SUARA anak-anak memenuhi ruang kelas TK Keynan di Jalan Macan Lindungan, Palembang, Selasa (26/5/2026).
Kondisi itu menjadi perhatian serius Bunda PAUD Kota Palembang saat menghadiri kegiatan Bunda PAUD Mengajar dan Gerakan Literasi Anak Usia Dini di sekolah tersebut.
Dihadapan guru, orang tua, dan puluhan murid PAUD, ia mengingatkan pentingnya membangun budaya membaca sejak anak berada di usia emas pertumbuhan.
Gejala menurunnya minat membaca anak kini mulai terlihat di banyak lingkungan keluarga. Tidak sedikit anak yang lebih cepat mengenal video di telepon genggam dibanding cerita dongeng atau buku bergambar. Situasi itu dinilai dapat memengaruhi perkembangan komunikasi, imajinasi, hingga kemampuan sosial anak.
Bunda PAUD Kota Palembang menilai pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan membaca dan berhitung. Menurutnya, fase PAUD menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, rasa percaya diri, kreativitas, dan kebiasaan baik anak sejak kecil.
“Anak usia dini sedang berada pada masa tumbuh kembang paling penting. Pada fase ini karakter dan kebiasaan mereka mulai terbentuk,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya kehadiran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kesibukan orang tua dan tingginya penggunaan gawai di rumah dinilai menjadi tantangan baru dalam membangun budaya literasi keluarga.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur, mengajak anak berbicara hangat, hingga meluangkan waktu bermain tanpa gawai dapat memberi pengaruh besar terhadap perkembangan emosional dan kecerdasan anak.
“Anak yang terbiasa mendengar cerita dan berkomunikasi bersama keluarga akan tumbuh lebih percaya diri dan mudah bersosialisasi,” katanya.
Di tengah tantangan tersebut, keberadaan PAUD dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga dunia anak tetap sehat dan menyenangkan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang aman bagi anak untuk mengenal nilai kehidupan sejak dini.
Tantangan tak ringan
Suasana itu terlihat di TK Keynan. Para guru aktif mengajak anak-anak mengenal literasi melalui kegiatan kreatif dan interaktif. Sebagian anak tampak antusias menunjukkan buku cerita dan hasil gambar mereka. Ada pula yang tampil percaya diri di depan teman-temannya.
Namun dibalik suasana ceria itu, guru PAUD menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebagian anak dinilai mulai sulit fokus, mudah bosan, dan lebih tertarik pada hiburan visual dari gawai dibanding aktivitas membaca.
Karena itu, Bunda PAUD Kota Palembang memberikan apresiasi kepada guru PAUD yang tetap sabar mendampingi anak-anak di usia awal pertumbuhan. Ia menyebut tugas guru PAUD bukan sekadar mengajar, tetapi juga membangun karakter dan menanamkan nilai kehidupan.
Menurutnya, pendidikan usia dini membutuhkan ketelatenan dan pendekatan penuh kasih sayang karena anak-anak belajar dari perhatian dan contoh yang mereka lihat setiap hari.
Pemerintah Kota Palembang sendiri terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui penguatan literasi, pembinaan lembaga PAUD, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Tanpa keterlibatan orang tua, upaya sekolah membangun budaya literasi akan sulit berjalan maksimal.
Di akhir kegiatan, puluhan anak kembali memenuhi ruangan dengan senyum dan tingkah lucu mereka. Sebagian berebut mendekati guru, sementara yang lain sibuk menunjukkan hasil karya sederhana di tangan mereka.
Pemandangan itu menjadi pengingat masa depan generasi tidak hanya dibangun lewat teknologi dan kemampuan akademik, tetapi juga dari kebiasaan kecil seperti membaca buku, mendengar cerita, dan merasakan perhatian hangat dari keluarga.
Di tengah derasnya arus digital, langkah kecil menjaga anak tetap dekat dengan buku kini menjadi perjuangan penting yang tidak bisa ditunda lagi. (***)