Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

Apa yang Dibahas Prabowo dan Zidane di Davos?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DAVOS biasanya bukan tempat orang ngobrol santai, lantaran disana, orang-orang penting dunia berkumpul dengan wajah serius, menggunakan jas mahal, membahas masalah dunia.

Bahkan jika satu istilah saja terlewat, wah.. rasanya seperti tidak lulus ujian ekonomi global, dan  salah dengar dikit, bisa-bisa mikir, “Ini lagi rapat atau sidang tesis?”

Tapi di Davos tahun ini, ada satu momen yang bikin suasana sedikit mencair karena Presiden RI Presiden Prabowo Subianto terlihat berbincang dengan Zinedine Zidane.

Bukan soal geopolitik, bukan juga soal investasi triliunan yang angkanya bikin kening berkerut. Malah dibahas itu soal sepak bola. Lebih spesifik lagi, ada satu kata yang paling bikin manusia terasa manusia yaitu soal anak…ya anak, kok bisa?

Sebelum terlalu jauh, kita luruskan dulu. Davos itu kota kecil di Swiss yang tiap tahun jadi tuan rumah World Economic Forum (WEF). Ini bukan arisan RT.

Isinya presiden, perdana menteri, konglomerat, ekonom, dan tokoh global orang-orang yang kalau rapat, keputusan mereka bisa bikin harga beras naik atau turun, singkatnya, Davos adalah ruang rapat dunia, dimana tempat isu berat dikunyah serius, tanpa mengigit cabe rawit.

Makanya wajar kalau obrolan Prabowo dan Zidane terasa kontras, di tengah forum yang biasanya membahas grafik naik-turun, mereka malah bicara tentang Theo Zidane, putra sang legenda.

Prabowo menanyakan kabar karier Theo. Zidane menjawab dengan santai, tanpa bumbu dramatis, Theo kini bermain untuk Córdoba di divisi dua Liga Spanyol.

Sebenarnya bukan klub elite, bukan juga panggung megah, dan tidak ada sorotan kamera tiap akhir pekan. Tapi justru di situlah letak ceritanya menarik.

Karena Theo Zidane adalah anak dari salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Nama ayahnya Zidane, di dunia bola sudah seperti password VIP tinggal sebut, pintu kebuka, dan anak TK aja banyak di Kampung-kampung dan pelosok Indonesia mengenal figur dari Francis itu, meski demikian realitasnya tidak seindah spanduk sponsor.

Pasalnya Theo tetap harus memulai dari bawah. Latihan pagi, pulang sore, kaki pegal, napas ngos-ngosan, kalah dimaki, menang belum tentu dipuji. Sepak bola, rupanya, punya prinsip hidup yang keras tapi jujur.  Bahkan nama besar boleh terkenal, tapi tidak bisa dipakai buat mencetak gol.

Zinedine Zidane tampak nyaman dengan kenyataan itu, ia tidak menjual narasi pewaris takhta, tidak sibuk mengiklankan darah biru. Ia hadir sebagai ayah yang paham satu hal penting, proses tidak bisa diwariskan. Nama boleh turun, tapi mental baja harus ditempa sendiri.

Di sisi lain, Prabowo juga tampil dengan wajah berbeda, bukan presiden yang sedang berpidato dengan teks tebal, tapi seorang ayah yang bertanya dengan tulus.

Pertanyaannya cukup sederhana,  mengingatkan kita bahwa dibalik jabatan dan protokol, pemimpin dunia juga manusia biasa yang tahu rasanya cemas dan berharap pada masa depan anak.

Bahasa universal

Sepak bola dalam pertemuan ini naik level, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi bahasa universal. Semua orang paham cerita tentang anak, perjuangan, dan masa depan. Tidak perlu penerjemah, tidak perlu dokumen resmi, cukup empati.

Lucunya, justru obrolan ringan ini terasa lebih berat daripada banyak diskusi formal, sebab dunia boleh sibuk membicarakan pertumbuhan ekonomi, namun obralan dua figur yang berbeda profesi itu malah hanya membicarakan pertumbuhan karakter sesuatu yang sering absen dari slide presentasi.

Oleh sebab itu, kita hidup di zaman serba cepat ini, dan anak- anak pada ikut -ikutan ingin cepat sukses juga. Orang tua ingin cepat bangga dan  dunia ingin cepat viral, semua maunya instan, asal bukan mi instan.

Namun kisah Theo Zidane seperti mengingatkan pelan-pelan bahkan anak legenda pun harus sabar. Tidak ada jalan pintas yang benar-benar gratis. Kalau ada, biasanya beloknya ke jurang.

Pertemuan Prabowo dan Zidane pun menyadarkan kita bahwa kebesaran tidak selalu lahir dari pidato keras atau kebijakan besar. Kadang, kebesaran itu justru tampak dari hal sederhana, mau mendengarkan dan berani bertanya.

Davos hari itu seolah berbisik, masa depan dunia tidak hanya ditentukan di ruang sidang, tapi juga di rumah, dari cara orang tua mengajarkan anaknya jatuh dan bangkit, dari cara manusia menghargai proses, bukan sekadar hasil.

