Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Kampung Wisata Palembang, Asli Budaya atau Settingan?

Kampung Wisata Palembang, Asli Budaya atau Settingan?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI belum lama ini, suasana ruang Rapat Bappeda Litbang Palembang terasa berbeda, para camat datang membawa catatan, usulan, juga harapan. Di meja depan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, memimpin pembahasan persiapan HUT Kota Palembang ke-1343.

Topiknya terdengar sederhana, lomba kampung wisata.

Namun agenda itu, tersimpan pertanyaan yang jauh lebih besar. Palembang sebenarnya sedang mencari apa? Kampung wisata yang benar-benar hidup, atau hanya kampung yang pandai bersolek ketika lomba datang?

Pertanyaan itu penting, pasalnya hari ituhampir semua daerah berlomba membuat destinasi wisata. Semua ingin terlihat kreatif.

Semua ingin viral.

Semua ingin masuk media sosial.

Tapi tidak semuanya lahir dari akar yang sama.

Ada kampung yang tumbuh karena masyarakatnya memang mencintai budaya dan lingkungannya.

Ada pula kampung yang berubah mendadak hanya karena mendengar kabar juri akan datang minggu depan.

Dan biasanya, perbedaannya mudah terasa.

Kampung yang dibangun dari kesadaran warga punya denyut kehidupan yang alami.

Yang jelas..ya memang  tidak kaku.

Tidak dibuat-buat.

Warganya bergerak karena rasa memiliki, bukan hanya mengejar penilaian.

Misalnya contoh, ada seorang ibu-ibu yang sejak lama membuat kue tradisional karena memang itu warisan keluarga yang mereka banggakan. Di dinding gang sempit, ada mural yang dilukis anak muda kampung karena mereka mencintai seni, bukan karena proyek dadakan. Bahkan naturalnya misalnya lagi di tepian sungai, ada warga yang rutin membersihkan lingkungan tanpa menunggu instruksi.

Semua tumbuh pelan-pelan.

Seperti akar pohon yang diam-diam menguat di bawah tanah.

Dan justru inilah bakal menariknya, dari proses panjang itulah kampung wisata sejati lahir.

Bukan dari cat yang baru kering semalam.

Bukan dari gapura yang mendadak dicat warna-warni.

Bukan pula dari taman instan yang muncul tiga hari sebelum penilaian.

Karena kampung wisata bukan panggung sandiwara.

Kampung wisata  adalah kehidupan sehari-hari yang sudah hidup jauh sebelum lomba diumumkan.

Itulah sebabnya pernyataan Aprizal terasa cukup penting ketika ia menegaskan  kampung wisata tidak boleh dibuat secara dadakan.

Pemerintah Kota Palembang ingin kampung yang memang sudah memiliki potensi budaya, kreativitas, dan kehidupan masyarakat yang aktif.

Apalagi kita terlalu sering melihat budaya hanya muncul ketika ada event.

Lorong tiba-tiba bersih.

Tanaman mendadak tertata.

Warga mendadak kompak.

Setelah acara selesai, semuanya perlahan kembali seperti biasa.

Budaya akhirnya diperlakukan seperti dekorasi panggung. Dipasang saat acara dimulai, lalu dilepas ketika lampu padam.

Padahal budaya tidak tumbuh dalam semalam.

Budaya lahir dari kebiasaan yang dijaga bertahun-tahun.

Dan sesuatu yang dirintis lama selalu punya rasa berbeda.

Ibarat warung tua di sudut kota yang tetap ramai meski tanpa papan besar dan promosi media sosial. Orang datang bukan karena tampilannya mewah, melainkan karena rasa dan cerita yang jujur.

Begitu pula kampung wisata.

Jika lahir dari hati masyarakat, suasananya terasa hangat.

Obrolan warga terdengar alami.

Punya cerita

Kuliner memiliki cerita.

Seni tumbuh tanpa dipaksa.

Bahkan lorong kecil terasa punya identitas sendiri.

Sebaliknya, kampung yang dibangun mendadak sering kali terlihat rapi, tetapi terasa kosong.

Terlalu dipoles.

Terlalu sibuk terlihat menarik.

Namun kehilangan jiwa.

Palembang sebenarnya tidak kekurangan modal untuk membangun kampung wisata yang kuat.

Kota ini memiliki sejarah panjang, budaya besar, dan karakter lokal yang khas.

Dari kampung tepian sungai hingga sentra kuliner rumahan, semuanya menyimpan cerita.

Masalahnya, masyarakat sering terlalu dekat dengan warisan itu sehingga lupa menghargainya.

Kita lebih mudah kagum pada tempat wisata luar daerah dibanding budaya yang tumbuh di lingkungan sendiri.

Padahal sesuatu yang terlihat biasa bagi warga lokal bisa menjadi pengalaman berharga bagi orang luar.

Karena itu, lomba kampung wisata seharusnya jangan hanya menjadi perlombaan mencari kampung paling cantik.

Yang lebih penting ialah membangun kesadaran masyarakat agar mencintai lingkungannya sendiri tanpa harus menunggu momen penilaian.

Sebab kampung wisata sejati tidak hidup karena trofi.

Ia hidup karena masyarakatnya bangga.

Bangga menjaga budaya.

Bangga merawat lingkungan.

