Gempa M7,7 Guncang Flores, Menag Nasaruddin Umar Minta Kemenag NTT Bergerak Cepat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: kemenag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Guncangan tersebut berdampak di sejumlah wilayah dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada berbagai fasilitas masyarakat.
Berdasarkan data sementara BNPB, sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Korban tersebar di beberapa kabupaten, sementara proses penanganan dan pendataan dampak bencana masih terus dilakukan.
Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Sejumlah rumah warga dan fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan. Fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, tempat ibadah hingga bangunan lainnya turut terdampak.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia meminta jajaran Kementerian Agama di NTT segera bergerak untuk melihat langsung dampak gempa sekaligus membantu warga yang membutuhkan.
Nasaruddin meminta Kantor Wilayah Kemenag NTT melakukan pendataan secara menyeluruh, terutama terhadap lingkungan pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana.
“Sesegera mungkin proaktif melakukan pendataan dan langkah-langkah penanganan secepat mungkin,” kata Nasaruddin, Sabtu (15/8/2026).
Pendataan tersebut mencakup madrasah, sekolah keagamaan, pondok pesantren, rumah ibadah, serta keluarga besar Kementerian Agama yang berada di wilayah terdampak.
Kemenag juga diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung penanganan darurat. Bantuan diharapkan dapat segera diarahkan kepada warga maupun lembaga yang mengalami dampak paling berat.
Nasaruddin mengatakan masyarakat Flores yang terdampak bencana tidak sendirian menghadapi situasi tersebut. Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat akan terus didorong untuk memberikan bantuan serta pendampingan.
“Jangan khawatir, kalian tidak sendiri,” ujar Nasaruddin.
Sementara itu, penanganan korban dan pendataan kerusakan masih berlangsung. Pemerintah dan tim terkait terus melakukan langkah-langkah darurat untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
