Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Tolak Pungli Tanpa Sanksi Tegas, Pesan Mudah Menguap

Tolak Pungli Tanpa Sanksi Tegas, Pesan Mudah Menguap

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA kalimat yang sering terdengar ringan, tapi berat dijalankan “Jangan ada lagi pungli.” Saat Bupati Muba, H M Toha, menyampaikannya di halal bihalal bersama ASN, suasananya memang hangat. Tapi pesan itu  bukan hanya  ucapan lepas di momen lebaran.

Kalimat seperti ini sudah terlalu sering beredar. Diulang, ditegaskan, bahkan dipasang di spanduk. Namun praktiknya masih saja muncul, berganti istilah, berganti cara. Masyarakat akhirnya paham sendiri yang berubah hanya bungkusnya.

Di sinilah persoalannya. Imbauan tanpa langkah nyata mudah sekali menguap. Hari ini ditegaskan, besok dilupakan.

Apa yang disampaikan Bupati sebenarnya sudah menyentuh hal mendasar. Soal keikhlasan bekerja, soal loyalitas, soal tanggung jawab sebagai pelayan publik.

Itu sebenarnya sangat penting. Tapi di lapangan, persoalan tidak selalu selesai hanya dengan ajakan moral.

Ada kebiasaan lama yang sudah mengendap. Tidak cukup disentuh, harus digeser.

Kalau ingin benar-benar memutus rantai pungli, perlu ada batas yang jelas, mana yang boleh, mana yang tidak.

Bahkan lebih dari itu, harus ada konsekuensi yang terasa. Tanpa itu, imbauan hanya jadi pengingat sesaat.

Oleh karena itu peran kepala daerah justru krusial. Bupati tidak cukup hanya mengingatkan. Perlu memastikan ada aturan main yang tegas dan dijalankan tanpa ragu.

Misalnya, standar sanksi yang jelas bagi ASN yang terbukti melakukan pungli.

Tidak perlu bertele-tele. Kalau ringan, beri peringatan keras. Kalau berulang, naik ke sanksi disiplin. Kalau sudah masuk kategori pelanggaran serius, proses sesuai aturan hukum.

Sehigga pesan yang disampaikan itu  jadi tidak bias, sehingga semua ASN tahu risikonya dan punya rasa tanggung jawab, bukan hanya formalitas.

Langkah seperti ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi menjaga kepercayaan lantaran yang bakal dirugikan itu bukan hanya masyarakat, tapi juga ASN lain yang sudah bekerja dengan benar.

Di sisi lain, apa yang disinggung soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) patut dilihat sebagai bagian dari solusi.

Kesejahteraan memang tidak otomatis menghapus pelanggaran, tapi bisa menutup celah yang sering dijadikan alasan.

ASN yang merasa diperhatikan biasanya lebih fokus pada pekerjaan. Setidaknya, ruang untuk pembenaran semakin sempit.

Pendekatan yang tidak mengandalkan sidak juga punya sisi positif. Komunikasi yang terbuka bisa membuat persoalan lebih cepat terdeteksi.

Tapi tetap perlu diingat, tanpa pengawasan yang kuat, suasana nyaman bisa berubah jadi longgar.

Keseimbangan itu yang penting dekat tanpa kehilangan kendali.

Soal infrastruktur yang ikut disorot juga bukan hal kecil. Jalan rusak bukan sekadar angka di laporan. Itu yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Dari situlah kepercayaan dibangun atau justru runtuh.

Kalau jalan mulai diperbaiki, pelayanan tidak lagi berbelit, dan urusan bisa selesai tanpa biaya tambahan, masyarakat akan melihat perubahan tanpa perlu dijelaskan panjang lebar.

Hasil selalu lebih kuat daripada janji.

Agar arah ini tidak berhenti di seremoni, ada beberapa hal yang bisa langsung diperkuat.

Transparansi layanan harus dibuka lebar. Biaya, alur, dan waktu penyelesaian tidak boleh abu-abu. Semakin jelas, semakin sempit ruang permainan.

Digitalisasi juga perlu dipercepat. Bukan sekadar modernisasi, tapi memotong jalur-jalur rawan. Proses yang rapi membuat peluang penyimpangan makin kecil.

Pengawasan internal harus hidup. Bukan hanya formalitas. Harus ada evaluasi rutin yang benar-benar membaca kondisi di lapangan.

Dan yang tidak kalah penting, saluran pengaduan masyarakat harus responsif. Jangan sampai laporan masuk, tapi berhenti tanpa tindak lanjut. Dari sana justru banyak pintu perbaikan bisa dibuka.

Pesan Bupati Toha sudah memberi arah. Tapi arah saja tidak cukup tanpa pijakan yang kuat.

Kalau imbauan berjalan sendiri tanpa sanksi yang jelas, ia akan cepat hilang. Tapi kalau dibarengi aturan yang tegas dan dijalankan konsisten, perlahan akan terbentuk kebiasaan baru.

