Rumah Tahfidz Tuli Pertama di Sumatera Dibangun di Palembang, Jadi Ruang Belajar Al-Qur’an bagi Sahabat Tuli
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Rumah Tahfidz Tuli pertama di Sumatera mulai dibangun di Perumahan Privilege, Kecamatan Gandus, Palembang, Sabtu (15/8/2026). Kehadirannya menjadi langkah baru dalam menyediakan ruang belajar Al-Qur’an yang lebih mudah diakses sahabat tuli.
Rumah tahfidz tersebut dirancang sebagai tempat belajar yang tetap bagi masyarakat tuli yang selama ini mengikuti kegiatan mengaji tanpa memiliki lokasi pembelajaran permanen. Proses belajar dilakukan dengan pendekatan bahasa isyarat, dengan pendampingan ustadz dan ustadzah.
Melalui pola pembelajaran tersebut, para santri tuli tidak hanya diarahkan untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai metode yang dapat mereka ikuti.
Keberadaan Rumah Tahfidz Tuli ini memiliki nilai khusus karena tercatat sebagai yang pertama di Sumatera dan kedua di Indonesia. Pembangunan fasilitas tersebut sekaligus memperluas akses pendidikan keagamaan bagi kelompok disabilitas, khususnya komunitas tuli.
Menariknya, aktivitas Rumah Tahfidz Tuli sebenarnya telah berlangsung sebelum pembangunan gedung dimulai.
Kegiatan mengaji sudah dijalankan dan kini diarahkan memiliki tempat belajar yang lebih permanen sehingga para santri tidak perlu berpindah-pindah lokasi.
COO & CO Owner Privilege Palembang, Ryoga Nugraha, berharap keberadaan Rumah Tahfidz Tuli nantinya tidak hanya menjadi tempat mengaji, tetapi dapat berkembang sebagai pusat pembelajaran keagamaan bagi komunitas tuli dan masyarakat disabilitas di Sumatera Selatan.
Rumah tahfidz itu diharapkan menjadi ruang yang memungkinkan lebih banyak sahabat tuli mempelajari Al-Qur’an, mulai dari membaca hingga menghafalkannya dengan dukungan pengajar yang memahami kebutuhan mereka.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang hadir dalam groundbreaking pembangunan tersebut mengapresiasi hadirnya Rumah Tahfidz Tuli di Palembang. Menurutnya, fasilitas seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperluas program pengentasan buta aksara Al-Qur’an.
“Ini pertama di Sumatera Selatan untuk rumah tahfidz tuli. Saya mengucapkan apresiasi dan bangga karena pembangunannya dilakukan. Semoga ini membawa berkah dan manfaat bagi para sahabat tuli dalam membaca Al-Qur’an,” ujar Herman Deru.
Ia juga menambahkan sebuah rumah tahfidz tidak semata-mata ditentukan oleh bentuk bangunannya. Hal terpenting adalah adanya proses belajar mengajar Al-Qur’an yang berjalan.
“Rumah tahfidz itu tidak dicirikan bangunan. Identitas pertamanya adalah adanya pengajar dan diajar, adanya KBM mengaji,” katanya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
