Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » Hari Bumi 2026 : Pusri Bagikan 5 Tips Pilah Sampah, Warga Wajib Coba

Hari Bumi 2026 : Pusri Bagikan 5 Tips Pilah Sampah, Warga Wajib Coba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMPAH sering kali dipandang sebagai urusan sepele dibuang, lalu selesai, hilang dari pikiran, padahal, kalau ditarik sedikit saja ke belakang, hampir semua aktivitas rumah tangga selalu meninggalkan jejak bernama sampah. Dari dapur sampai halaman rumah, dari plastik belanjaan sampai sisa makanan, semuanya menumpuk pelan-pelan.

Di Kelurahan Satu Ilir, Palembang, cara pandang seperti itu mulai digeser, bukan dengan teori panjang atau imbauan formal semata, tapi lewat aksi nyata di lapangan. Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, PT Pusri Palembang menggelar kegiatan Edukasi Pilah Sampah & Aksi Bersih Kampung Sehati pada 24 April 2026.

Kegiatan ini tidak hanya mengajak warga turun tangan membersihkan lingkungan, tapi juga memberikan pemahaman langsung tentang bagaimana sampah seharusnya dikelola sejak dari rumah. Karena pada akhirnya, persoalan sampah bukan soal besar atau kecilnya volume, tapi soal kebiasaan.

VP TJSL Pusri, Rahmawati, menjelaskan harapan utama dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga aktif dalam pengelolaan sampah.

Artinya, warga tidak lagi sekadar membuang, tapi mulai memilah dan memanfaatkan. Dari kegiatan tersebut, ada lima langkah sederhana yang bisa diterapkan siapa saja, bukan sesuatu yang rumit, tapi justru sering terlewatkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pisahkan Sampah Sejak dari Rumah

Langkah pertama ini terlihat paling sederhana, tapi justru paling menentukan. Memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah akan memudahkan proses pengelolaan selanjutnya. Tanpa pemilahan, sampah akan bercampur dan sulit dimanfaatkan kembali.

Sisa makanan, daun, dan limbah dapur bisa masuk kategori organik, sementara plastik, botol, dan kertas termasuk anorganik. Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan konsisten, akan memberi dampak besar pada lingkungan.

2. Kenali Sampah yang Masih Bernilai

Tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan. Banyak jenis sampah yang sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kardus, hingga kaleng bekas.

Dalam kegiatan ini, warga diajak untuk mengenali jenis-jenis sampah yang bisa dikumpulkan kembali. Dengan begitu, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tapi sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan.

3. Manfaatkan Bank Sampah

Salah satu pendekatan yang dikenalkan dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan Bank Sampah Beringin Sehati. Sistemnya sederhana: warga menyetor sampah yang sudah dipilah, lalu dicatat seperti menabung.

Dari sini, sampah berubah fungsi. Ia tidak lagi sekadar limbah, tapi menjadi “aset” yang bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Konsep ini juga mendorong warga untuk lebih disiplin dalam memilah sampah.

4. Libatkan Keluarga dan Lingkungan Sekitar

Perubahan kebiasaan tidak bisa berjalan sendiri. Apa yang dilakukan satu rumah akan lebih terasa dampaknya jika dilakukan bersama-sama.

Karena itu, warga didorong untuk melibatkan anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Mulai dari hal kecil seperti menyediakan tempat sampah terpisah di rumah, hingga mengajak tetangga untuk ikut berpartisipasi.

5. Lakukan Secara Rutin, Bukan Sekadar Kegiatan Sesaat

Bersih-bersih lingkungan sering kali dilakukan saat ada momentum tertentu. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi.

Kegiatan seperti yang dilakukan Pusri ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni Hari Bumi saja. Justru, yang lebih penting adalah bagaimana kebiasaan memilah sampah bisa terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Lurah Satu Ilir, Rudi Martino, juga mengingatkan pentingnya peran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menjadi nasabah Bank Sampah Beringin Sehati agar pengelolaan sampah bisa memberikan manfaat yang lebih luas.

Dalam aksi bersih tersebut, terkumpul sekitar 5,1 ton sampah dari lingkungan warga. Jumlah ini menjadi gambaran nyata bahwa persoalan sampah memang tidak kecil. Namun di sisi lain, ini juga menunjukkan potensi besar jika sampah tersebut dikelola dengan baik.

Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, aksi ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil. Memilah sampah mungkin terlihat sederhana, tapi jika dilakukan bersama dan terus-menerus, dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang.

