Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Krisis Pangan Global Mengintai, RI Sudah Siap?

Krisis Pangan Global Mengintai, RI Sudah Siap?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KRISIS pangan global bukan hanya bayang-bayang semata, tapi nyata, pasalnya ditengah situasi itu, Indonesia juga tak lepas dari bayang-bayang dampaknya.

Menyusul konflik geopolitik yang makin memanas, lonjakan harga energi, hingga gangguan jalur logistik dunia mulai membentuk satu pola yang sama, tekanan terhadap pasokan pangan kian nyata.

Pertanyaannya, di tengah situasi seperti itu, apakah Indonesia benar-benar siap?

Laporan terbaru dari World Food Programme memberi peringatan serius, jika konflik berkepanjangan dan harga energi tetap tinggi, puluhan juta orang di dunia berpotensi jatuh ke dalam kondisi rawan pangan akut.

Angka ini menunjukkan  ancaman krisis pangan bukan lagi kemungkinan jauh, melainkan risiko yang perlahan mendekati.

Sebab dalam sistem global yang saling terhubung, satu gangguan di satu kawasan bisa menjalar cepat ke seluruh dunia.

Jalur distribusi terganggu, biaya logistik melonjak, dan harga pangan ikut terdorong naik.

Apalagi negara yang masih bergantung pada impor menjadi pihak paling rentan menghadapi tekanan tersebut.

Namun di tengah bayang-bayang krisis itu, Indonesia mencoba mengambil langkah berbeda.

Indonesia bergerak cepat bukan hanya menunggu dampak datang, pemerintah mulai memperkuat fondasi dari dalam negeri.

Produksi pangan digenjot, cadangan diperkuat, dan sistem pertanian dibenahi agar lebih efisien serta tahan terhadap gejolak global.

Langkah ini tidak berdiri sendiri, pemerintah mulai menjalankan strategi ganda guna meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada sekaligus membuka sumber produksi baru.

Di satu sisi, intensifikasi dilakukan melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, hingga peningkatan indeks pertanaman.

Di sisi lain, ekstensifikasi berjalan lewat program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa.

Pendekatan ini mulai menunjukkan hasil, pasalnya produksi beras nasional meningkat, sementara cadangan pangan pemerintah berada pada level yang relatif aman.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kondisi ini menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Namun, perubahan terbesar justru terjadi di balik layar, pada aspek yang selama ini kerap luput dari perhatian birokrasi dan distribusi.

Rantai regulasi yang sebelumnya panjang kini dipangkas. Proses distribusi pupuk yang dulu berlapis kini dibuat lebih sederhana dan langsung.

Dampaknya memang terasa nyata di lapangan, karena pupuk lebih cepat sampai ke petani, biaya produksi menurun, dan proses tanam tidak lagi tertunda.

Perbaikan ini menjadi krusial, karena dalam pertanian, waktu adalah segalanya.

Keterlambatan distribusi bisa berdampak langsung pada hasil panen.

Tak bisa ditunda

Di saat yang sama, modernisasi mulai mengubah pola kerja di sektor pertanian.

Mekanisasi memungkinkan proses tanam dan panen berjalan lebih cepat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja. Efisiensi meningkat, biaya produksi ditekan, dan lahan bisa dimanfaatkan lebih optimal dengan pola tanam yang lebih intensif.

Efeknya tidak hanya terasa pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani.

Ketika biaya turun dan hasil meningkat, pendapatan petani ikut terdorong. Hal itu menjadi faktor yang sangat penting, karena semangat petani untuk terus menanam sangat bergantung pada keuntungan yang mereka peroleh.

Oleh sebab itu,  ketahanan pangan tidak lagi hanya soal ketersediaan beras atau bahan pokok lainnya.

Ketahanan pangan saat ini telah menjadi fondasi stabilitas ekonomi dan sosial.

Krisis pangan di berbagai negara menunjukkan gangguan pasokan bisa berujung pada lonjakan inflasi hingga tekanan sosial yang lebih luas.

Karena itu, memperkuat produksi dalam negeri menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

Indonesia memang belum sepenuhnya terlepas dari risiko global. Namun setidaknya dengan fondasi produksi yang terus diperkuat, posisi Indonesia relatif lebih siap dibanding negara yang bergantung penuh pada impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laman resmi pertanian.go.id belum lama ini menegaskan  ancaman krisis pangan global saat ini nyata dan harus diantisipasi sejak dini.

Ia menerangkan setiap negara perlu memperkuat ketahanan pangannya dan tidak bergantung pada negara lain.

Menurutnya, kenaikan harga energi, gangguan distribusi, serta konflik geopolitik berpotensi memicu lonjakan harga pangan global seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Dalam kondisi seperti itu, negara yang mampu memproduksi pangannya sendiri akan berada pada posisi yang lebih aman.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan yang kini ditempuh.

Ketika ketidakpastian global sulit dikendalikan, memperkuat kapasitas dalam negeri menjadi pilihan paling rasional.

