Ketahanan Pangan Sumsel: Kunci Jaga Stabilitas Inflasi, Daya Beli, dan Tekan Kemiskinan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah, sebab bukan hanya memastikan ketersediaan bahan pangan saja, melainkan tujuannya untuk menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, hingga mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Di Sumatera Selatan (Sumsel), komitmen itu diwujudkan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang kini diperkuat dengan pembentukan Forum Kemitraan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (Sinergi GSMP).
Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, Badan Pusat Statistik (BPS), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pangan daerah dari hulu hingga hilir.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Dr. H. Edward Candra, mengatakan pembentukan forum merupakan langkah strategis agar seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu arah.
Dengan kolaborasi yang lebih terintegrasi, setiap program ketahanan pangan dapat diukur manfaatnya sehingga bisa berdampak lebih besar untuk masyarakat.
Menurut Edward, GSMP bukan hanya program pemanfaatan pekarangan, melainkan gerakan perubahan pola pikir masyarakat dari konsumen menjadi produsen pangan. Melalui pemanfaatan lahan di sekitar rumah, masyarakat didorong memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari hasil panen.
“Forum ini hadir agar kolaborasi seluruh pemangku kepentingan berjalan lebih terintegrasi dan kontribusinya dapat diukur secara komprehensif. Dengan demikian, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2021, GSMP telah berkembang menjadi salah satu inovasi unggulan Sumsel, dalam memperkuat ketahanan pangan.
Program ini juga menjadi bagian dari keberhasilan Sumsel meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award karena dinilai mampu mendukung pengendalian harga pangan di daerah.
Ketahanan Pangan sebagai Fondasi Stabilitas Ekonomi
Ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas ekonomi daerah. Ketika produksi pangan lokal meningkat dan distribusi berjalan lancar, gejolak harga kebutuhan pokok dapat ditekan.
Kondisi tersebut menjaga stabilitas inflasi sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sebagian besar pengeluarannya digunakan untuk membeli kebutuhan pangan.
Kinerja tersebut tercermin pada Semester I 2026, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi kumulatif Sumsel periode Januari–Juni 2026 tercatat sebesar 1,86 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year) pada Juni 2026 berada di angka 2,89 persen, hal itu membuktikan kondisi harga yang relatif terkendali.
Stabilitas inflasi menjadi fondasi penting bagi terjaganya daya beli masyarakat. Ketika harga pangan dapat dikendalikan, beban pengeluaran rumah tangga tidak meningkat secara signifikan, sehingga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok tetap terpelihara.
Bahkan dalam jangka panjang, kondisi itu berkontribusi terhadap upaya menurunkan angka kemiskinan.
Data BPS juga menunjukkan tingkat kemiskinan Sumsel telah berada di angka 9,85 persen pada September 2025, menembus satu digit dan lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian ini menjadi indikator penguatan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, dan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat saling mendukung dalam meningkatkan kesejahteraan.
Ke depan, peran GSMP diproyeksikan semakin strategis, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pangan lokal.
Dengan memperkuat produksi dan rantai pasok pangan di daerah, kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi petani dan pelaku usaha lokal, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian Sumsel.
Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, mengapresiasi penguatan GSMP melalui Forum Kemitraan Sinergi GSMP.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya bermuara pada penurunan angka kemiskinan.
Melalui Sinergi GSMP, Pemerintah Provinsi Sumsel ingin memastikan ketahanan pangan tidak hanya menjadi program sektoral, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dengan kolaborasi semakin kuat, Sumsel diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. (***)/sil
- Penulis: Irwan Wahyudi
