Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika Penjajahan Tidak Lagi Datang dengan Meriam, Tapi Lewat Layar Ponsel

HARI  Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya soal menjaga wilayah dan kedaulatan fisik, tetapi juga menjaga cara berpikir masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” terasa sangat relevan di tengah perkembangan media sosial yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam upacara peringatan Harkitnas di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan, sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Dr. Apriyadi, M.Si menegaskan  ancaman bangsa kini telah bergeser menuju perang informasi, literasi digital, dan tantangan transformasi teknologi. Pernyataan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan gambaran nyata tentang kondisi yang sedang dihadapi Indonesia hari ini.

Media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Informasi bergerak sangat cepat tanpa batas ruang dan waktu. Di satu sisi, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan komunikasi hingga akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, ruang digital juga membawa persoalan serius seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, judi online, penipuan digital, hingga budaya instan yang memengaruhi pola pikir generasi muda.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penjajahan modern tidak selalu datang dalam bentuk fisik. Pengaruh negatif dapat masuk melalui layar ponsel yang setiap hari digunakan masyarakat. Tanpa disadari, media sosial perlahan mengubah cara berpikir, cara berkomunikasi, bahkan cara masyarakat memahami kebenaran.

Saat ini masyarakat sering lebih cepat percaya pada potongan video singkat dibandingkan informasi yang memiliki dasar data dan kajian yang jelas. Ruang digital juga dipenuhi perdebatan yang tidak sehat, provokasi, dan informasi yang belum tentu benar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi digital masih menjadi pekerjaan besar bagi Indonesia.

Padahal literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi atau media sosial. Literasi digital mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, memverifikasi fakta, serta menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

Pemerintah memang terus memperluas pembangunan infrastruktur digital, termasuk jaringan internet hingga ke berbagai daerah. Namun pembangunan teknologi seharusnya juga diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Kemajuan digital tanpa kesiapan mental dan literasi masyarakat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Beberapa negara telah menunjukkan keseriusan dalam menghadapi tantangan tersebut.

Di Finlandia, pendidikan literasi media diajarkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak mampu membedakan informasi benar dan hoaks. Sementara Jepang tetap menjaga etika dan budaya disiplin di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat.

Kemudian Korea Selatan mulai serius menangani persoalan kecanduan digital pada remaja sebagai dampak perkembangan internet. Sedangkan Singapura memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap penyebaran informasi palsu demi menjaga stabilitas sosial.

Budaya viral

Indonesia tentu memiliki tantangan dan karakter yang berbeda. Namun pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa pembangunan digital harus dibarengi dengan pendidikan karakter, literasi, dan penguatan etika masyarakat.

Tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan arah dan pola pikir. Budaya viral dan keinginan serba instan membuat banyak anak muda lebih mengejar popularitas dibanding proses pembelajaran. Akibatnya, muncul generasi yang mudah terpengaruh, mudah terprovokasi, dan kurang memiliki daya tahan dalam menghadapi realitas kehidupan.

Karena itu, menjaga generasi muda hari ini tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Orang tua, sekolah, pemerintah, media, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang digital yang sehat.

Orang tua perlu hadir mendampingi anak dalam menggunakan media sosial. Sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Media juga harus lebih bertanggung jawab dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan tidak hanya mengejar sensasi.

Pemerintah pun perlu menjadikan literasi digital sebagai gerakan nasional yang benar-benar menyentuh masyarakat hingga tingkat bawah, bukan sekadar program seremonial.

Harkitnas 2026 seharusnya menjadi momentum refleksi bahwa kebangkitan bangsa di era modern tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga akal sehat, persatuan, dan etika di tengah derasnya arus informasi.

