Ekonomi

El Nino Mengintai, Stok Beras RI Bertahan 10 Bulan

foto : badanpangan

PEMERINTAH memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia menghadapi ketegangan geopolitik dan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino tahun ini.

Produksi pangan domestik yang terus berjalan dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah saat ini menghadapi dua tantangan sekaligus yang berpotensi memengaruhi sektor pangan, yakni dinamika geopolitik global serta peringatan potensi El Nino dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Amran menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Kita menghadapi dua kondisi sekaligus, geopolitik global yang memanas dan pengumuman BMKG terkait potensi kekeringan akibat El Nino. Dua hal ini harus kita jawab dengan kesiapan produksi dan cadangan pangan,” ujar Amran.

Ia menegaskan kondisi pangan nasional saat ini berada dalam situasi aman karena produksi domestik terus berlangsung secara berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga memiliki cadangan pangan yang tersebar di berbagai titik rantai pasok nasional.

Amran menyebut cadangan pangan nasional diperkirakan mampu bertahan hingga sekitar 10,7 bulan atau setara dengan 324 hari ke depan jika mempertimbangkan stok yang tersedia saat ini.

Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai sekitar 3,7 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat dalam beberapa waktu mendatang seiring masuknya masa panen raya di sejumlah daerah sentra produksi beras.

Bapanas memperkirakan stok beras nasional dapat menembus angka 5 juta ton dalam dua bulan ke depan. Kenaikan tersebut didorong oleh tambahan hasil panen dari berbagai wilayah penghasil beras di Indonesia.

Selain mengandalkan stok cadangan, pemerintah juga menilai stabilitas pangan nasional didukung oleh produksi beras yang terus berlangsung setiap bulan.

Amran menjelaskan produksi beras nasional berkisar antara 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton per bulan. Sementara itu, kebutuhan konsumsi masyarakat berada di kisaran 2,5 juta ton per bulan.

Perbandingan tersebut menunjukkan produksi nasional masih berada di atas kebutuhan konsumsi, sehingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat tetap terjaga.

“Produksi kita setiap bulan berkisar 2,6 juta sampai 5,7 juta ton, sementara kebutuhan sekitar 2,5 juta ton per bulan. Jadi insyaallah pangan aman,” kata Amran.

Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan dampak kekeringan akibat El Nino. Upaya tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur pengairan di sektor pertanian.

Salah satu program yang disiapkan adalah pompanisasi atau penyediaan pompa air untuk membantu pengairan lahan pertanian selama musim kemarau. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian.

Pada tahun ini pemerintah juga menambah cakupan sekitar 1 juta hektare lahan yang akan dilengkapi dengan fasilitas pompanisasi. Dengan tambahan tersebut, total sekitar 2 juta hektare lahan pertanian akan memiliki dukungan pengairan tambahan saat musim kering.

Program tersebut mencakup pemanfaatan air dari sungai, sumur dalam, hingga sumur dangkal yang dipasang di sejumlah wilayah sentra pertanian. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga meskipun curah hujan menurun.

Amran menilai potensi El Nino tahun ini tidak akan sekuat fenomena yang terjadi pada 2023. Pemerintah, menurutnya, memiliki pengalaman menghadapi kondisi iklim ekstrem sebelumnya sehingga lebih siap melakukan antisipasi.

Ia berharap berbagai langkah tersebut mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sepanjang tahun.

Dengan produksi yang stabil, cadangan pangan yang cukup, serta dukungan infrastruktur pengairan di sektor pertanian, pemerintah optimistis pasokan pangan nasional tetap terjaga meskipun potensi El Nino mulai mengintai.(***)

To Top