Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Saat Sekolah Favorit Masih Jadi Rebutan, Bisakah SPMB Benar-Benar Bersih?

Saat Sekolah Favorit Masih Jadi Rebutan, Bisakah SPMB Benar-Benar Bersih?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP tahun ajaran baru datang, suasana yang sama kembali terasa. Grup WhatsApp orang tua mulai ramai. Jalur zonasi kembali diperdebatkan. Alamat rumah mendadak jadi hal penting. Sekolah favorit kembali jadi rebutan.

Lantas, pemerintah datang membawa janji yang juga hampir selalu sama, yaitu transparan, objektif, akuntabel, tanpa pungli, tanpa titipan.

Di Palembang belum lama ini komitmen itu kembali ditegaskan melalui Deklarasi Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027. Pemerintah Kota Palembang meminta seluruh pihak menjaga integritas dan menolak praktik titipan maupun pungutan liar dalam proses penerimaan siswa baru.

Komitmen seperti ini tentu penting bahkan memang harus terus diingatkan, pasalnya pendidikan adalah salah satu tempat terakhir yang seharusnya tetap dijaga rasa keadilannya.

Namun pertanyaannya bukan hanya ada atau tidak ada deklarasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasa tenang dan percaya?

Pasalnya dibeberapa  daerah, persoalan penerimaan siswa baru bukan lagi hanya urusan administrasi sekolah. Ia sudah berubah menjadi kecemasan sosial tahunan.

Orang tua takut anaknya tidak masuk sekolah yang dianggap baik. Siswa cemas kalah bersaing. Sebagian masyarakat mulai merasa bahwa sekolah tertentu terlalu sulit dijangkau.

Oleh karena itulah kepercayaan publik menjadi jauh lebih penting daripada sekadar spanduk deklarasi.

Sistem yang baik bukan hanya harus bersih, tetapi juga harus terlihat bersih di mata masyarakat.

Masalah terbesar pendidikan kita sebenarnya bukan semata soal penerimaan murid baru. Akar persoalannya juga ada pada kesenjangan kualitas sekolah.

Selama masih ada istilah “sekolah favorit” dan “sekolah biasa”, selama itu pula persaingan akan terus panas.

Orang tua tentu ingin anaknya masuk ke sekolah yang dianggap terbaik. Itu naluri yang sangat wajar. Tidak ada yang salah dengan harapan tersebut.

Tetapi jika kualitas pendidikan antar sekolah terlalu jauh berbeda, maka tekanan terhadap sistem penerimaan akan terus muncul setiap tahun.

Oleh sebab itu memperbaiki SPMB tidak cukup hanya dengan pengawasan dan kanal pengaduan. Pemerintah juga perlu mempersempit jarak kualitas antar sekolah.

Saya pernah membaca penjelasan tentang pendidikan di Finlandia yang membahas bagaimana pemerintah di sana berupaya memperkecil jarak kualitas antar sekolah. Akibatnya, siswa umumnya dapat bersekolah di dekat tempat tinggalnya dengan standar pendidikan yang relatif merata. Karena itu, budaya berebut sekolah favorit di negara tersebut tidak terlalu dominan seperti yang sering terjadi di banyak tempat lain.

Selain Finlandia, saya juga sempat membaca beberapa pembahasan tentang pendidikan di Singapura, termasuk dari situs Ministry of Education Singapore. Mereka cukup menekankan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan siswa agar masyarakat memahami mekanisme seleksi dan tidak mudah dipenuhi prasangka.

Tentu Indonesia memiliki tantangan yang berbeda. Jumlah sekolah besar, kondisi daerah beragam, dan pemerataan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah panjang.

Tetapi semangat membangun rasa adil dalam pendidikan tetap bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana.

Misalnya memastikan seluruh proses penerimaan mudah dipantau masyarakat. Membuka jalur pengaduan yang benar-benar responsif. Mengumumkan hasil seleksi secara terbuka dan mudah dipahami publik. Memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.

Yang tidak kalah penting, pejabat dan elite daerah juga harus memberi contoh dengan tidak melakukan intervensi apa pun terhadap proses penerimaan siswa.

Karena satu perlakuan istimewa saja bisa merusak kepercayaan banyak orang sementara masyarakat juga perlu mulai mengubah cara pandang terhadap sekolah.

Warisan masa ke masa

Sekolah yang baik tidak selalu harus sekolah yang paling ramai diburu. Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan gedung besar, pagar tinggi, atau status favorit yang diwariskan dari masa ke masa.

Kadang masalah terbesar pendidikan kita justru muncul ketika semua orang berdesakan menuju titik yang sama, sementara sekolah lain terus dipandang sebelah mata.

Padahal jika pemerataan kualitas pendidikan berjalan baik, tekanan terhadap SPMB perlahan juga akan ikut berkurang. Deklarasi yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang patut diapresiasi sebagai langkah awal menjaga integritas penerimaan siswa baru. Namun pekerjaan sesungguhnya bukan berhenti pada deklarasi.

