Pertamina Bangun Budaya Zero Accident di Kilang Plaju
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : pertamina
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pertamina membangun budaya Zero Accident di Kilang Plaju selama pelaksanaan Pit Stop Part II 2026 melalui Safety Campaign, perusahaan menekankan pentingnya keselamatan kerja sejak sebelum pekerja memasuki area operasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengecekan alat pelindung diri (APD), hingga dialog mengenai potensi bahaya di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berisiko tinggi dapat berlangsung aman tanpa insiden.
Safety Campaign menjadi bagian dari implementasi Safety Leadership Program (SLP) yang dijalankan sepanjang pelaksanaan Pit Stop, kegiatan ini melibatkan jajaran manajemen dan pekerja Pertamina yang menyambut tenaga kerja kontraktor sebelum memasuki area kilang, sekaligus memastikan seluruh persyaratan keselamatan telah dipenuhi.
Dalam pelaksanaannya, setiap pekerja diajak menerapkan budaya keselamatan melalui empat tahapan, yakni Sapa, Observasi, Dialog, dan Apresiasi. Pendekatan tersebut tidak hanya membangun komunikasi antara pekerja dan manajemen, tetapi juga memastikan penggunaan APD sesuai standar, mengidentifikasi potensi risiko pekerjaan, serta memberikan apresiasi kepada pekerja yang disiplin menjalankan prosedur keselamatan.
Melalui kegiatan ini, Pertamina juga menanamkan penerapan HSSE Golden Rules, yaitu Patuh, Intervensi, dan Peduli. Seluruh pekerja dan mitra kerja didorong untuk mematuhi prosedur kerja, berani mengingatkan ketika menemukan tindakan atau kondisi yang tidak aman, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun rekan kerja.
Safety Campaign dilaksanakan bersamaan dengan proses Daily Check Up (DCU) yang wajib diikuti seluruh tenaga kerja kontraktor sebelum bekerja. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kondisi kesehatan pekerja, kelengkapan APD, dan kesiapan menjalankan aktivitas selama pelaksanaan Pit Stop di area operasi.
Executive General Manager RU Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan keberhasilan pelaksanaan Pit Stop tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu dan kualitas, tetapi juga dari kemampuan seluruh pekerja menjaga keselamatan kerja hingga tidak terjadi insiden.
“HSSE merupakan nilai yang tidak dapat ditawar dalam setiap aktivitas operasional di Kilang Plaju. Melalui Safety Campaign ini kami ingin memastikan setiap pekerja memulai aktivitas dengan kondisi yang sehat, menggunakan APD sesuai ketentuan, serta memiliki kepedulian untuk saling mengingatkan agar seluruh rangkaian Pit Stop dapat berlangsung dengan aman, andal, dan mencapai target Zero Accident,” ujar Khabibullah.
Menurutnya, budaya keselamatan hanya dapat terwujud apabila menjadi tanggung jawab bersama, dimulai dari kepemimpinan hingga keterlibatan aktif seluruh pekerja di lapangan. Dengan mengedepankan semangat Lead by Example, Pertamina menargetkan pelaksanaan Pit Stop Part II 2026 berjalan sesuai prinsip Safe Execution, On Schedule, Right Quality, sekaligus menjaga keandalan operasi kilang dan keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
