Saat Bencana Datang, Warga Plaju dan Banyuasin Diajari Tak Cuma Pasrah Nunggu Bantuan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kepanikan hampir selalu menjadi musuh utama saat situasi darurat atau bencana mendadak melanda, apalagi saat dimenit-menit awal yang sifanya krusial, Saat itu juga, kebanyakan warga pemukiman biasanya hanya bisa pasrah, bingung, dan bergantung penuh pada kedatangan tim penolong dari luar.
Masalah ketergantungan itu sebenarnya yang ingin dipangkas di kawasan sekitar operasional Kilang Pertamina Plaju melalui wadah Kawasan Siaga Bencana (KSB) yang resmi dikukuhkan pada Sabtu (1/8/2026).
KSB ini untuk masyarakat di wilayah Ring I, dan mulai digembleng, agar mampu menjadi penyelamat pertama bagi lingkungannya sendiri.
Inisiatif ini dirancang tak hanya sebagai ajang kumpul-kumpul atau seremonial semata. Warga setempat langsung diterjunkan dalam simulasi dan pelatihan teknis yang sangat vital, mulai dari tata kelola tempat penampungan sementara (shelter) hingga manajemen Dapur Umum skala darurat.
Satu hal yang menarik dari gerakan kesiapsiagaan ini adalah jangkauannya yang melintasi batas administratif, pelatihan ini melibatkan perwakilan warga dari kelurahan di Kecamatan Plaju (Palembang) sekaligus desa-desa di Kecamatan Banyuasin I.
Penggabungan dua wilayah tetangga ini krusial guna membangun rantai koordinasi yang cair, disaat kondisi darurat benar-benar terjadi, bahkan warga lintas batas kota dan kabupaten sudah saling kenal dan tahu harus berbuat apa tanpa perlu sekat birokrasi.
Langkah berbasis komunitas ini juga menjadi bentuk penguatan nyata di lapangan atas Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2022 mengenai pembentukan Kawasan Siaga Bencana.
Berguru ke Tagana, Asah Keterampilan Logistik
Kelebihannya, materi disampaikan tidak sebatas teori, apalagi kegiatan itu, Kilang Plaju menggandeng instruktur dari tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), bahkan di bawah pendampingan para relawan berpengalaman ini, anggota KSB diajari bagaimana mengamankan rantai logistik makanan dan mengarahkan alur evakuasi warga secara tertib saat kondisi panik.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengungkapkan bekal keterampilan ini bertujuan membentuk kemandirian masyarakat saat menghadapi potensi risiko di sekitar tempat tinggal mereka.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang berada di wilayah rawan punya kesiapan dan kemampuan melakukan penanganan awal. Harapannya, warga tidak sekadar pasif menunggu pertolongan datang, tetapi mampu mengambil peran sejak awal, saling bantu, dan menjadi pihak pertama yang hadir untuk menyelamatkan sesama,” jelas Siti.
Lewat pengukuhan KSB ini, benteng pertahanan pertama di kawasan operasional Kilang Plaju kini tak lagi bertumpu penuh pada petugas, melainkan berada di tangan warga yang sudah terlatih dan siap siaga. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
