Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Saat Sekolah Favorit Masih Jadi Rebutan, Bisakah SPMB Benar-Benar Bersih?

Saat Sekolah Favorit Masih Jadi Rebutan, Bisakah SPMB Benar-Benar Bersih?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP tahun ajaran baru datang, suasana yang sama kembali terasa. Grup WhatsApp orang tua mulai ramai. Jalur zonasi kembali diperdebatkan. Alamat rumah mendadak jadi hal penting. Sekolah favorit kembali jadi rebutan.

Lantas, pemerintah datang membawa janji yang juga hampir selalu sama, yaitu transparan, objektif, akuntabel, tanpa pungli, tanpa titipan.

Di Palembang belum lama ini komitmen itu kembali ditegaskan melalui Deklarasi Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027. Pemerintah Kota Palembang meminta seluruh pihak menjaga integritas dan menolak praktik titipan maupun pungutan liar dalam proses penerimaan siswa baru.

Komitmen seperti ini tentu penting bahkan memang harus terus diingatkan, pasalnya pendidikan adalah salah satu tempat terakhir yang seharusnya tetap dijaga rasa keadilannya.

Namun pertanyaannya bukan hanya ada atau tidak ada deklarasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasa tenang dan percaya?

Pasalnya dibeberapa  daerah, persoalan penerimaan siswa baru bukan lagi hanya urusan administrasi sekolah. Ia sudah berubah menjadi kecemasan sosial tahunan.

Orang tua takut anaknya tidak masuk sekolah yang dianggap baik. Siswa cemas kalah bersaing. Sebagian masyarakat mulai merasa bahwa sekolah tertentu terlalu sulit dijangkau.

Oleh karena itulah kepercayaan publik menjadi jauh lebih penting daripada sekadar spanduk deklarasi.

Sistem yang baik bukan hanya harus bersih, tetapi juga harus terlihat bersih di mata masyarakat.

Masalah terbesar pendidikan kita sebenarnya bukan semata soal penerimaan murid baru. Akar persoalannya juga ada pada kesenjangan kualitas sekolah.

Selama masih ada istilah “sekolah favorit” dan “sekolah biasa”, selama itu pula persaingan akan terus panas.

Orang tua tentu ingin anaknya masuk ke sekolah yang dianggap terbaik. Itu naluri yang sangat wajar. Tidak ada yang salah dengan harapan tersebut.

Tetapi jika kualitas pendidikan antar sekolah terlalu jauh berbeda, maka tekanan terhadap sistem penerimaan akan terus muncul setiap tahun.

Oleh sebab itu memperbaiki SPMB tidak cukup hanya dengan pengawasan dan kanal pengaduan. Pemerintah juga perlu mempersempit jarak kualitas antar sekolah.

Saya pernah membaca penjelasan tentang pendidikan di Finlandia yang membahas bagaimana pemerintah di sana berupaya memperkecil jarak kualitas antar sekolah. Akibatnya, siswa umumnya dapat bersekolah di dekat tempat tinggalnya dengan standar pendidikan yang relatif merata. Karena itu, budaya berebut sekolah favorit di negara tersebut tidak terlalu dominan seperti yang sering terjadi di banyak tempat lain.

Selain Finlandia, saya juga sempat membaca beberapa pembahasan tentang pendidikan di Singapura, termasuk dari situs Ministry of Education Singapore. Mereka cukup menekankan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan siswa agar masyarakat memahami mekanisme seleksi dan tidak mudah dipenuhi prasangka.

Tentu Indonesia memiliki tantangan yang berbeda. Jumlah sekolah besar, kondisi daerah beragam, dan pemerataan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah panjang.

Tetapi semangat membangun rasa adil dalam pendidikan tetap bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana.

Misalnya memastikan seluruh proses penerimaan mudah dipantau masyarakat. Membuka jalur pengaduan yang benar-benar responsif. Mengumumkan hasil seleksi secara terbuka dan mudah dipahami publik. Memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.

Yang tidak kalah penting, pejabat dan elite daerah juga harus memberi contoh dengan tidak melakukan intervensi apa pun terhadap proses penerimaan siswa.

Karena satu perlakuan istimewa saja bisa merusak kepercayaan banyak orang sementara masyarakat juga perlu mulai mengubah cara pandang terhadap sekolah.

Warisan masa ke masa

Sekolah yang baik tidak selalu harus sekolah yang paling ramai diburu. Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan gedung besar, pagar tinggi, atau status favorit yang diwariskan dari masa ke masa.

Kadang masalah terbesar pendidikan kita justru muncul ketika semua orang berdesakan menuju titik yang sama, sementara sekolah lain terus dipandang sebelah mata.

Padahal jika pemerataan kualitas pendidikan berjalan baik, tekanan terhadap SPMB perlahan juga akan ikut berkurang. Deklarasi yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang patut diapresiasi sebagai langkah awal menjaga integritas penerimaan siswa baru. Namun pekerjaan sesungguhnya bukan berhenti pada deklarasi.