Sebab bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju secara digital, tetapi bangsa yang masyarakatnya tetap mampu berpikir jernih, menghargai perbedaan, dan bijak menggunakan teknologi demi masa depan generasi berikutnya.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temui Ketua Kontingen Asian Games, AMSI Usulkan Akses Media Dibuka Luas

    Temui Ketua Kontingen Asian Games, AMSI Usulkan Akses Media Dibuka Luas

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Ketua Kontingen (Chef de Mission) Tim Asian Games Indonesia, Komjen Pol. Syafruddin memastikan, semua atlet akan diperhatikan dengan serius kesiapan fisik dan mental, kesehatan sebelum, saat, dan setelah bertanding pada Asian Games 2018 nanti. Juga soal gizi dan kesejahteraannya. Pernyataan Komjen Syafruddin disampaikan dalam acara silaturahmi dengan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia […]

  • bursa-efek-indonesia

    Diperdagangan Senin, IHSG di Buka Melemah

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    Pada perdagangan pagi ini, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tak bersahabat, IHSG melemah turun 2,8 point atau 0,05% ke 5.912,82.

  • Beni Diberi Amanah Jadi Ketua DMI Muba, Ketua PW DMI Sumsel Pesan Makmurkan Masjid bukan Dimakmurkan Masjid

    Beni Diberi Amanah Jadi Ketua DMI Muba, Ketua PW DMI Sumsel Pesan Makmurkan Masjid bukan Dimakmurkan Masjid

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP dipercaya menjadi Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Muba masa bakti tahun 2022-2027, hasil dari keputusan bersama Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Muba. Musda PD DMI Muba tersebut dihadiri langsung Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Ust dr H Bukhori Abdullah MHum yang diselenggarakan di Masjid Yayasan Mifhatul […]

  • Ini 3 Provinsi Yang Banyak Menerima Keluhan Terkait Bansos

    Ini 3 Provinsi Yang Banyak Menerima Keluhan Terkait Bansos

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.289
    • 0Komentar

    PROVINSI yang paling banyak menerima keluhan adalah Jawa Barat dengan total 74 keluhan meliputi 20 pemda. Berikutnya adalah Jawa Timur dengan total 48 keluhan di 15 pemda dan Jawa Tengah menerima 32 keluhan di 20 pemda. Sedangkan instansi yang paling banyak menerima keluhan adalah Pemkot Surabaya sebanyak 10 keluhan, Pemkab Indramayu 9 keluhan, Pemkab Lampung […]

  • Satgas Himbau Pemda Mengkarantina Pemudik Nekat Yang Tiba di Kampung Halaman, Ini Untuk Antisipasi Penyebaran Covid

    Satgas Himbau Pemda Mengkarantina Pemudik Nekat Yang Tiba di Kampung Halaman, Ini Untuk Antisipasi Penyebaran Covid

    • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 557
    • 0Komentar

    JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta semua pihak mematuhi kebijakan peniadaan mudik lebaran. Ia memperingatkan bagi yang nekat melanggar siap untuk menerima sanksi berupa diminta kembali ke asal perjalanan. Namun, apabila para pemudik nekat hingga tiba di kampung halamannya, maka Satgas meminta pemerintah mengambil tindakan untuk mengkarantina pemudik tersebut. Dan sangat diharapkan […]

  • Kampung Qur’an & TK/TPA Tahfidz Diresmikan

    Kampung Qur’an & TK/TPA Tahfidz Diresmikan

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.034
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muaraenim -Peresmian Launching Kampung Qur’an dan TK/TPA Tahfidz yang digelar di Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim tersebut  diprakarsai oleh DPW BKPMRI Sumsel. “Ini langkah sebagai bentuk keseriusan Sumsel untuk menjadi daerah yang semakin religius,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru di sela persemian belum lama ini. Ia meyakini, tiga hal upaya yang dilakukan BKPMRI Sumsel […]

expand_less
WordPress Archive Elementor Extras Elementor Header Footer Builder – Addon Elementor Off Canvas Menu plugin Elementor Page Builder Addons Bundle Elementor Post grid, List , Carousel Slider Elementor PRO GPL WordPress Page Builder + Pro Templates [Working] Elementor – Super Team Elementor Tabs addon, widget Elementor Team Card Elementor Timeline Addon