Apalagi  krisis pangan global mungkin tidak bisa sepenuhnya dihindari. Namun setidaknya dampaknya bisa ditekan jika setiap negara memiliki strategi yang tepat.

Indonesia kini berada di persimpangan itu, antara ancaman global yang terus mengintai dan upaya memperkuat diri dari dalam.

Jawabannya mungkin belum sepenuhnya pasti, tetapi satu hal mulai terlihat, persiapan itu sedang dibangun, sedikit demi sedikit, dari sawah hingga kebijakan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dekranasda Sumsel Fasilitasi Pengadaan Bahan Baku Kerajinan Kain Kawai Kanduk

    Dekranasda Sumsel Fasilitasi Pengadaan Bahan Baku Kerajinan Kain Kawai Kanduk

    • calendar_month Minggu, 15 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.776
    • 0Komentar

    DEKRANESDA Sumsel  Fasilitasi  Pengadaan Bahan Baku Kerajinan Kain Kawai Kanduk. Komitmen ini dilakukan guna membantu meningkatkan produktivas ekonomi para pengrajin dan pelaku UMKM, terlebih saat pandemi covid-19 yang berakibat terpuruknya perekonomian. “Kain kawai kanduk ini merupakan kain khas  OKU Selatan. Saya memang ingin mengangkat dan mempromosikan kain khas  kawai kanduk ini agar menjadi produk unggulan,” […]

  • Sumsel Siapkan Rp4 Miliar untuk Insentif Satgas Karhutlabun

    Sumsel Siapkan Rp4 Miliar untuk Insentif Satgas Karhutlabun

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 779
    • 0Komentar

    TAK mau asap Karhutla semakin parah dan terus mengganggu kesehatan warganya, Gubernur Sumsel H.Herman Deru turun langsung ke Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan Kabuputen Ogan Komering Ilir (OKI) memadamkan api di lahan warga yang berada di sekitar PT. Dinamika Graha Sarana (DGS). HD ikut berjibaku memadamkan sisa api secara manual menggunakan selang air, didampingi Pangdam II […]

  • Antisipasi DPO Teroris Poso, Densus 88 Siaga Di Sultra, Kapolda Imbau Masyarakat untuk Waspada

    Antisipasi DPO Teroris Poso, Densus 88 Siaga Di Sultra, Kapolda Imbau Masyarakat untuk Waspada

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    POLDA Sultra menyiagakan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Penanggulangan Terorisme untuk mengantisipasi buronan kelompok teroris Poso, Sulawesi Tengah, yang masuk dalam daftar buronan jika masuk ke wilayah tersebut. Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan langkah antisipasi ini penting dilakukan karena Sulteng berbatasan langsung dengan Sultra. “Antisipasi terhadap pelaku teror tidak hanya dilakukan pada saat […]

  • Pesan AKHOR Lewat Pantonim

    Pesan AKHOR Lewat Pantonim

    • calendar_month Kamis, 19 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Salah satu seniman Palembang membuat kampanye simpatik melalui pantonim  sebagai bentuk kecintaan terhadap Paslon Independen Akbar dan Hernoe (AKHOR).  Dengan pantonim ada pesan yang ingin disampaikan kepada para penguna jalan. “Paslon AKHOR ini adalah harapan baru bagi perubahan Kota Palembang,  Paslon AKHOR adalah representasi dari suara rakyat maka dari itu kami bergerak melakukan […]

  • Bangkitkan Wirausaha Baru, KUR untuk Alumni Prakerja dari BNI

    Bangkitkan Wirausaha Baru, KUR untuk Alumni Prakerja dari BNI

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    MENCIPTAKAN wirausaha baru menjadi harapan Indonesia untuk bangkit setelah terdampak pandemi Covid-19. Banyaknya pekerja yang kini terkena pemutusan hubungan pekerjaan (PHK), Ibu Rumah Tangga yang ingin membuka usaha, hingga UMKM terdampak Covid-19 yang berminat untuk mengembangkan usaha baru membuat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) hadir untuk memberikan solusi terbaik dalam mendukung Alumni Prakerja wirausaha baru. […]

  • Gubernur Alex Noerdin Resmi Buka Kejurnas Relly Ogan Ilir

    Gubernur Alex Noerdin Resmi Buka Kejurnas Relly Ogan Ilir

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.144
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin resmi membuka kejuaraan nasional Rally Indonesia tahun 2017 Ogan Ilir di halaman gedung serbaguna Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (19/8).

expand_less
WordPress Archive TravelKit – Journal & Blog Template Kit for Elementor Travella – Tours & Travel Agency Elementor Template Kit Travellers – Tour & Travels One Page Theme Travelo | Travel/Tour Booking Responsive WordPress Theme TravelPro – Adventure Tours and Travel Agency WordPress Theme TravelTour – Travel & Booking Template Kit TravelX – Travels Tourism Agency Elementor Template Kit Traven – Personal & Lifestyle Blog WordPress Theme Travenu – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Travesia | Travel Agency and Tour Booking WordPress Theme