Yang lebih penting adalah menjaga konsistensi di lapangan.

Sebab masyarakat hari ini tidak hanya ingin mendengar janji transparansi. Mereka ingin melihat sistem yang benar-benar memberi rasa adil bagi semua anak.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal siapa yang berhasil masuk sekolah favorit. Tetapi tentang apakah setiap anak benar-benar mendapat kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi tanpa harus kalah oleh akses, koneksi, atau rasa curiga terhadap sistem itu sendiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • suku-bunga-bank

    Perbankan di Untungkan dengan Suku Bunga BI Turun

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.434
    • 0Komentar

    Analis memperkirakan perbankan akan diuntungkan dengan turunnya suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate Bank Indonesia (BI) terutama pada suku bunga deposito dan suku bunga kredit.

  • Greenpeace International Luncurkan Instalasi Seni Raksasa

    Greenpeace International Luncurkan Instalasi Seni Raksasa

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Paris, Prancis- Greenpeace Internasional bersama dengan seniman Benjamin Von Wong dan aktor nominasi Emmy Shailene Woodley hari ini meluncurkan instalasi seni setinggi lima meter berjudul #PerpetualPlastic Machine di tepi Sungai Seine untuk mengirim pesan kepada negosiator bahwa Perjanjian Plastik Global harus menghentikan produksi dan penggunaan plastik yang tak terkendali. Instalasi tersebut mencakup representasi anjungan […]

  • Tradisi setiap jelang Lebaran Idul Fitri dari Pemkab Muba, apa itu !

    Tradisi setiap jelang Lebaran Idul Fitri dari Pemkab Muba, apa itu !

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemberian THR ini merupakan tradisi setiap tahun menjelang Lebaran Idul Fitri yang dilakukan Pemkab Muba. “Tahun ini Alhamdulillah masih diberi kesempatan berjumpa dengan ribuan teman-teman petugas kebersihan /pasukan orange dan tukang ojek. Pemberian THR itu dilaksanakan di halaman Rumah Dinas Bupati Muba, Rabu (3/4/2024) pagi. Pj Bupati Apriyadi Mahmud didampingi istri Asna Aini […]

  • 327 Kades di OKI terima SK terkait dana ini dari Bupati

    327 Kades di OKI terima SK terkait dana ini dari Bupati

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Sumselterkini/co.id, OKI – 327 Kepala Desa di Ogan Komering Ilir [OKI] menerima Surat Keputusan besaran Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dana bagi hasil pajak, Retribusi Daerah dan Lelang Lebak Lebung tahun 2023. SK itu diserahkan sendiri oleh Bupati Ogan Komering Ilir,Iskandar didampingi Forkopimda. Adapun prioritas penggunaan dana desa sesuai dengan Permendes PDTT nomor 8 […]

  • Bantu Masyarakat Buka Usaha, PT Pegadaian Syariah Kucurkan KUR

    Bantu Masyarakat Buka Usaha, PT Pegadaian Syariah Kucurkan KUR

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 628
    • 0Komentar

    PT PEGADAIAN serentak menyalurkan Kredit Usaha Rakyat berbasis Syariah untuk membantu pelaku usaha super mikro dalam pengembangan usaha di daerah, Senin. Pegadaian menargetkan, layanan tersebut dapat diakses di lebih dari 4.000 outlet seluruh Indonesia pada bulan Juli 2022, dengan dana Penyaluran KUR sebesar Rp 5,9 triliun. Penyaluran KUR Syariah resmi diperkenalkan kepada masyarakat, dalam acara […]

  • Bakal Ada Kontes Aquascape Level Nasional di Palembang, Panitia Minta Dukungan, Ratu Dewa Jawab Begini…

    Bakal Ada Kontes Aquascape Level Nasional di Palembang, Panitia Minta Dukungan, Ratu Dewa Jawab Begini…

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    MENJELANG Kontes Aquascape Nasional terbesar dan pertama di Sumsel yang akan digelar pada tanggal 19-25 Juli mendatang, panitia meminta dukungan baik dari Pemerintah Kota Palembang. “Kita harap dengan dukungan tersebut guna kesuksesan pelaksanaan Kontes Aquascape Nasional terbesar dan pertama di Sumsel tersebut,” ujar Ketua Event Pelaksana Kontes Aquascape Nasional terbesar dan pertama di Sumsel Elyadi […]

expand_less
WordPress Archive Etude — Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Eunice – Photography Portfolio WordPress Theme Eunoia – Tech Company Digital Service Elementor Template Kit Eureka – Online Learning Elementor Template Kit EuroSafe – GPSR Directive Compatibility for WooCommerce Eva – Fashion WooCommerce Theme Evalo – Minimal SaaS Startup & Agency WordPress Theme Evana – Responsive WooCommerce Theme Evania – Yoga Studio Elementor Template Kit Evelix – Wedding Agency WordPress Theme