus, Raja Juli menyempatkan diri berbicara dengan Rudiansyah. Menteri Kehutanan juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo menyampaikan salam kepada Rudiansyah,” ujar Raja Juli.
Pertemuan tersebut kemudian mengungkap satu hal yang membuat kisah Rudiansyah semakin menarik.
Ia ingin menjadi polisi hutan.
Bukan cita-cita yang muncul secara kebetulan. Keinginan itu justru disampaikan ketika Rudiansyah sedang berada di lingkungan yang berkaitan langsung dengan apa yang ingin dilakukannya kelak.
Raja Juli merespons cita-cita tersebut dengan serius.
Menteri Kehutanan menyatakan siap memberikan beasiswa apabila Rudiansyah memilih melanjutkan pendidikan untuk mengejar profesi tersebut.
“Kalau beliau mau pilih, nanti saya kasih beasiswa,” kata Raja Juli.
Dari sinilah sosok Rudiansyah tidak lagi sekadar dikenal sebagai remaja berkostum Superman.
Ia menjadi gambaran tentang seorang anak muda yang sudah menemukan bidang yang ingin diperjuangkannya.
Superman yang Memilih Turun ke Lapangan
Kostum Superman sebenarnya hanyalah bagian paling mudah dilihat dari Rudiansyah.
Yang lebih penting adalah keputusan untuk ikut berada di lokasi kebakaran.
Karhutla selalu membawa persoalan yang jauh lebih besar daripada api yang terlihat. Ketika kebakaran terjadi, asap dapat mengganggu aktivitas warga, sementara lahan dan kawasan hutan menghadapi risiko kerusakan yang lebih luas.
Penanganannya pun membutuhkan banyak tangan.
Petugas pemadam, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD dan masyarakat harus bergerak sesuai peran masing-masing.
Tetapi masyarakat memiliki posisi yang berbeda.
Mereka berada dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Mereka bisa menjadi orang pertama yang mengetahui adanya asap atau titik api dan membantu mencegah keadaan berkembang menjadi lebih buruk.
Karena itu, Raja Juli melihat keberadaan Rudiansyah sebagai contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus menunggu seseorang memiliki jabatan atau profesi tertentu.
“Tanpa ada partisipasi masyarakat dalam menanggulangi karhutla, pasti tidak akan bisa selesai,” ujarnya.
Kalimat itu barangkali menjadi bagian terpenting dari cerita Rudiansyah.
Ia tidak datang sebagai pejabat.
Ia juga bukan petugas yang sedang menjalankan pekerjaan.
Ia datang sebagai warga yang memilih untuk ikut membantu.
Menjaga Hutan Dimulai dari Hal Sederhana
Ada pelajaran lain dari kisah tersebut.
Menangani kebakaran bukan hanya soal bagaimana memadamkan api setelah kebakaran terjadi. Yang jauh lebih penting adalah mencegah agar api tidak muncul.
Di wilayah yang menghadapi kondisi kering, pembukaan lahan dengan cara membakar memiliki risiko besar.
Karena itu, Raja Juli mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak menggunakan cara tersebut.
“Jangan ada lagi pembukaan lahan di musim ini dengan cara membakar,” tegasnya.
Pemerintah memiliki berbagai perangkat untuk menangani kebakaran, termasuk pemadaman darat, water bombing dan opsi modifikasi cuaca ketika kondisi memungkinkan.
Tetapi teknologi dan armada besar tetap tidak menghapus peran manusia di tingkat paling dekat dengan lokasi kebakaran.
Justru di titik itulah kepedulian seperti yang ditunjukkan Rudiansyah menjadi berarti.
Ketika Cita-cita Bertemu Kenyataan
Menariknya, Rudiansyah tidak mengatakan ingin menjadi polisi hutan setelah melihat hutan dari jauh.
Ia menyampaikannya setelah ikut merasakan langsung bagaimana sulitnya menghadapi kebakaran.
Ada panas.
Ada asap.
Ada pekerjaan yang tidak mudah.
Namun pengalaman tersebut tidak membuatnya menjauh dari hutan. Sebaliknya, ia justru ingin memiliki peran lebih besar di dalamnya.
Raja Juli menyebut Rudiansyah sebagai “forest hero”.
“Ini superhero, tapi juga menjadi forest hero, pahlawan yang menyelamatkan hutan kita,” katanya.
Sebutan itu mungkin terdengar sederhana.
Tetapi bagi seorang remaja, perhatian tersebut bisa menjadi dorongan besar untuk mempertahankan cita-citanya.
Jika suatu hari Rudiansyah benar-benar menjadi polisi hutan, cerita tentang kostum Superman di Petuk Ketimpun mungkin akan menjadi salah satu bagian paling awal dari perjalanan tersebut.
Ia pernah datang ke lokasi kebakaran sebagai anak muda yang ingin membantu.
Kelak, ia bisa saja kembali ke tempat seperti itu dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Bukan Hanya Tentang Rudiansyah
Kisah Rudiansyah juga memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.
Semangat seperti ini tidak selalu muncul dalam bentuk yang besar.
Kadang cukup dengan mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah di sekitar kita, lalu memilih untuk tidak berpaling.
Raja Juli menyebut semangat tersebut sebagai community participation dan community resilience.
Masyarakat, menurutnya, memiliki tradisi gotong royong sekaligus kemampuan untuk bertahan ketika menghadapi masalah bersama.
Dalam konteks karhutla, semangat itu menjadi penting karena pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan di sekitarnya, termasuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan dan segera melaporkan atau membantu menangani apabila muncul titik api.
Di sisi lain, pemerintah tetap menjalankan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran atau kerusakan hutan dan lingkungan.
Namun, penindakan adalah bagian setelah masalah terjadi.
Yang lebih ideal adalah kebakaran tidak pernah terjadi sejak awal.
Dan untuk mencapai itu, dibutuhkan kesadaran banyak orang.
Mungkin karena itu sosok Rudiansyah menjadi menarik.
Ia datang dengan kostum Superman, tetapi pesan yang dibawanya sebenarnya jauh lebih sederhana.
Menjadi pahlawan bagi lingkungan tidak selalu membutuhkan kekuatan super.
Kadang yang dibutuhkan hanya kemauan untuk turun tangan.
Dan bagi Rudiansyah, langkah kecil itu tampaknya sudah membawanya pada satu tujuan: suatu hari menjadi polisi hutan dan menjaga hutan yang hari ini ia bantu selamatkan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