Seperti pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Dalam konteks ini, bukan lagi bukit sampah yang menumpuk, melainkan kesadaran baru yang perlahan tumbuh di tengah masyarakat.

Dan jika kebiasaan ini terus dijaga, bukan tidak mungkin suatu saat nanti, sampah tidak lagi dianggap sebagai masalah melainkan sebagai sesuatu yang punya nilai dan bisa memberi manfaat.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambah 69 Titik, BBM Satu Harga Pertamina Hadir di 123 Kabupaten

    Tambah 69 Titik, BBM Satu Harga Pertamina Hadir di 123 Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.102
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Mendapat amanah menyediakan BBM hingga pelosok negeri, Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) terus berperan aktif mendukung program-program Pemerintah terutama terkait peningkatan perekonomian dan pemerataan akses energi berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia. Dukungan tersebut salah satunya tercermin dalam pembangunan Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di daerah Tertinggal, […]

  • Bersama LTKL, Bupati Muba Serukan Pembangunan Hijau Berkelanjutan 

    Bersama LTKL, Bupati Muba Serukan Pembangunan Hijau Berkelanjutan 

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Seiring dengan populernya istilah kolaborasi, tanpa disadari ternyata kolaborasi sudah dikenal sejak zaman kemerdekaan. Kolaborasi atau yang dahulu lebih dikenal dengan gotong royong adalah identitas bangsa Indonesia. Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari gotong berarti “bekerja”, dan royong berarti “bersama”. Terbentuknya […]

  • Bekali Linmas dengan Pelatihan untuk Cegah & Mitigasi Bencana

    Bekali Linmas dengan Pelatihan untuk Cegah & Mitigasi Bencana

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA 60 anggota Linmas (Perlindungan Masyarakat) Kabupaten Musi Banyuasin mengikuti pelatihan pencegahan mitigasi bencana perlindungan masyarakat dalam membantu penanggulangan dan pencegahan bencana di wilayah Kabupaten Muba. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi, Selasa (10/5/2022). Sekda Muba menyampaikan, apresiasi yang setinggi […]

  • Tingkatkan Daya Jual, Petambak di Dorong Siapkan Garam Dalam Bentuk Kemasan

    Tingkatkan Daya Jual, Petambak di Dorong Siapkan Garam Dalam Bentuk Kemasan

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.720
    • 0Komentar

    MENTERI Kelautan dan Perikanan [KKP] Sakti Wahyu Trenggono mendorong koperasi petambak garam di Indramayu, Jawa Barat untuk meningkatkan daya jual produk yang dihasilkan. Salah satu caranya dengan menyiapkan garam dalam bentuk kemasan agar bisa langsung dijual ke pasar. Produksi garam di Kabupaten Indramayu mencapai 361 ribu ton pada tahun lalu. Namun penyerapannya belum menyeluruh sebab […]

  • Mendes Ingin Dana Desa Dikelola Secara Digital, Upaya Cegah Penyalahgunaan Anggaran

    Mendes Ingin Dana Desa Dikelola Secara Digital, Upaya Cegah Penyalahgunaan Anggaran

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menjadi pembicara kunci dalam Webinar Tadarus Anggaran I dengan tema “SDGS Desa: Jalan Menuju Kesejahteraan Warga Desa” yang dilaksanakan Seknas FITRA pada Rabu (21/4/2021). Menteri Halim mengatakan, saat ini Kemendes PDTT sedang lakukan pemutakhiran Data Desa agar data-data mikro bisa terbuka yang nantinya semua kebijakan […]

  • Peringatan HAN,  Anak Bermasalah Hukum Dapat Keringan Hukuman

    Peringatan HAN, Anak Bermasalah Hukum Dapat Keringan Hukuman

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dalam peringatan puncak Hari Anak Nasional 2021 memberikan remisi pada anak-anak yang berhadapan dengan kasus hukum. “Upaya menjaga kepentingan terbaik anak-anak yang berhadapan dengan hukum bisa hadir dalam berbagai bentuk termasuk melalui remisi anak,” kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly melalui keterangan tertulisnya, Jumat (23/7/2021). Menkumham […]

expand_less
WordPress Archive Politeck – Political Party WordPress Theme Politic – Political WordPress Theme Political WordPress Theme – FrontRunner PoliticalWP – Political Campaign WordPress Theme Politics – Election Campaign Political WP Theme Politics – Political Candidate Leader Elementor Template Kit Politpress – Multipurpose Political WordPress theme Polls for AMP Polor | Personal Blog WordPress Theme Polylang For AMP