Yang lebih penting adalah menjaga konsistensi di lapangan.

Sebab masyarakat hari ini tidak hanya ingin mendengar janji transparansi. Mereka ingin melihat sistem yang benar-benar memberi rasa adil bagi semua anak.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal siapa yang berhasil masuk sekolah favorit. Tetapi tentang apakah setiap anak benar-benar mendapat kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi tanpa harus kalah oleh akses, koneksi, atau rasa curiga terhadap sistem itu sendiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OKI Beraksi di STQH Sumsel

    OKI Beraksi di STQH Sumsel

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kayuagung boleh jadi tak seluas Padang Sahara, tapi semangat yang membara dari kafilah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang bertolak ke ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-28 seolah membawa angin sejuk dari bumi Serasan Sekundang ke langit-langit spiritual PALI. Ini bukan sekadar lomba, ini parade iman, suara emas, dan niat suci […]

  • Avery Dennison Luncurkan Portofolio AD XeroLinr DT™, Label Portofolio Tanpa Liner untuk Cetak Variabel Informasi

    Avery Dennison Luncurkan Portofolio AD XeroLinr DT™, Label Portofolio Tanpa Liner untuk Cetak Variabel Informasi

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.965
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,  – Avery Dennison Corporation (NYSE:AVY), pemimpin global di bidang sains dan manufaktur material, telah meluncurkan portofolio AD XeroLinr DT™ linerless sebagai bagian dari lini produk Sustainable ADvantage yang terus berkembang di Asia Pasifik.   AD XeroLinr DT™ dirancang untuk meningkatkan keberlanjutan (sustainability) dan produktivitas, sekaligus mengurangi waktu dan biaya logistik secara keseluruhan. Sebagai […]

  • Wow, Relawan Sumsel Bersatu Bakal Bikin Pembaca Merinding,Penasaran?

    Wow, Relawan Sumsel Bersatu Bakal Bikin Pembaca Merinding,Penasaran?

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Relawan Sumsel Bersatu menilai Joko Widodo (Jokowi) layak menjadi Presiden Indonesia untuk kali duanya. Oleh karena itu, RSB akan menurunkan tim yang terdiri dari para kiyai dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan keberhasilan Jokowi selama periode pertamanya menjadi presiden. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Sahrun, Koordinator Jaringan Khusus RSB di Posko pemenangan Jokowi-Ma’ruf di […]

  • Penyelidikan Selama Setengah Bulan, Satgas Gakkum Bareskrim Polri Ungkap 33 Kasus Penimbunan dan Penaikan Obat Covid-19

    Penyelidikan Selama Setengah Bulan, Satgas Gakkum Bareskrim Polri Ungkap 33 Kasus Penimbunan dan Penaikan Obat Covid-19

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 595
    • 0Komentar

    SATUAN Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakkum) Bareskrim Porli menyelidiki 454 tindak pidana ekonomi khusus periode 16 Juli-1 Agustus 2021. Dari kasus tersebut, 33 kasus terkait penimbunan dan penaikan harga obat penanganan covid-19. “Dengan jumlah tersangka sebanyak 37 orang,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., Senin, (02/08/21). Kabag […]

  • Penanganan COVID-19, Posko Perbatasan di Muba Diperketat

    Penanganan COVID-19, Posko Perbatasan di Muba Diperketat

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Muba terus maksimalkan antisipasi serta penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin terus. Beberapa Posko di wilayah perbatasan Muba pun diperketat guna meminimalisir penularan wabah Covid-19 yang masuk di wilayah Muba. Plt Kepala BPBD Muba, Indita Purnama menyebutkan, saat ini posko-posko penanganan dan pencegahan Covid-19 di area perbatasan Muba terus […]

  • Wejangan Pj Gub.Sumsel untuk pejabat Pemprov Sumsel

    Wejangan Pj Gub.Sumsel untuk pejabat Pemprov Sumsel

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi hari ini (Senin, 15 Juli 2024) memberikan Arahan kepada Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Fungsional Ahli Utama dan para Pejabat Administrator di Lingkungan Pemprov. Sumsel yang dilaksanakan di Hotel The Zuri Palembang, Senin (15/7/2024). Mengawali sambutannya Elen Setiadi mengucapkan terimakasih kepada seluruh pejabat yang hadir atas dukungan yang […]

expand_less
WordPress Archive Etude — Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Eunice – Photography Portfolio WordPress Theme Eunoia – Tech Company Digital Service Elementor Template Kit Eureka – Online Learning Elementor Template Kit EuroSafe – GPSR Directive Compatibility for WooCommerce Eva – Fashion WooCommerce Theme Evalo – Minimal SaaS Startup & Agency WordPress Theme Evana – Responsive WooCommerce Theme Evania – Yoga Studio Elementor Template Kit Evelix – Wedding Agency WordPress Theme