Karhutla Kalbar Meningkat, Mengapa Hujan Buatan Belum Bisa Digelar?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Kalbar terus bertambah di tengah cuaca panas yang sudah berlangsung lebih dari sebulan. Saat luas kebakaran hutan dan lahan meningkat, muncul pertanyaan mengapa hujan buatan belum juga dilakukan untuk membantu memadamkan api.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut operasi modifikasi cuaca belum dapat dijalankan karena kondisi atmosfer di Kalimantan Barat belum mendukung. Minimnya pertumbuhan awan hujan membuat penyemaian garam sebagai bagian dari operasi hujan buatan belum bisa dilakukan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, cuaca panas yang berkepanjangan menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam tiga pekan ke depan dengan tingkat kemudahan lahan untuk terbakar yang tetap tinggi.
“Sudah tidak adanya hujan lebih dari sebulan dan cuaca sangat panas, sebabkan luas lahan terbakar terus bertambah,” kata Suharyanto saat rapat koordinasi teknis penanganan karhutla bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah kabupaten/kota, dan Forkopimda se-Kalimantan Barat di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (6/8).
Karena hujan buatan belum memungkinkan, BNPB untuk sementara mengandalkan pemadaman dari udara. Jumlah helikopter water bombing yang semula tiga unit akan ditambah menjadi lima unit dalam beberapa hari ke depan agar titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat dapat segera dipadamkan.
“Sedikitnya awan hujan di Kalimantan Barat, sehingga operasi modifikasi cuaca tidak bisa, maka satgas udara fokus ke water bombing,” ujarnya.
Meski demikian, BNPB tetap menyiapkan pesawat operasi modifikasi cuaca beserta helikopter patroli. Jika sewaktu-waktu muncul awan yang memenuhi syarat, operasi hujan buatan akan langsung dilaksanakan.
Data BNPB menunjukkan kondisi karhutla Kalbar tahun ini mengalami peningkatan. Hingga Juni 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 28.680 hektare, melampaui total luas kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat 26.703 hektare.
Melihat tren tersebut, BNPB meminta seluruh personel gabungan, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan hingga pemerintah daerah, memperkuat patroli dan segera memadamkan api sebelum membesar.
“Kita sepakat jangan sampai menunggu api semakin besar,” tegas Suharyanto. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
