Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kecelakaan Kerja, Benarkah Hanya Human Error Saja?

Kecelakaan Kerja, Benarkah Hanya Human Error Saja?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP kali kecelakaan kerja terjadi, ada satu kalimat yang selalu muncul paling cepat, kadang bahkan lebih sigap dari petugas P3K, human error. Pendek, praktis, dan entah kenapa terasa sangat melegakan bagi banyak pihak.

Begitu kalimat itu keluar, seolah -olah masalah langsung rapi, berkas bisa ditutup, dan sistem boleh lanjut kerja tanpa diajak ngobrol serius.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli  ingin menampar pikiran kita pelan-pelan, kecelakaan kerja bukan sekadar kelalaian individu.

Selama ini, rangkaian kecelakaan kerja memang sering dikaitkan dengan human error, sekitar delapan dari sepuluh kasus. Sisanya baru dikaitkan dengan kegagalan alat atau kondisi lingkungan kerja.

Sekilas kelihatan jelas manusia ceroboh, alat mah baik-baik saja. Tapi kalau dibongkar sampai ke akar, dari porsi human error itu ternyata cuma sekitar sepertiganya yang benar-benar murni kesalahan individu.

Sisanya mayoritas lahir dari sistem yang bocor, organisasi longgar, prosedur hidup di map, pengamanan lebih sering dicek saat audit daripada saat kerja. Jadi kalau 70 persen kesalahan manusia dipicu oleh sistem, kenapa yang selalu disalahkan manusianya?

Kocaknya, istilah human error jadi kambing hitam paling rajin lembur. Semua kesalahan dititipkan ke situ, sementara sistem berdiri santai sambil cuci tangan, pakai sabun wangi, bilang, “Saya nggak tahu apa-apa.”

Di lapangan, pemandangan makin ironis. Spanduk K3 berdiri gagah, tulisannya besar, warnanya nyala-nyala, pesannya galak. Tapi spanduk tidak bisa menggantikan SOP yang cuma dihafal setengah hati.

Spanduk juga nggak bisa menghentikan target produksi yang datang sambil teriak, “Ayo cepat, waktu mepet!” Akhirnya, keselamatan kerja diposisikan sebagai niat baik, bukan kebutuhan mutlak.

Yassierli di laman resmi kemnaker baru-baru ini juga mengingatkan, penurunan angka kecelakaan tidak otomatis berarti tempat kerja aman.

Bisa jadi memang ada perbaikan, tapi bisa juga karena laporan yang tak pernah naik atau keberuntungan masih nongkrong. Risiko kecelakaan besar tetap mengintai kalau pengendalian bahaya tidak dibangun konsisten.

Ibarat motor tua, bodinya dicat baru, tapi remnya belum tentu pakem.

Pekerja pun sering jadi pihak yang paling serba salah. Mau patuh prosedur, target mendesak. Mau berhenti karena kondisi tidak aman, takut dicap menghambat kerja. Mau melapor, khawatir dianggap ribet.

Akhirnya, jalan tengah yang dipilih adalah berharap semuanya aman-aman saja. Padahal keselamatan tidak pernah bisa diserahkan pada doa semata.

Di sinilah pentingnya sistem. SOP yang jelas dan jalan, panitia K3 yang aktif, inspeksi rutin bukan formalitas, investigasi insiden yang ujungnya perbaikan nyata, bukan sekadar laporan cantik.

Sistem

Keselamatan tidak boleh bergantung pada keberanian individu. Sistem yang sehat justru membuat pekerja bisa bekerja dengan tenang tanpa harus merasa sedang main tebak-tebakan dengan risiko.

Pendekatan ini dikenal sebagai people-centric safety. Pekerja tidak lagi diposisikan sebagai sumber masalah, tapi bagian dari solusi. Mereka dilibatkan, didengar, dan dilindungi oleh sistem yang masuk akal. Bukan diminta patuh dalam kondisi yang sebenarnya tidak aman.

Oleh karena itu K3 itu bukan soal angka semata, karena dibalik setiap insiden, ada keluarga menunggu di rumah, ada anak yang menunggu ayahnya pulang, ada masa depan yang bisa berubah hanya karena satu sistem yang lalai.

Menaker menekankan  keselamatan kerja menyangkut nyawa, kesehatan, dan masa depan pekerja serta keluarganya, kalimat serius, tapi dampaknya sangat nyata.

Menyalahkan pekerja memang mudah dan cepat. Tapi membenahi sistem adalah pekerjaan rumah yang sesungguhnya.

Selama kecelakaan kerja terus dipersempit menjadi urusan human error, cerita yang sama akan terus berulang. Lokasinya boleh beda, tanggalnya boleh ganti, tapi polanya tetap itu-itu saja.

Bekerja itu untuk hidup, bukan untuk mempertaruhkan hidup. Pulang selamat seharusnya menjadi hak, bukan bonus karena hari itu sedang mujur.

