HIPMI Palembang kini berkegiatan di jantung layanan publik Kota Palembang. Sekretariat baru Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palembang resmi dibuka di Kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP, kemarin. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa, menandai babak baru hubungan organisasi pengusaha muda dengan pemerintah kota.
Pemilihan MPP sebagai lokasi sekretariat bukan sekadar soal ruang kerja. Di tempat yang sama, proses perizinan, konsultasi usaha, hingga layanan administrasi publik berlangsung setiap hari. Kehadiran HIPMI di kawasan ini memberi sinyal bahwa pembinaan pengusaha muda dan kemudahan berusaha ingin ditempatkan lebih dekat dengan pusat pelayanan masyarakat.
Acara peresmian tersebut dihadiri perwakilan Badan Pengurus Daerah HIPMI Sumatera Selatan, para ketua BPC HIPMI se-Sumsel, Ketua Kadin Kota Palembang, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan posisi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam sambutannya menyampaikan harapan agar sekretariat baru ini tidak hanya menjadi alamat organisasi, tetapi juga ruang kolaborasi yang hidup. Ia menekankan pentingnya peran HIPMI sebagai wadah konsolidasi pengusaha muda sekaligus tempat lahirnya gagasan inovatif yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.
Menurut Ratu Dewa, tren pertumbuhan ekonomi Palembang yang terus menunjukkan arah positif tidak bisa dilepaskan dari kontribusi pelaku usaha, termasuk pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI. Pemerintah Kota Palembang, kata dia, membutuhkan mitra yang aktif, adaptif, dan mampu menjangkau sektor-sektor ekonomi riil, terutama UMKM dan ekonomi kelas menengah.
Ia juga menyinggung upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan yang secara bertahap menunjukkan penurunan. Upaya tersebut, lanjutnya, harus diiringi dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui penciptaan peluang usaha dan peningkatan daya saing, di mana HIPMI diharapkan mengambil peran lebih besar.
Ketua BPC HIPMI Palembang Peby Anggi Pratama mengatakan, keberadaan sekretariat di MPP merupakan tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Untuk pertama kalinya, HIPMI Palembang memiliki sekretariat sendiri yang difasilitasi pemerintah kota, sebuah capaian yang menurutnya akan menjadi aset organisasi lintas generasi.
Peby menjelaskan, sekretariat ini akan difungsikan sebagai pusat aktivitas organisasi, ruang diskusi, serta pusat informasi bagi pengusaha muda.
Ia berharap, lokasi yang terintegrasi dengan layanan publik dapat mempercepat komunikasi dan koordinasi antara HIPMI, pemerintah, dan pelaku usaha, terutama mereka yang baru memulai usaha.
Dalam beberapa waktu terakhir, HIPMI Palembang telah menjalankan sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Program pasar murah dan subsidi kebutuhan pokok, seperti telur, menjadi contoh keterlibatan organisasi dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal. Program-program tersebut, menurut Peby, dirancang untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi.
Ia menambahkan bahwa ke depan HIPMI Palembang ingin memperluas perannya tidak hanya sebagai organisasi jejaring bisnis, tetapi juga sebagai mitra sosial-ekonomi yang responsif terhadap dinamika daerah. Dengan sekretariat yang kini berada di MPP, HIPMI menilai akses terhadap informasi kebijakan dan layanan pemerintah akan semakin terbuka.
Peresmian sekretariat ini juga menjadi penanda awal masa bakti kepengurusan BPC HIPMI Palembang periode 2025–2028. Di periode tersebut, HIPMI menargetkan penguatan kapasitas pengusaha muda, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta kontribusi yang lebih terukur terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Palembang.
Dengan berkantor di Mal Pelayanan Publik, HIPMI Palembang menempatkan dirinya lebih dekat dengan denyut aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat peran organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan warga Kota Palembang. (***)