Bukan hal instan, tapi bukan juga mustahil.

Pada akhirnya, masyarakat tidak akan menilai dari seberapa sering larangan diucapkan. Mereka melihat dari apa yang berubah.

Sehingga perubahan itu selalu punya tanda yang sederhana, dengan urusan jadi mudah, tidak mahal, dan tidak lagi menyisakan rasa curiga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Perlu Dicontoh,  Program Pemkab Muba, Layanan Administrasi Kependudukan Langsung Jadi di Kantor Kecamatan

    Ini Perlu Dicontoh, Program Pemkab Muba, Layanan Administrasi Kependudukan Langsung Jadi di Kantor Kecamatan

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    KEBIJAKAN nasional di bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil sampai saat ini sudah dirasakan manfaatnya dalam berbagai hal seperti peningkatan efektifitas pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas demokrasi, mencegah kriminalitas seperti pungli, mencegah teroris, TKI illegal, perdagangan orang dan lain sebagainya. Berpijak dari kebijakan itu, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) […]

  • Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Alex : Tanpa Guru Saya Tak Bisa Jadi Gubernur

    Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Alex : Tanpa Guru Saya Tak Bisa Jadi Gubernur

    • calendar_month Minggu, 24 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyerahkan SK kepada guru honorer (tenaga pendidikan SMA/SMK sederajat) se Sumsel yang digelar di Palembang Sport and Convention Centre (PSCC), Minggu (24/6/2018). “Seorang Guru merupakan pahlawan tanpa jasa. Tentu tanpa guru saya tidak akan bisa berdiri disini dan tanpa guru saya tidak bisa menjadi Gubernur,”ungkapnya. Selain itu, pelopor […]

  • Tangani Kasus COVID, Polda Riau Dukung Pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong

    Tangani Kasus COVID, Polda Riau Dukung Pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyampaikan bahwa pihaknya mendukung atas pelaksanaan pembangunan rumah oksigen gotong royong di Provinsi Riau, karena hal tersebut sebagai upaya menangani kasus COVID-19 di Riau. “Mari kita wujudkan ini sesegera mungkin karena itu cara kita untuk menangani COVID-19 di Riau,” ujarnya saat menghadiri rapat […]

  • Kementerian BUMN Dorong Pertamina Lanjutkan 8 Inisiatif Strategis Transisi Energi

    Kementerian BUMN Dorong Pertamina Lanjutkan 8 Inisiatif Strategis Transisi Energi

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.001
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Jelang gelaran konferensi internasional dan pameran BUMN (SOE Conference International Conference & Expo, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) mendorong Pertamina Group, baik Holding maupun Subholding untuk tetap fokus melanjutkan 8 (delapan) inisiatif strategis untuk mempercepat transisi energi.   Kedelapan transisi energi tersebut meliputi peningkatan kapasitas terpasang Geothermal, pengembangan Green Refinery, […]

  • Aliansi Semarak Ramadhan audiensi dengan Pemkab Muba, Apa yang Dibahas !

    Aliansi Semarak Ramadhan audiensi dengan Pemkab Muba, Apa yang Dibahas !

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-  Pj. Bupati Muba Drs. H. Apriyadi Mahmud M.Si diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Muba H. Yudi Herzandi SH MH menerima audiensi Aliansi Semarak Ramadhan terkait kegiatan Pawai Ramadhan, bertempat di Ruang Rapat Randik Setda Muba, Jumat (8/3/2024). Dalam kesempatan itu, Armanto dari Komunitas Ruang Bedulur mengatakan, tujuannya bersama komunitas-komunitas […]

  • Wakil Walikota Tinjau Kesiapan KA

    Wakil Walikota Tinjau Kesiapan KA

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2019
    • account_circle Asri
    • visibility 849
    • 0Komentar

    UNTUK memastikan masyarakat Kota Palembang bisa mudik ketempat asalnya dengan aman nyaman dan selamat sampai tujuan. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meninjau secara langsung Stasiun Kereta Api. “Saya ingin memastikan persiapan PT KAI dalam melayani masyarakat Kota Palembang pada saat arus mudik lebaran tahun ini, baik sisi fasilitas kereta maupun penumpang yang ingin mudik lebaran,” […]

expand_less
WordPress Archive Chemistry – Responsive Portfolio & Shop WP Theme Chicago – Restaurant & Cafe WordPress Theme Chicky – WordPress Fashion Marketplace Theme Chief – Modern Barbershop Template Kit Chikapoe – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Childhood Kids – Child Care Center Elementor Template Kit ChildHope | Child Adoption Services & Nonprofit Theme Childit – Kindergarten Elementor WordPress Theme Children Charity – Nonprofit & NGO WordPress Theme Chinchilla – Pet WordPress Theme