Mungkin, seperti yang diingatkan Menaker, sudah waktunya kita berhenti sibuk mencari siapa yang salah, lalu mulai jujur bertanya sistem apa yang selama ini kita biarkan gagal menjaga manusia di dalamnya?. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Stunting, Ini Yang Diprogramkan Pemkot Palembang

    Cegah Stunting, Ini Yang Diprogramkan Pemkot Palembang

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang terus berkomitmen dalam percepatan penanggulangan stunting atau kekerdilan dengan melaksanakan berbagai upaya seperti pemetaan ibu hamil. “Dengan mengalokasikan dana yang akan kita manfaatkan untuk betul-betul menyelesaikan stunting serta pemetaan ibu-ibu hamil yang berpotensi stunting,” ujar Ketua Penanggulangan Stunting, yang juga Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, usai memimpin rapat membahas percepatan penanganan […]

  • Tersebar Dibeberapa Lokasi, Satgas Ops Nemangkawi Berhasil Rebut 10 Markas

    Tersebar Dibeberapa Lokasi, Satgas Ops Nemangkawi Berhasil Rebut 10 Markas

    • calendar_month Minggu, 4 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    SATGAS Ops Nemangkawi berhasil merebut sepuluh markas kelompok kriminal teroris dan menindak 19 orang yang merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata. Kesepuluh markas tersebar di berbagai titik di Papua. Kasatgas Humas Ops Nemangkawi, Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy menuturkan, sepuluh markas itu berada di Kalikopi, Yuguru, Alguru, Kalimin, Wuloni, Duagi, Makki, Mayuberi, Gome, dan Muara. ”Semua […]

  • RSUD Siti Fatimah Dipastikan Bisa Menerima Rujukan BPJS

    RSUD Siti Fatimah Dipastikan Bisa Menerima Rujukan BPJS

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.876
    • 0Komentar

    RSUD Siti Fatimah dipastikan bisa melayani rujukan Pelayanan Kesehatan  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan  Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru usai mengecek langsung kesiapan RSUD Siti Fatimah, kemarin. Menurutnya penerapan ini diyakini  akan membawa perbaikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus […]

  • Bangganya OKI, Putra Daerahnya Ukir Prestasi, Wakili RI di MTQ Internasional Yordania

    Bangganya OKI, Putra Daerahnya Ukir Prestasi, Wakili RI di MTQ Internasional Yordania

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.260
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bangganya OKI, Putra Daerahnya Ukir Prestasi, untuk Wakili RI di MTQ Internasional Yordania. Dia adalah Sabiq Bil Khoirot mendapat kesempatan untuk berprestasi dalam skala yang lebih luas. Sekretaris Daerah OKI, Husin,  mengaku sangat bangga dengan putra daerah OKI yang mampu membanggakan dan diperhitungkan di kancah internasional melalui MTQ ini. “Kami atas nama pemerintah Kabupaten […]

  • Dukung Jaringan 3.400 mitra ALE di Seluruh Dunia, Program Mitra Baru Diluncurkan

    Dukung Jaringan 3.400 mitra ALE di Seluruh Dunia, Program Mitra Baru Diluncurkan

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.029
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – SINGAPURA – Alcatel-Lucent Enterprise [ALE], penyedia solusi komunikasi, cloud, dan jaringan terkemuka yang disesuaikan dengan industri pelanggan, meluncurkan Program Mitra Global yang baru, program ini dikembangkan guna mendukung jaringan 3.400 mitra ALE di seluruh dunia. Peluncuran program mitra global baru ini, 360 Partner Experience (360PX) yang memberikan perjalanan mitra unik yang disesuaikan untuk setiap organisasi. Selain, dikembangkan untuk […]

  • Agar Paham Bawa Pelancong, Pemandu Wisata Diberi Pelatihan

    Agar Paham Bawa Pelancong, Pemandu Wisata Diberi Pelatihan

    • calendar_month Jumat, 16 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.763
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Himpunan Purnawisata Indonesia (HPI) Kota Palembang, akan menggelar Program Monthly Training DPC HPI Kota Palembang, dengan tema Pelatihan anggota DPC HPI Palembang teknik Guide on The Bus, guna meningkatkan kemampuan pemandu wisata untuk para pelancong. Hal itu disampaikan oleh, Ketua HPI Kota Palembang, Muhammad Erfandi, di Kantor Dinas Pariwisata Palembang, Jum’at (16/11/18). […]

expand_less
WordPress Archive Tabbed Gallery for Elementor – Galerie Tabion – Metro Tab Accordion Switcher CSS Table Rate Shipping by Class, Weight, Price, Quantity & Volume for WooCommerce Table Rate Shipping for WooCommerce Tablenator | Advanced Tables for Visual Composer TableTrack – The Complete SaaS Restaurant Management Solution Tabligh – Islamic Institute & Mosque WordPress Theme + RTL Tacon – A Showcase Portfolio WordPress Theme Tacticool | Shooting Range & Gun Store WordPress Theme Tactiko – Tactical & Military Shop WooCommerce Theme