Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Dilaporkan Tewas di Sikka
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bmkg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa Nagekeo berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Guncangan kuat tersebut dirasakan di sejumlah wilayah hingga Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Sikka, gempa dilaporkan berdampak di kawasan Pelabuhan El Say dan menyebabkan dua orang meninggal dunia serta satu orang mengalami luka-luka.
Keterangan awal mengenai korban tersebut disampaikan Kodim Sikka. Dua korban meninggal terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan. Sementara satu korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Data tersebut masih diverifikasi petugas di lapangan.
Di tengah situasi yang masih berkembang, tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan evakuasi serta penanganan korban di lokasi terdampak. Petugas juga terus memantau kondisi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Guncangan gempa terasa sangat kuat di Nagekeo. Warga yang merasakan getaran selama kurang lebih satu menit langsung berhamburan keluar rumah. Situasi serupa terjadi di Kabupaten Sikka dan Manggarai Barat, di mana masyarakat memilih keluar dari bangunan setelah merasakan guncangan kuat.
Peringatan dini tsunami juga sempat membuat masyarakat di kawasan pesisir meningkatkan kewaspadaan. BPBD Nagekeo bersama instansi terkait melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di wilayah pesisir dan mengarahkan masyarakat menuju lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut dengan kedalaman sekitar 15 kilometer, berjarak kurang lebih 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan gempa tersebut juga dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros di Sulawesi Selatan.
Situasi belum sepenuhnya mereda setelah gempa utama. Beberapa gempa susulan tercatat terjadi dalam waktu kurang dari satu jam. Gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pukul 05.13.53 WIB, disusul gempa Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Gempa susulan lainnya, termasuk Magnitudo 5,5, juga tercatat.
Untuk sementara, gempa-gempa susulan tersebut dilaporkan tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta tidak lengah dan mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi pemerintah.
BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait masih melakukan pendataan mengenai dampak gempa Nagekeo. Pendataan mencakup korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan serta kemungkinan dampak lain yang ditemukan di lapangan.
Masyarakat yang berada di sekitar bangunan rusak atau mengalami retakan diminta tidak kembali masuk sebelum dinyatakan aman. Warga pesisir juga diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Perkembangan terbaru mengenai gempa NTT, kondisi korban, kerusakan bangunan dan potensi tsunami akan disampaikan setelah proses verifikasi lapangan selesai dilakukan.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
