Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Sertifikasi Aset Hambat Proyek Pemkot Palembang

Sertifikasi Aset Hambat Proyek Pemkot Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMBANGUNAN kota tidak selalu terhambat oleh anggaran atau perencanaan. Dalam banyak kasus, persoalan justru berhenti di tahap paling mendasar, seperti legalitas lahan.

Di Palembang, isu ini kini muncul ke permukaan menjadi penghambat sejumlah proyek publik yang sebenarnya sudah siap dijalankan.

Pemerintah Kota Palembang mulai mempercepat penataan dan sertifikasi aset daerah melalui koordinasi intensif bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi bagian dari upaya membuka “kunci” yang selama ini menahan laju pembangunan.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, secara langsung memimpin pembahasan tersebut dalam pertemuan bersama jajaran BPN di rumah dinas wali kota, Senin (30/3/2026).

Fokusnya jelas guna memastikan seluruh aset yang akan digunakan untuk proyek publik memiliki kepastian hukum.

Salah satu yang paling krusial adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat terpadu program pendidikan yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.

Proyek ini dirancang berdiri di atas lahan milik TNI Angkatan Udara (Lanud).

Namun hingga kini, realisasinya masih tertahan oleh proses sertifikasi.

“Kami mendorong percepatan proses sertifikasi aset milik Danlanud. Pembangunan Sekolah Rakyat ini sangat penting, tetapi terkendala administrasi,” ujar Ratu Dewa.

Pernyataan tersebut menegaskan satu hal, tanpa legalitas yang jelas, proyek sebesar apa pun tidak bisa bergerak.

Bahkan ketika perencanaan sudah matang dan dukungan anggaran tersedia, aspek administratif tetap menjadi penentu.

Tidak hanya sektor pendidikan, Pemkot juga menyiapkan pengembangan Mini Zoo sebagai ruang edukasi dan rekreasi masyarakat.

Lokasinya direncanakan berada di kawasan yang sama, dengan skema kerja sama yang masih dalam pembahasan baik melalui hibah maupun pinjam pakai.

Namun sekali lagi, semua rencana itu bergantung pada satu titik, kejelasan status lahan.

Masalah ini tidak berdiri sendiri. Pemkot Palembang saat ini juga tengah menghadapi pekerjaan besar lainnya, yakni percepatan sertifikasi ratusan aset fasilitas publik.

Mulai dari sekolah dasar, SMP, PAUD, taman kanak-kanak, hingga Puskesmas dan Pustu banyak di antaranya belum memiliki sertifikat resmi.

Kondisi ini membuka potensi masalah di kemudian hari, mulai dari sengketa lahan hingga terhambatnya pengembangan fasilitas.

Karena itu, percepatan sertifikasi menjadi prioritas utama.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Palembang, Dhona Fiermansyah Lubis, menambahkan pihaknya menargetkan penyelesaian 180 sertifikat aset milik Pemkot sepanjang tahun 2026.

Fokus utamanya adalah aset yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

“Fokus kami adalah aset strategis seperti sekolah dan Puskesmas. Target 180 sertifikat ini bisa tercapai selama tidak ada sengketa,” jelasnya.

Meski demikian, proses di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Salah satu kendala yang kerap muncul adalah penentuan batas lahan, terutama pada aset-aset lama yang belum terdokumentasi secara detail.

“Secara sosial masyarakat tahu itu aset sekolah atau puskesmas. Tapi secara administratif, batasnya tetap harus dipastikan ulang,” tambah Dhona.

Di titik ini, terlihat jelas bahwa persoalan aset bukan hanya soal dokumen, tetapi juga soal sejarah penggunaan lahan yang belum sepenuhnya terdokumentasi secara formal.

Selain sertifikasi, Pemkot juga mendorong percepatan penyerahan aset dari pengembang perumahan.

Selama ini, tidak sedikit fasilitas umum yang secara fungsi sudah digunakan masyarakat, tetapi secara hukum belum sepenuhnya menjadi milik pemerintah.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan menjadi tidak optimal, bahkan berisiko menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Dengan kepastian status aset, pemerintah memiliki ruang yang lebih kuat untuk mengembangkan dan memaksimalkan fungsi fasilitas tersebut.

Ratu Dewa menyatakan optimisme  berbagai hambatan ini dapat segera diselesaikan.

Komunikasi dengan pihak Lanud dan Mabes TNI disebut telah berjalan, sementara dukungan anggaran dari pemerintah pusat juga telah tersedia.

“Jika semua sudah clear and clean, termasuk aspek legalitas dan administrasi, serta dukungan anggaran dari kementerian, maka pembangunan bisa mulai berjalan pada April,” tegasnya.

Target tersebut menjadi penanda penting.

Bukan hanya soal kapan proyek dimulai, tetapi juga seberapa cepat birokrasi mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang selama ini sering terabaikan.