Karena itu, pertemuan Prabowo dan Zidane bukan sekadar momen viral atau foto diplomatik. Ia adalah cermin kehidupan dibalik panggung besar dunia, akan tetapi nilai paling penting tetap sederhana, yaitu kerja keras, kesabaran, dan kejujuran pada proses.

Dan mungkin, itulah pelajaran paling mahal dari Davos kali ini. Datang bukan dari pidato panjang, tapi dari obrolan singkat yang tulus.

Kata pepatah “Naiklah setinggi mungkin, tapi jangan lupa pijakan,” sebab tanpa pijakan yang kuat, ketinggian hanyalah soal waktu sebelum runtuh. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Jadi Provinsi Penyanggah Pangan Nasional, Mentan RI Resmikan Program Food Estate 

    Sumsel Jadi Provinsi Penyanggah Pangan Nasional, Mentan RI Resmikan Program Food Estate 

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    MENTERI Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo menetapkan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi provinsi penyanggah ketahanan pangan nasional. “Program Food Estate ini upaya menjaga ketahanan pangan. Memiliki potensi SDA dan di dukung lima kabupaten penghasil pangan, menjadikan Sumsel sebagai provinsi penyanggah ketahanan pangan nasional,” kata Mentan dalam arahannya ketika  menghadiri kick off food estate “Petani […]

  • Kekuatan Saat Ini Berada Dalam Medsos, Danrem Minta Prajurit Harus Bina Komunikasi Dengan Masyarakat

    Kekuatan Saat Ini Berada Dalam Medsos, Danrem Minta Prajurit Harus Bina Komunikasi Dengan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    HARI pertama dinas melaksanakan jabatan sebagai Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI Mohamad Naudi Nurdika S.I.P., M.Si. M.Tr (Han), melakukan jam Komandan di Balai Prajurit Makorem 044/Gapo Jalan Jenderal Sudirman Km 4.5 Palembang, Selasa (12/10/2021). Brigjen Naudi memberikan Jam Komandan arahan di Balai Prajurit yang dihadiri oleh prajurit, PNS Korem 044/Gapo dan jajarannya beserta pengurus Persit […]

  • “Cerita Sebungkus Nasi & Cita-Cita 2045”

    “Cerita Sebungkus Nasi & Cita-Cita 2045”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 578
    • 0Komentar

    (Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below)   ADA kabar cerah dari dapur pemerintah! Bukan dapur politik yang sering panas dan bikin gosong janji, tapi dapur betulan, lengkap dengan panci, sendok sayur, dan aroma rendang yang mengalun lirih dari Komplek Pakri, Palembang. Kemarin, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, bersama Wakapolda Sumsel, […]

  • Penghargaan Kepada Visioner ke Muba untuk Bupati Muba

    Penghargaan Kepada Visioner ke Muba untuk Bupati Muba

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    PENGAKUAN dan penghargaan di berbagai bidang terus diperoleh Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, kali ini gabungan mahasiswa dan pemuda di Sumatera Selatan yang tergabung dalam wadah organisasi Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah Sumatera Selatan (FKMD Sumsel) menyerahkan penghargaan kepada Bupati Muba Dodi Reza sebagai Kepala Daerah Inovatif. Hal ini […]

  • Babak Baru Urai Kemacetan, Palembang Bakal Bangun Lagi Fly Over dan Underpass

    Babak Baru Urai Kemacetan, Palembang Bakal Bangun Lagi Fly Over dan Underpass

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.675
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Komitmen Pemkot Palembang untuk mengurai kemacetan terus berlanjut, belum lama ini dua jembatan sudah dibangun, yakni Musi IV dan VI. Jembatan Musi IV yang menghubungkan Kawasan Seberang Ulu dan Ilir Kota sudah dioperasikan. Kini, untuk menguraikan kemacetan di kawasan Jalan Basuki Rahmat dan R Sukamto, Palembang yang juga terlihat padat, rencananya Palembang berencana membangun Flay Over lagi. Flay Over ini […]

  • Gandeng 4 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia, Kominfo Buka Program Digital Leadership Academy

    Gandeng 4 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia, Kominfo Buka Program Digital Leadership Academy

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika membuka pendaftaran Program Digital Leadership Academy (DLA). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto menyatakan, pelatihan itu bekerja sama dengan empat perguruan tinggi bertaraf internasional untuk meningkatkan kompetensi digital pemimpin lembaga pemerintah dan swasta di Indonesia. “(Program DLA) ini sudah dibuka dan dilaksanakan secara daring, Bapak Ibu yang […]

expand_less
WordPress Archive Zukahost – Domain & Web Hosting Template Kit Zukares – Restaurant & Cafe Food Elementor Template Kit Zumar – Creative & Multipurpose Elementor WordPress Theme Zumbla Deluxe (Admob + GDPR + Android Studio) Zumma – Multipurpose WooCommerce Theme Zungo – Creative Consulting Business WordPress Landing Page Theme Zunzo – Running Club and Sports WooCommerce Theme Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – Elementor Widget Addon Zuper – Shoutcast and Icecast Radio Player With History – WordPress Plugin