Bangga mempertahankan identitas tanpa harus meniru daerah lain.

Aprizal juga menekankan pentingnya keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kesejukan lingkungan dalam penilaian kampung wisata.

Hal ini tentunya  bukan sekadar syarat lomba, tetap harus menjadi pondasi utama, pasalnya wisata tidak akan bertahan di tempat yang semrawut.

Orang mungkin datang sekali karena penasaran. Namun mereka hanya akan kembali jika merasa nyaman.

Dan kenyamanan tidak lahir dari kerja bakti panik semalam sebelum lomba.

Ia lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Maka dari itu sudah selayaknya juga  masyarakat memegang peran paling penting.

Pemerintah bisa membuat program, lomba, hingga festival besar. Tetapi tanpa kesadaran warga, semuanya hanya akan menjadi acara tahunan yang ramai sebentar lalu hilang.

Karena sejatinya, kampung wisata bukan soal siapa paling pandai bersolek ketika juri datang.

Melainkan siapa yang tetap hidup bahkan ketika panggung acara sudah lama dibongkar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pak Wali Siap ‘Ngabsen’ Langsung, ASN Nggak Dateng Bisa Kena Sanksi !

    Pak Wali Siap ‘Ngabsen’ Langsung, ASN Nggak Dateng Bisa Kena Sanksi !

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    Sumselter kini.co.id, – Abis ceritanya lebaran, setelah puas makan ketupat, opor ayam, plus lempar-lempar salam tempel ke ponakan, para ASN di Palembang diwajibkan balik ke dunia nyata alias kantor. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, udah ngasih warning keras, tapi halus ke seluruh ASN masuk kerja itu wajib, apalagi pas hari pertama setelah libur panjang Lebaran, […]

  • “Dari Sunmori ke Saham, Saat Jaket Kulit Bertemu Laporan Keuangan”

    “Dari Sunmori ke Saham, Saat Jaket Kulit Bertemu Laporan Keuangan”

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

    DI JALANAN, mereka dikenal sebagai raja aspal, kaket kulit, helm full face, knalpot meraung, dan postur gagah di atas motor sport, moge, atau bahkan bebek modifan. Tapi minggu pagi pekan lalu, ada pemandangan yang bikin dompet ikut deg-degan, ratusan bikers Sunmori bukan cuma gaspol, tapi juga daftar jadi investor pasar modal. Iya, beneran. Bikers, cuy, […]

  • KBRI Panam City Bantu Pulangkan 8 WNI

    KBRI Panam City Bantu Pulangkan 8 WNI

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    KBRI Panama City membantu kepulangan delapan WNI yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dari Panama (27/03/2021). Para WNI yang pulang kali ini sebelumnya bekerja di kapal penangkap ikan Chung Kuo No. 989, Chung Kuo No. 68 dan Ocean Star VI milik perusahaan Gilontas Ocean Panama. Para WNI tersebut berangkat ke Indonesia menggunakan pesawat KLM Airline melalui Amsterdam, Belanda, menuju Jakarta dengan ketibaan pada 29 […]

  • Bioskop Bisa Dibuka Asal …

    Bioskop Bisa Dibuka Asal …

    • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.460
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memberikan perhatian kepada industri perfilman. Bahkan, bioskop sudah dapat dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian  antusiasme masyarakat untuk kembali menonton di bioskop memang belum pulih seperti dulu kala. Namun langkah untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan Pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mnyatakan bioskop bisa lebih gencar lagi menggaungkan bahwa nonton di bioskop […]

  • Gub.Sumsel : Tanpa ada peran pekerja sektor non formal Sumsel tidak akan bisa bangkit ekonomi

    Gub.Sumsel : Tanpa ada peran pekerja sektor non formal Sumsel tidak akan bisa bangkit ekonomi

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.051
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara sombolis memberikan 2000 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja sektor non formal salah satunya diberikan kepada paran pedagang di Pasar 16 Palembang, Selasa (29/11). Sebanyak  2.000 kartu BPJS ketenagakerjaan melalui CSR PT Perkebunan Nusantara (PTPN7 ) diberikan kepada pekerja sektor non formal yang […]

  • Menparekraf Ajak Pelaku Kuliner Indonesia di Selandia Baru Promosi Masakan Nusantara, Indonesia Kaya Akan Makanan Khas

    Menparekraf Ajak Pelaku Kuliner Indonesia di Selandia Baru Promosi Masakan Nusantara, Indonesia Kaya Akan Makanan Khas

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.802
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner Indonesia yang tinggal di Selandia baru berkolaborasi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia salah satunya dengan mempromosikan masakan khas nusantara. Dalam virtual meeting dengan Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dan para pelaku kuliner […]

expand_less
WordPress Archive GreenMart – Organic & Food WooCommerce WordPress Theme Greenshift Page Builder + Addons Greenside – Golf Club & Academy Elementor Template Kit GreensKeeper – Gardening & Landscaping Responsive WordPress Theme GreenTech – Green Technology Services Elementor Template Kit Greenture – Environment / Non-Profit WordPress Theme Greenville | Private School & University Education WordPress Theme GreenWay - Golf Club & Course Elementor Template Kit Greeny – Interior Elementor Template Kit Grenda – Event Planner WordPress Theme