Siswi Sekolah Rakyat Lolos Paskibraka Nasional 2026, Ismi Wakili Sulawesi Barat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ismi Ulfaida, berhasil lolos sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026.
Ismi menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menembus seleksi nasional tahun ini. Gadis berusia 16 tahun asal Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, itu terpilih bersama 75 calon lainnya dari 38 provinsi.
Nama Ismi resmi diumumkan sebagai calon Paskibraka nasional pada 22 Juni 2026. Ia dijadwalkan mengikuti pengibaran bendera pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.
Bagi Ismi, pencapaian tersebut menjadi pengalaman pertama di dunia Paskibraka. Saat masih duduk di bangku SMP, ia mengaku belum pernah menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di sekolah.
Ia baru mengenal kegiatan baris-berbaris secara lebih serius setelah bersekolah di SRT 22 Polewali Mandar melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.
Bersaing dengan 119.441 Pendaftar
Perjalanan Ismi menuju tingkat nasional berlangsung melalui proses seleksi berjenjang yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Seleksi dilakukan mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Peserta harus melewati sejumlah tahapan, antara lain verifikasi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), kesamaptaan, pelatihan baris-berbaris, tes kepribadian, serta minat dan bakat.
Pada tingkat provinsi, peserta juga menjalani psikotes.
Ismi harus bersaing dengan total 119.441 pendaftar. Target awalnya pun hanya ingin lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi.
Namun hasil seleksi membawanya hingga tingkat nasional.
“Saya baru pertama kali menjadi Paskibra,” kata Ismi saat ditemui di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
170 Siswa Sekolah Rakyat Ikut Seleksi
Keberhasilan Ismi juga menjadi catatan tersendiri bagi Sekolah Rakyat. Pada seleksi Paskibraka 2026, tercatat 170 siswa Sekolah Rakyat ikut mendaftar.
Wakil Kepala BPIP sekaligus Pengarah Program Paskibraka, Rima Agristina, mengatakan dari jumlah tersebut sebanyak 48 siswa lolos pada tingkat kabupaten/kota dan dua siswa melaju ke tingkat provinsi.
Ismi menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil lolos hingga tingkat nasional.
“Kami mencatat ada 170 siswa Sekolah Rakyat yang mendaftar untuk ikut Program Paskibraka ini,” ujar Rima.
Menurutnya, keterlibatan siswa Sekolah Rakyat dalam seleksi Paskibraka menunjukkan adanya kesempatan bagi para siswa untuk mengikuti program tersebut.
Anak Buruh Tani
Ismi merupakan anak ketiga dari pasangan Rahman dan Suburia. Ia tumbuh dalam keluarga buruh tani dan tinggal bersama orang tua serta empat saudaranya di rumah semi permanen seluas sekitar 74 meter persegi.
Dukungan dari sekolah menjadi salah satu bekal Ismi menghadapi seleksi. Selain latihan baris-berbaris, SRT 22 Polewali Mandar memberikan pembinaan wawasan kebangsaan dan intelegensia umum, serta pengayaan kesenian.
Keinginan Ismi menjadi Paskibraka mulai tumbuh setelah melihat Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki Paskibraka Nasional 2025 asal Sulawesi Utara, melalui media sosial.
Dari situ, Ismi mulai memiliki keinginan untuk mengikuti jejak Bianca.
Sudah Berlatih di Jakarta Sejak Juli
Ismi mulai menjalani Pembinaan dan Pelatihan Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 di Jakarta sejak 14 Juli lalu.
Selama mengikuti karantina, ia menjalani jadwal yang cukup padat, mulai dari olahraga pagi, latihan baris-berbaris hingga sore, pembekalan materi, serta kegiatan lain sesuai agenda pelatihan.
Ia mengaku tidak terlalu kesulitan mengikuti pola tersebut karena sudah terbiasa dengan kedisiplinan selama bersekolah di Sekolah Rakyat.
Tantangan terbesar justru datang dari jarak dengan keluarga. Ismi harus meninggalkan orang tuanya di Polewali Mandar selama menjalani pemusatan latihan di Jakarta.
Meski begitu, kerinduan tersebut menjadi motivasi bagi Ismi untuk menjalani pelatihan dengan serius.
“Mama, Papa, sehat-sehat ya di sana, jaga kesehatan, tunggu Ismi pulang,” ujarnya.
Kini Ismi tinggal menunggu pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026. Ia berharap dapat menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus membawa kebanggaan bagi orang tua, sekolah, teman-teman, serta masyarakat Sulawesi Barat.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