Upaya percepatan sertifikasi aset ini pada akhirnya bukan sekadar urusan administrasi.

Ia menjadi bagian dari reformasi tata kelola aset daerah menciptakan kepastian hukum, meningkatkan nilai aset, dan membuka jalan bagi pembangunan yang lebih terarah.

Bagi masyarakat, dampaknya akan terasa langsung. Sekolah baru, fasilitas rekreasi, hingga layanan kesehatan yang lebih baik semuanya bergantung pada satu hal yang sering luput dari perhatian kejelasan status lahan.

Di tengah dorongan percepatan pembangunan, Palembang kini menghadapi realitas yang tidak bisa dihindari.

Sebelum membangun ke depan, fondasi administratif harus lebih dulu dibereskan. Tanpa itu, rencana hanya akan tetap menjadi rencana.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palembang Resmi Tuan Rumah Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah

    Palembang Resmi Tuan Rumah Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    KOTA Palembang, Sumatera Selatan resmi menjadi tuan rumah Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah yang akan diselenggarakan pada 8-10 November mendatang. Sejumlah tokoh besar nasional direncanakan hadir dalam Tanwir tersebut di antaranya Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A., atau dikenal dengan Din Syamsuddin, Zulkifli Hasan hingga Sandiaga Uno. Dikatakan Ketua Sharing Komite Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah Pusat, […]

  • HD Ingin Pindahkan Pusri ke TAA, Kapan ?

    HD Ingin Pindahkan Pusri ke TAA, Kapan ?

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.423
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BANYUASIN – Gubernur Sumsel Herman Deru berencana ingin memindahkan, PT Pupuk Sriwidjaja [Pusri] Palembang ke wilayah Pelabuhan Tanjung Api-api [TAA]. Namun untuk merealisasikannya saat ini tengah dibahas penyediaan gas untuk menunjang operasional pabrik pupuk tertua itu. Selain itu, rencananya pemindahan untuk mengurangi dampak aktifitas operasional PT Pusri bagi masyarakat. “Saya akan percepat sambungan gas […]

  • Istri Gub.Sumsel Gagas Gelar Budaya di Luar Sumsel  

    Istri Gub.Sumsel Gagas Gelar Budaya di Luar Sumsel  

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    KETUA Tim Penggerak (TP) PKK Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia Herman Deru (Feby Deru) mengharapkan warga Sumsel yang bermukim ditanah rantauan untuk  tidak pernah lupa daerah kelahirannya. Salah satunya dengan sering-sering pulang kampung. “Ada banyak organisasi wanita yang  beranggotakan orang-orang Palembang yang ada di perantauan. Seperti Ikatan Wanita Sriwijaya atau Persatuan Wanita Palembang yang ada […]

  • Pemerintah Tetapkan 323 Penyalur BBM Satu Harga, Dimana Saja ?

    Pemerintah Tetapkan 323 Penyalur BBM Satu Harga, Dimana Saja ?

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

    BBM Satu Harga merupakan wujud keadilan energi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses untuk menikmati energi dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas meresmikan secara serentak tujuh titik lembaga penyalur bahan bakar minyak, melalui program BBM Satu Harga. Peresmian secara simbolis dilakukan di […]

  • Muba Peroleh DID Periode II Senilai Rp15,7 Miliar

    Muba Peroleh DID Periode II Senilai Rp15,7 Miliar

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    KOMITMEN cepat tanggap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam penanggulangan dan penanganan wabah COVID-19 terus menghasilkan kontribusi nyata untuk masyarakat Muba. Setelah beberapa waktu lalu, Pemkab Muba mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) periode pertama sebesar Rp11.924.596 miliar, kini Muba kembali mendapatkan kucuran DID tambahan periode kedua sebesar Rp15.736.961.000 miliar. “Alhamdulillah Muba mendapatkan DID tambahan Kementerian […]

  • Desa Binaan PTBA Raih Penghargaan Desa Proklim 2018
    CSR

    Desa Binaan PTBA Raih Penghargaan Desa Proklim 2018

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.127
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Salah satu desa binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yaitu Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan berhasil meraih penghargaan Desa Program Kampung Iklim 2018 kategori program kampung iklim utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya dan diterima oleh Kepala […]

expand_less
WordPress Archive The Experts – Business Consulting and Professional Services WordPress Theme The Food Truck – WordPress Theme The Frog = Creative News / Blog Magazine & Front-end Submission WP Theme The Galison – Multi-Concept News and Magazine Theme The Gig – Stand-up Club & Night Bar WordPress Theme The Grid – Responsive WordPress Grid Plugin The Hanger - eCommerce WordPress Theme for WooCommerce The Keynote – Conference / Event / Meeting WordPress Theme The Kleaner – Industrial Cleaning Company WordPress Theme The Landscaper – Lawn & Landscaping WP Theme